Kenali 9 Jenis Jilid Buku Agar Sesuai dengan Jenis Buku

Jenis Jilid Buku
Apabila Anda seorang penulis buku yang sekarang sedang mencari referensi tentang jenis jilid buku, berikut 9 jenis jilid yang patut dipahami.

Buat yang mendapatkan artikel ini, pasti Anda ingin menerbitkan atau bahkan sudah punya naskah dan tinggal diterbitkan saja. Nah, jika Anda seorang penulis buku yang sekarang sedang mencari referensi tentang jilid buku, maka artikel ini cocok. Memang, kelihatannya jilid buku hanya hal sepele. Namun bagi seorang penulis jilid buku bisa menjadi hal penting. Karena dari masalah jilid buku akan mempengaruhi pada kualitas dan keawetan buku itu sendiri.

Maka tidak heran jika seorang penulis juga perlu mengetahui jenis-jenis penjilidan buku agar bisa request dengan pihak penerbit atau percetakan. Lalu, ada berapa jenis jilid buku?

Jenis Jilid Buku

Yaps. Anda wajib memahami ini, agar tidak salah memilih karena tiap jenis jilid buku memiliki peruntukannya sendiri-sendiri. Untuk mengetahui jawabannya baca artikel ini sampai selesai ya. 

1. Tape Binding 

Jenis jilid buku yang pertama adalah tape binding, atau yang familiar kita dengar dengan jilid lakban. Anda pun sebenarnya sudah sering menemukan jenis ini, karena memang jilid ini adalah jilid yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari. 

Ciri-ciri tape binding adalah buku hanya di staples. Kemudian diberi lakban hitam. Adapun fungsi lakban, selain agar menutup bekas staples, juga berperan sebagai perekat agar buku semakin kuat sekaligus ragu. 

2. Saddle Stitching

Anda pernah ke restoran yang memberikan buku menu? Atau anda pernah ke masjid dan menemukan buletin yang berisi beberapa halaman? Nah,  model jilid buku tersebut disebut dengan saddle stitching atau staples tengah, ada juga yang menyebutnya jilid tengah.

Ciri-ciri saddle stitching melipat buku terlebih dahulu. Kemudian merekatkan bagian tengah buku dengan staples. Jenis jilid buku seperti ini lebih pas dan cocok untuk buku yang hanya sedikit halaman. Tidak cocok jika digunakan untuk lebih dari 100 halaman.

3. Loop Stitching 

Jika anda menginginkan jilid buku lebih unik dan modern, bisa menggunakan jenis loop stitching. Ciri loop stitching adalah dibagian punggung buku terdapat kawat melengkung. Desain kawat melengkung keluar ini memang difungsikan agar bisa dimasukan ke binder besar.  Umumnya teknik ini lebih banyak digunakan untuk arsip perusahaan/instansi guna memudahkan dalam membuat katalog laporan ataupun arsip. 

4. Perfect Binding 

Dari beberapa jenis jilid buku di atas, maka jenis yang paling sering digunakan bagi penulis dan penerbit buku setiap menerbitkan buku adalah jenis perfect binding. Jenis perfect binding ini familiar dikenal dengan jilid lem panas. 

Sesuai dengan namanya, buku yang siap untuk dijahit di rekatkan di sisi tepi buku menggunakan lem. Kelebihan teknik ini adalah lebih rapi, lebih kuat dan dianggap lebih terstandar. Adapun contoh-contoh buku yang sering menggunakan teknik ini, yaitu buku pelajaran, buku novel, buku ajar, dan masih banyak lagi.

5. Sewn Binding

Apakah anda pernah mendengar jenis jilid buku sewn binding? Yap, sewn binding atau jilid jahit benang termasuk jilid buku yang unik. Karena cara penjilitan dengan menjahit dan menggunakan benang. Umumnya, jenis buku yang menggunakan teknik ini lebih pas untuk buku yang tidak terlalu tebal. 

Jika anda lahiran sebelum tahun 90 an, anda mungkin sering menemukan teknik jilid buku satu ini. Umumnya penjilidan sewn binding dilakukan dengan melipat buku menjadi dua bagian. Kemudian di bagian tengah lipatan di jahit dengan benang khusus. Kelemahan teknik ini adalah, ketika usia buku sudah tua, sangat mudah robek dan terlepas.

6. Wire Binding

Jenis jilid yang lebih modern dan memberi kesan spesial adalah jenis wire binding atau banyak yang akrab menyebut jilid spiral. Penjilidan wire binding dilakukan dengan melubangi bagian tepi buku. Kemudian lubang tersebut dimasukan spiral jilid. Sementar untuk bahan spiral jilid beragam, ada yang terbuat dari besi dan ada pula yang terbuat dari plastik. 

Spiral jilid dari bahan plastik lebih banyak digunakan untuk buku yang memiliki ketebalan kurang dari 100 halaman. Kelebihan jilid spiral atau wire binding adalah, anda bisa membuka buku hingga 360 derajat. Sehingga saat membaca lebih enak saat dibuka. 

Kelemahannya saat bagian buku depan dan buku belakang menyatu, sehingga lebih sulit menemukan bagian depan bacaan. Itu sebabnya jenis jilid ini jarang digunakan untuk dunia penerbitan buku pendidikan, novel dsb. Melainkan lebih sering digunakan untuk kalender ataupun buku catatan tulis semacam note. 

7. Comb Binding

Sekilas teknik jilid buku comb binding ini mirip dengan wire binding. Perbedaannya terletak pada kondisi saat buku dibuka. Jika pada wire binding bisa dibuka hingga 360 derajat, maka pada comb binding hanya maksimal bisa dibuka 180 derajat saja. 

Kelebihan comb binding adalah, memudahkan pembaca untuk memberikan batas antara sampul depan dan sampul belakang, agar tidak bercampur baur saat dibuka tutup.  Dari segi tampilan pun juga tetap terlihat elegan dan menarik. 

8. Screw Binding

Jadi buku yang dijilid diberi lubang di bagian tepi. Perbedaannya pada media pemersatu (penjilidan) disatukan menggunakan baut khusus. Sehingga menambah kesan buku lebih professional dan elegan. Jadi bukan sembarang baut untuk perekat dokumen saja ya. 

Sayangnya jenis screw binding ini jarang ditemukan untuk buku-buku bacaan yang konteksnya untuk penulis yang menerbitkan buku. Melainkan lebih pas digunakan untuk buku catatan. Kecuali untuk karya-karya buku dari penulis yang memang hanya beberapa halaman saja, maka masih bisa menggunakan teknik ini. 

Kelemahan dari screw binding adalah, rawan dan kurang pas jika digunakan untuk menjilid buku yang memiliki ketebalan hingga mencapai 100 halaman.  Dan ditoko buku pun teknik ini juga jarang digunakan oleh pihak penerbit ataupun oleh penulis. 

9. Grip Binding

Sementara ada juga yang disebut dengan grip binding. Jilid buku yang dilakukan dengan menjepit kertas menggunakan penjepit berbahan plastik. Karena bentuknya yang sederhana, maka tidak heran jika jilid jenis ini teknik yang paling sederhana, cepat dan praktis. Hanya saja tidak cocok digunakan untuk menjilid dalam jumlah buku yang terlalu tebal. Namun seiring berjalannya waktu, teknik penjilidan grip ini dipadupadankan dengan teknik saddle stitching agar lebih kokoh dan kuat.

Setelah mengetahui beberapa jenis jilid buku di atas, mungkin anda bertanya-tanya. Jenis jilid buku yang cocok sering digunakan oleh percetakan buku yang jenis apa? Tentu saja untuk jilid buku di percetakan akan dilihat dari kebutuhan penulis, keinginan penulis dan jumlah halaman buku.

Baca juga: Apa perbedaan penerbit dan percetakan?

Jilid yang Sering Digunakan Penerbit

Umumnya pihak penerbit akan menggunakan teknik jilid buku seperti saddle stitching, wire binding, perfect binding dan screw binding. Dari keempat jenis yang sering digunakan penerbit, anda akan lebih banyak menemukan buku di toko buku dengan teknik jilid perfect binding.

Dari kesembilan jenis jilid buku di atas sebenarnya tidak ada yang lebih buruk. Semuanya memiliki karakteristik dan keuntungan sendiri-sendiri. Karena setiap jenisnya memiliki peruntukannya masing-masing. 

Ada jenis jilid buku yang lebih pas untuk pengarsipan pihak perusahaan dan instansi, ada juga yang digunakan untuk kepentingan umum seperti buku catatan. Dan ada juga yang untuk kepentingan menerbitkan buku.

Namun, apabila Anda ingin menerbitkan buku dan tidak perlu mikir jenis jilid buku yang bagus yang mana, serahkan kepada kami yang sudah berpengalaman dalam hal penerbitan dan percetakan buku apalagi masalah jilid buku ini. Mari sebarkan inspirasi Anda melalui buku bersama bukunesia dan terbitkan sekarang disini: Menerbitkan Buku.

Penulis: irukawa elisa

Panduan Menulis
EBOOK GRATIS
Artrikel Terkait
PROMO TERBIT BUKU