logo penerbit bukunesia

Ciri-Ciri Tokoh Antagonis yang Perlu Ada Di Naskah Kamu

Ciri Ciri Tokoh Antagonis
promo tahun baru 30%

Sebelumnya kita telah membahas tentang pengertian dan jenis tokoh antagonis. Sekarang saatnya mebahas bagaimana sih ciri-ciri tokoh antagonis itu? Dalam proses pembuatan alur cerita pasti sangat dibutuhkan tokoh antagonis, karena jika tidak ada tokoh antagonis cerita akan membosankan.

Buat kamu yang tertarik ingin mendalami dunia tulis menulis cerita, wajib tahu ciri-ciri tokoh antagonis.Terutama buat kamu yang mengalami kesulitan dalam membedakan tokoh antagonis itu seperti seharusnya seperti apa dan bagaimana. Nah, untuk mengetahui ciri-ciri tokoh antagonis, kita akan lihat ulasan berikut ini. 

Ciri Ciri Tokoh Antagonis 

Dalam membaca cerpen, novel ataupun menikmati sebuah pertunjukan drama. Apa yang paling membuat kamu berkesan? Apakah karakter, sikap si tokoh yang baik? Atau justru fokus ke tokoh yang jahat? Atau bahkan tidak melihat keduanya, dan lebih fokus pada penyajian konflik dan cara menyelesaikan masalah dalam cerita tersebut? 

Pastinya setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri dalam menilai sebuah cerita yang menarik atau tidak. Nah, untuk bisa menikmati cerita lebih menjiwai, kamu pun perlu tahu apa sih ciri-ciri tokoh antagonis? Langsung saja simak ulasan berikut. 

1. Bertentangan dengan protagonis

Ciri yang sudah disinggung dari tokoh antagonis adalah,  selalu bertentangan dengan tokoh protagonis. Baik pertentangan yang ditunjukan secara tampak ataupun diam-diam dibalik si tokoh utama. Dengan kata lain, ada pertentangan yang saling bertolak belakang antara protagonis maupun antagonis.

2. Putar memutar balikan fakta

Jika diamati lebih dalam, tokoh antagonis memiliki kemampuan untuk memutar balikan fakta. Karena dengan kemampuan inilah, sering terjadi konflik dengan tokoh utama. Meskipun tokoh antagonis memiliki kemampuan memutar balikan fakta, justru disinilah daya tarik cerita. Justru ketika cerita datar-datar saja, cerita akan membosankan dan tidak ada daya tariknya sama sekali.

3. Pembentuk emosi 

Tokoh antagonis juga memiliki ciri sebagai tokoh yang membentuk emosi. Dimana segala hal tidak menyenangkan yang ditimbulkan tokoh antagonis justru menjadi permasalahan dan menjadikan cerita itu memiliki ruh. Ruh inilah yang menjadikan cerita menjadi lebih unik, emosional, berkesan dan masih banyak lagi kesan yang bisa ditimbulkan.

4. Berlagak baik 

Adapun ciri lain, yang dapat dijadikan sebagai indikator tokoh tersebut antagonis atau bukan. Yaitu dapat dilihat dari lagaknya. Umumnya tokoh antagonis memiliki lagak baik di depan tokoh protagonis, namun dibelakang berlagak jahat. Lagak baik biasanya ditunjukan oleh tokoh antagonis untuk mencari simpati dan perhatian. 

baca juga Perbedaan Tokoh dan Penokohan

5. Mimik Wajah Mencurigakan 

Tokoh antagonis juga memiliki karakter wajah yang mencurigakan. Arti mencurigakan bisa dalam arti mencurigakan memiliki rencana jahat, atau pun menunjukan rasa sinis tidak suka. Memasang wajah yang mencurigakan memang memiliki banyak arti, maksud dan tujuan. 

6. Tertawa Khas 

Jika dalam sebuah drama, ataupun film. Tokoh antagonis dapat dilihat dari intonasi. Misalnya, saat tertawa. Dimana saat tertawa tokoh antagonis memiliki khasnya. Misalnya tertawa kemenangan, tertawa licik ataupun yang dipenuhi dengan intrik-intrik lain.

Sementara pada karya sastra tertulis. Ada juga adegan tertawa khas, yang ditandai dari keterangan atau penjelas arti tertawa dari tokoh antagonis. Jadi, meskipun dalam bentuk tulisan. Termasuk masalah mimik wajah yang sinis, rencana jahat, ataupun senyum iri atau ekspresi kekalahan.

7. Suka membuat rencana jahat

Adapun ciri-ciri tokoh antagonis yang paling umum ditemukan dalam karya sastra maupun dalam drama film/sinetron. Dimana tokoh antagonis hobi banget membuat rencana jahat untuk lawan atau tokoh protagonist. Sebagai tokoh jahat, pastinya tidak menginginkan lawan cerita bahagia, senang dan sukses. Itu sebabnya, tokoh antagonis selalu memiliki cara terkait bagaimana caranya agar tokoh utama tidak mendapatkan apa yang ingin di dapatkan.

8. Memiliki teman yang nurut

Tidak banyak yang menyadari jika dalam sebuah cerita juga ada tokoh penggembira atau tokoh pendukung. Dimana tokoh pendukung dalam cerita tersebut bisa memihak pada tokoh protagonis maupun tokoh antagonis. Menariknya, tokoh pendukung yang memihak tokoh antagonis umumnya memiliki karakter yang lebih penurut.

Tokoh pendukung penurut inilah yang bisa dijadikan kubu atau komplotan. Dimana kehadirannya membuat tokoh antagonis menjadi memiliki power atau pendukung. Sementara dari segi cerita, tentu saja kehadiran pendukung yang menurut ini akan berpengaruh pada emosi yang diciptakan dan berpengaruh pada emosi pembaca atau penikmat cerita. 

Itulah beberapa ciri tokoh antagonis. Dimana kehadiran tokoh antagonis ini sebenarnya memiliki peran yang tidak kalah penting dari tokoh protagonis. Keduanya memiliki sebab akibat yang semakin menguatkan cerita, membuat cerita menjadi lebih menarik, lebih emosional dan semakin dramatis. 

Dengan kata lain.ciri-ciri tokoh antagonis secara tidak langsung sebagai pembentuk konflik sekaligus pembentuk masalah yang pada akhir cerita akan melahirkan amanat cerita, pesan cerita,dan hikmah yang dapat dipetik dari sebuah cerita yang diangkat.

(irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis