Pernah nggak sih kamu terpukau dengan untaian kata sederhana yang terasa begitu puitis dan memiliki pesan yang sentimentil? Itulah kekuatan pantun.
Pantun adalah sastra tradisional Indonesia yang tidak hanya indah didengar, tapi juga sarat pesan dan nilai budaya. Meski bentuknya singkat, pantun mampu menyampaikan humor, cinta, nasehat, bahkan kritik sosial dengan cara yang halus dan menghibur.
Menariknya lagi, pantun punya banyak jenis dengan karakter dan tujuan yang berbeda-beda. Nah, biar kamu makin jago memahami dan menciptakan pantun sesuai suasana hati, yuk kenali 7 jenis pantun lengkap dengan contoh dan maknanya serta cara menentukan jenis pantun.
Daftar Isi Artikel
Jenis-jenis Pantun dan Contohnya
Pantun bisa dibilang karya sastra yang menarik, karena pendek tetapi muatan kata-katanya deep banget. Pantun juga dikenal sebagai puisi tradisional yang digunakan di beberapa daerah sebagai budaya loh.
Misalnya digunakan sebagai upacara adat tradisi, sebagai kesenian, sebagai sarana untuk mengkritik dan masih banyak lagi. Berikut 7 jenis pantun dan contohnya.
1. Pantun Kiasan
Pantun yang isinya menggunakan perumpamaan, simbol, metafora, atau makna tersirat. Pantun ini butuh “membaca antara baris” agar pesan tersampaikan dengan halus.
Contoh:
Burung terbang gagah di awan
Mengepak sayap tinggi melayang
Hati yang sabar bagaikan taman
Meniup angin, harum semerbak sayang
(Dalam contoh di atas, “taman” dan “bau harum” menjadi simbol untuk hati yang baik dan tulus, tidak secara langsung dijelaskan, tapi terasa lewat kiasan.)
Baca Juga: Pengertian Pantun Karmina, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh
2. Pantun Cinta (Romantis)
Pantun yang menyampaikan perasaan cinta, kerinduan, sayang, romantisme. Pantun jenis ini bisa untuk kekasih, teman, atau orang terdekat. Jenis ini sering dipakai untuk ungkapan emosi secara puitis.
Contoh:
Ke taman bunga kutaruh doa
Harumnya terbang menyentuh angin
Walau jauh jarak memisah kita
Cintaku tetap tumbuh sepanjang ingin
3. Pantun Teka-teki
Pantun jenis ini mengajak pembaca/pendengar berpikir: bait terakhir biasanya berupa pertanyaan atau teka-teki. Cocok buat hiburan, asah logika, atau “main-tebak” saat kumpul bersama.
Contoh:
Ke pasar membeli padi
Sambil mencari buah jeruk manis
Bila bulu di badan berdiri
Siapakah aku, coba kau tulis
(Jawab: “Ayam” — karena bulu berdiri biasanya karena kaget atau takut.)
4. Pantun Agama/Religi
Pantun yang berisi ajakan, nasehat, atau pesan terkait nilai religius dan keimanan. Digunakan untuk menyampaikan kebaikan dan pesan spiritual dengan cara puitis.
Contoh:
Pagi cerah sinar menyapa
Embun fana di atas daun
Ingatlah Tuhan di tiap langkah kita
Supaya hidup menjadi tenang
5. Pantun Nasehat/Moral
Pantun yang berisi petuah, nasihat, ajaran moral atau kehidupan. Tujuannya untuk mendidik, memberi inspirasi, dan membuat pembaca merenung.
Contoh:
Air jernih mengalir deras
Menyiram bunga di pagi yang basah
Jangan sia-siakan waktu yang lepas
Belajarlah rajin, masa depan kan indah
6. Pantun Suka-Cita/Kebahagiaan
Pantun yang mengungkapkan kebahagiaan, suka cita, kegembiraan. Cocok untuk suasana meriah, bahagia, atau penuh rasa syukur.
Contoh:
Matahari terbit penuh warna
Sinarnya hangat sentuh jiwa
Hatiku riang menyambut suka
Hidup bahagia tiap bersama
7. Pantun Duka-Cita/Kesedihan/Nasib
Sebaliknya dari suka-cita — pantun ini digunakan untuk menyampaikan kesedihan, kegetiran, rindu, atau pergumulan batin. Bisa juga tentang nasib, kondisi, atau kerinduan seseorang.
Contoh:
Hujan turun di jendela kaca
Membawa dingin menusuk jiwa
Sunyi senyap merangkul luka
Rinduku padamu tak sirna
Baca Juga: Pengertian dan Jenis Pantun Berdasarkan Isinya
Cara Menentukan Jenis Pantun
Sebelum kita berbicara soal cara menentukan jenis pantun, penting untuk memahami bahwa pantun bukan sekadar merangkai kata berirama. Pantun punya struktur dan kaidah yang khas, baik dari jumlah baris, suku kata, sampai pola rima yang membedakannya dari puisi modern maupun syair.
Dengan memahami cara menentukan jenis pantun, kamu bisa membedakan pantung yang benar, menyesuaikan pantun sesuai tujuan dan melatih kreativitas bahasa tanpa melanggar aturan pantun. Dan berikut adalah cara menentukan jenis pantun.
1. Lihat Struktur Dasarnya — Baris, Sampiran, dan Isi
Pantun klasik umumnya terdiri atas empat baris per bait, dengan baris pertama dan kedua sebagai “sampiran”, dan baris ketiga dan keempat sebagai “isi”.
Kalau pantun tidak memenuhi struktur ini (misalnya jumlah baris tidak empat, atau susunan sampiran-isi tidak sesuai), maka kemungkinan besar itu bukan pantun klasik, atau termasuk jenis varian seperti pantun dua kerat.
2. Hitung Panjang Baris/Suku Kata
Pantun tradisional biasanya memiliki setiap baris dengan 8–12 suku kata. Kalau baris terlalu singkat atau terlalu panjang tanpa memperhatikan suku kata, maka itu bisa jadi indikasi pantun itu di “modifikasi” atau gagal memenuhi kaidah klasik, dan kemungkinan kurang cocok disebut pantun “baku”.
3. Perhatikan Pola Rima/Sajak
Pantun klasik umumnya bersajak a-b-a-b. Artinya baris 1 berima dengan baris 3, dan baris 2 dengan baris 4. Pola rima ini membantu menentukan apakah pantun termasuk pantun “bersajak benar” atau hanya rangkaian kata yang menyerupai pantun.
4. Analisis Isi — Apakah Tujuan Pantun Itu Hiburan, Nasehat, Teka-teki, atau Lainnya
Jenis pantun sangat sering ditentukan dari kandungan atau tujuan pesannya. Misalnya pantun jenaka biasanya berisi humor, pantun nasehat berisi pesan moral, pantun teka-teki berisi pertanyaan, dan sebagainya.
Dengan melihat isi pantun, apakah ingin membuat orang tertawa, memberi nasehat, mengundang renungan, atau memancing tebak-tebakan. Kamu bisa menentukan jenis berdasarkan tujuan.
Baca Juga: Perbedaan Pantun, Syair dan Gurindam
5. Kenali Gaya Bahasa
Pantun kadang memakai kiasan, metafora, perumpamaan untuk menyampaikan maksud secara halus, terutama pada pantun kiasan atau pantun nasehat.
Jika pantun menggunakan bahasa yang simbolik, penuh makna tersirat, itu bisa menjadi petunjuk bahwa pantun tersebut jenis “kiasan” atau “nasihat/puitis” , tidak selalu jenaka atau teka-teki.
6. Pelajari Konteks dan Fungsi Pantun dalam Budaya atau Situasi
Pantun sering digunakan dalam interaksi sosial, komunikasi lisan, hiburan, acara adat, atau kegiatan pendidikan & moral.
Misalnya, pantun untuk hiburan bisa muncul di acara santai — jenis “jenaka” atau “sukacita”; pantun nasehat atau agama bisa muncul di majelis, khutbah, atau suasana serius. Konteks ini bisa membantumu menafsirkan jenis pantun dengan tepat.
7. Bandingkan dengan Kategori/Jenis Pantun yang Dikenal
Setelah analisis struktur, isi, rima, dan gaya bahasa — cocokkan hasil itu dengan kategori-kategori pantun yang umum dikenal (misalnya: pantun jenaka, pantun nasehat, pantun kiasan, pantun teka-teki, pantun agama, pantun sukacita/duka, dan sebagainya). Banyak referensi membagi pantun berdasarkan isi/pesan yang dibawa.
Dengan cara ini, kamu bisa mengklasifikasikan pantun yang kamu temui atau buat sesuai “jenis” yang paling cocok. Bagaimana? Menentukan jenis pantun bukan sekadar menebak isi atau nuansa, melainkan proses analisis berdasarkan struktur, rima, suku kata, gaya bahasa, konteks, dan tujuan pesan.
Setelah mengetahui jenis pantung dan contoh serta cara menentukan jenis pantun, kamu bisa mulai belajar membuat sendiri juga bisa loh.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ingin tahu lebih dalam tentang pantun? Yuk, simak beberapa pertanyaan berikut ini ya!
Pantun adalah karya sastra lama berbentuk puisi yang mengandung rima dan irama khas. Pantun digunakan untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau hiburan secara singkat dan menarik.
Pantun terdiri dari empat baris dengan pola sampiran dan isi. Setiap baris umumnya memiliki 8–12 suku kata serta menggunakan rima a-b-a-b.
Jenis pantun cukup beragam, seperti pantun nasihat, pantun jenaka, pantun agama, pantun cinta, dan pantun teka-teki. Pembagian jenis pantun disesuaikan dengan isi dan tujuan penyampaiannya.
Rima dalam pantun bersifat bersilang, yaitu a-b-a-b. Kesamaan rima dilihat dari bunyi akhir kata, bukan sekadar huruf terakhirnya.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat untuk membantu pembaca memahami berbagai jenis pantun dan contohnya sehingga mampu membedakan serta menggunakannya dengan tepat.
Referensi
Brain Academy. (2023). Pengertian Pantun, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya. Diakses dari https://www.brainacademy.id/blog/pengertian-pantun
Detik.com. (2023). Jenis-jenis Pantun Beserta Pengertian dan Ciri-cirinya. Diakses dari https://news.detik.com/berita/d-6500524/jenis-jenis-pantun-beserta-pengertian-dan-ciri-cirinya
Popmama.com. (2022). Jenis Pantun Berdasarkan Isi dan Contohnya. Diakses dari https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/jenis-pantun-berdasarkan-isi-dan-contohnya-00-yx1d8-bn1kys
Ruangguru. (2022). Mengenal Pantun: Puisi Lama dari Indonesia. Diakses dari https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia
StudyInCA. (2021). Pantun: Warisan Sastra Lisan Penuh Makna yang Tetap Kekinian. Diakses dari https://studyinca.ac.id/pantun/

