logo penerbit bukunesia

Tips Cara Membuat Dongeng Sendiri Dengan Cepat

cara membuat dongeng
promo tahun baru 30%

Cara membuat dongeng yang menarik dan bisa menempel di hati pembaca adalah bentuk kesuksesan menjadi seorang penulis. untuk bisa mencapai titik ini, dibutuhkan pengetahuan terkait strategi membuatnya. Nah, buat kamu yang memiliki impian menjadi penulis dongeng yang legendaris.

Lalu bagaimana cara membuat dongeng yang baik dan mungkin akan menjadi best seller? Tenang semuanya sudah dibuat oleh bukunesia. Simak lebih lanjut untuk mengetahui cara menulis dongeng.

Cara Membuat Dongeng di Tahun 2023

ada beberapa tips cara membuat dongeng, kamu harus memperhatikan dahulu didalam dongeng itu ada apa saja, berikut hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat dongeng:

1. Tema

Cara membuat dongeng yang pertama adalah menentukan tema. Tema adalah unsur yang paling mendasar dan tidak boleh ditinggalkan. Tanpa kehadiran tema, sebuah cerita tidak bisa di konsep dan sulit untuk dikembangkan. 

Secara garis besar, tema adalah ide dasar pikiran atau gagasan ide yang telah ditentukan oleh penulis/pengarang. Dimana tema inilah yang menjadi penentu apakah nanti ceritanya akan menarik atau tidak. 

Jika dianalogikan dalam sebuah bangunan, tema adalah pondasi dasar. Ketika pondasi kuat, berkarakter maka hasilnya pun juga akan menarik. Berbicara tentang tema, ada banyak macam tema, mulai dari tema persahabatan, keberanian, keluarga, kesedihan, kemarahan, dan masih banyak lagi. 

2. Latar Belakang

Setelah menentukan tema, maka perlu menentukan latar belakang. Latar belakang dongeng dapat pula diartikan sebagai setting cerita atau tumpu yang mana di dalamnya memuat tempat waktu, ruang dan suasana peristiwa. Dimana ketiga unsur (setting tempat, waktu dan suasana) inilah yang dapat dijadikan dasar pemahaman dan pembentuk imajinasi pmbaca trhadap dongeng yang dicritakan. 

Setidaknya kehadiran latar belakang cerita memudahkan pembaca lebih bisa menikmati cerita. Secara tidak langsung, latar belakang juga mengarahkan pembaca ikut merasakan apa yang dituliskan oleh pengarang.

3. Tokoh

Saat membuat sebuah dongeng, maka seorang pengarang dituntut untuk menentukan tokoh. Tokoh adalah pelaku atau pemeran yang akan dilibatkan di dalam sebuah dongeng. Terdapat dua jenis tokoh berdasarkan peran dan berdasarkan watak. 

Jadi tokoh yang didasarkan pada peran dibagi menjadi beberapa peran, yaitu sebagai tokoh utama, tokoh figuran dan tokoh pembantu. Semntara tokoh brdasarkan watak dibagi mnjadi tiga  bentuk, yaitu tokoh protagonis (tokoh baik), tokoh tritagonis (tokoh penengah) dan tokoh antagonis (tokoh yang memiliki sifat bertentangan dengan protagonis).

4. Sudut Pandang

Adapun yang dimaksud dengan sudut pandang. Sudut pandang adalah perspektif penulis/pengarang dalam menceritakan sebuah dongeng. Sudut pandang pengarang ini pulalah yang akan membantu dan menentukan sebuah dongeng akan menarik atau tidak. 

Sudut pandang dalam dongeng dibagi menjadi beberapa, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, sudut pandang orang ketiga dan sudut pandang campuran. Adapun sudut pandang orang pertama masih dibagi menjadi sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama dan sudut pandang orang pertama sebagai tokoh sampingan. Nah, umumnya, pemilihan sudut pandang akan dipilih pengarang berdasarkan kenyamanan masing-masing penulis dalam menuturkan dongeng.

5. Konflik

Cara membuat dongeng yang wajib kamu pahami dan kuasai adalah bagian menentukan konflik. Konflik yang diciptakan pengarang adalah ruh cerita. Ruh inilah yang mampu melibatkan emosi pembaca. Cerita yang dibawakan dengan konflik biasa saja, akan memberikan kesan biasa saja. 

Sebaliknya, ketika konflik mampu dihadirkan lebih impresif, maka pembaca pun bisa ikut merasakan kesan emosional yang mendalam. Adapun cara membuat konflik yang menarik dan unik, kamu bisa cek artikel sebelumnya di sini

6. Alur

Adapun yang dimaksud dengan alur cerita. alur cerita adalah struktur yang berupa rangkaian kejadian peristiwa. Dimana alur ini disusun secara kronologis. Tujuannya agar dongeng lebih tersusun dan mudah dipahami. Dimana kehadiran alur tidak sekedar memberikan pemahaman bagi pembaca. Tetapi juga dapat digunakan untuk mencapai efek tertentu. 

Rangkaian struktur kejadian yang tersusun tidak disusun begitu saja. Ttapi disusun saling bersinambungan satu dengan yang lain. Adapun istilah lain alur yang disebut dengan plot. Setidaknya ada tiga alur yang sering digunakan. Yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran.

7. Tulis Ceritamu

Setelah semua elemen di atas sudah terpenuhi. Maka langkah selanjutnya adalah menuliskan cerita. Bagian terakhir ini adalah bagian yang paling sulit. Terutama buat kamu yang masih moody selama menulis. 

Kendala paling umum saat menulis dongeng adalah, kemalasan saat menuliskannya. Mungkin saja banyak ide cemerlang dan brilian. Tetapi ada banyak alasan tidak menuliskan ide dan dongeng tersebut. Itu sebabnya, menjadi penulis itu tidak hanya dibutuhkan bakat, tetapi juga dibutuhkan kemauan yang keras. 

Karena bakat yang kamu miliki dalam membuat konsep cerita yang menarik. Akan terkalahkan oleh mereka yang memiliki semangat juang dan kegigihan menjadi penulis. Itu sebabnya menulis itu lebih condong pada keterampilan/skill. 

Kesimpulan

Dari semua poin di atas. Maka dapat disimpulkan bahwa cara membuat dongeng itu mudah secara teoritis. Namun jika dilihat lebih dalam lagi, agar bisa menjadi seorang penulis dongeng yang profesional, ada beberapa sikap yang harus dilawan. 

Yaitu melawan sikap malas, badmood dan harus disiplin pada diri sendiri. Karena menulis itu berbicara tentang proses. Dimana proses tidak sekedar berbicara masalah waktu sebulan atau dua bulan. Tetapi dalam hitungan tahun. Itu sebabnya butuh motivasi internal dan memiliki konsistensi dalam menulis. 

Nah, itulah bberapa ulasan seputar cara membuat dongeng. Semoga sedikit tips cara ini memberikan prspektif dan smangat mewujudkan mimpi kamu mnjadi seorang pengarang dogeng. Mungkin saat ini karya kamu belum dikenal dan tidak menarik.  

Tetaplah menulis dan menulis. Nikmati kegagalan. Karena semua pengarang besar pun sukses dikawal oleh kegagalan, kekecewaan, air mata dan mengorbankan banyak waktu. Keteguhan dan konsistenmu adalah ciri kamu menjadi pengarang sejati. 

(Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis