Pengertian Pantun Karmina, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh

pengertian pantun karmina atau pantun kilat

Pernah mendengar tentang pantun karmina? Kata karmina mungkin mengingatkan kamu pada nama seseorang. Namun istilah ini juga digunakan untuk menyebutkan salah satu jenis pantun, yakni pantun karmina tadi. 

Pantun ini juga dikenal dengan sebutan pantun kilat karena pantun jenis ini hanya memiliki dua baris saja. Berbeda dengan pantun jenis lainnya yang bisa sampai 4 baris bahkan 8 baris pun ada. 

Sebagai pantun yang bisa dikatakan punya jumlah baris minimalis, pantun jenis ini banyak digunakan dan mudah untuk dikuasai. Berbeda dengan pantun yang jumlah barisnya banyak maka butuh pemahaman lebih banyak kosakata. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pantun karmina? 

Pengertian Pantun Karmina

Pantun karmina atau karmina merupakan pantun dua seuntai karena memang hanya terdiri dari dua baris saja. Pantun jenis ini memiliki dua baris yang terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Sehingga baris pertama bisa terdiri dari 4 suku kata dan baris kedua juga 4 suku kata. 

Karmina diketahui memiliki sajak a-a sehingga ada persamaan bunyi antara suku kata akhir pada baris pertama dan baris kedua. Berhubung hanya terdiri dari dua baris, maka baris pertama disebut sampiran dan baris kedua adalah isi. 

Dilansir dari  berbagai sumber, Karmina di masa dulu merupakan pantun yang terdiri dari 4 baris dengan 4-5 suku kata di setiap baris. Namun, seiring berjalannya waktu karmina kemudian memiliki jumlah baris lebih sedikit. 

Sampai dikenal sebagai pantun berisi dua baris hingga saat ini. Meskipun pendek dan hanya berisi 8 suku kata. Namun karmina bisa dibuat semenarik mungkin sekaligus dibuat punya makna yang mendalam. 

Selain itu, sebagaimana pantun pada umumnya yang bisa dijadikan sumber hiburan. Misalnya dipakai untuk melawak, pantun kilat juga ideal untuk keperluan satu ini. Sehingga sangat tepat untuk dipelajari, dikuasai, dan dipraktekan juga. 

Dulunya, masyarakat menggunakan pantun karmina untuk berbagai tujuan. Misalnya: 

  1. Sebagai sarana menyampaikan gagasan dan perasaan, sehingga bisa dijadikan media untuk menyampaikan ide segar dan brilian yang dimiliki. Sekaligus cocok juga dipakai untuk menyatakan perasaan atau penilaian pribadi. 
  2. Sarana pemberi nasihat, sebab di masa dulu pantun menjadi media terbaik untuk memberikan nasehat kepada orang yang usia dan pengalamannya lebih minim. 
  3. Menjadi media selingan percakapan, sehingga pada tempo dulu banyak masyarakat yang berkomunikasi memakai pantun. Meskipun saat ini sudah tidak lumrah, namun pantun ini tetap bisa dijadikan alat komunikasi untuk menyampaikan suatu hal dengan teknik lebih menarik. 

Masyarakat Indonesia kemudian menjadikan karmina sebagai lelucon maupun hiburan di waktu senggang. Sehingga sering berisi sindiran di tengah suasana senda gurau, karena hal inilah karmina menjadi kurang populer. Sebab dianggap sebagai media melucu saja. 

Meskipun begitu, karmina tetap menarik untuk digunakan. Apalagi dengan sifatnya yang hanya berisi dua baris. Maka memudahkan siapa saja untuk menyusun kata-kata yang memenuhi ciri-ciri pantun karmina. 

Ciri-Ciri Pantun Karmina

Membantu memahami apa itu pantun karmina, maka bisa mencoba mengetahui juga ciri-ciri dari pantun karmina itu sendiri. Supaya bisa membedakannya dengan pantun jenis lain dan membantu menyusunnya dengan mudah dari hasil kreasi sendiri. Berikut adalah sejumlah ciri-ciri yang dimiliki karmina: 

banner-di-artikel (1)
  • Pantun ini punya ciri khas memiliki dua baris saja, baris pertama adalah sampiran dan baris kedua adalah isi. 
  • Isi di dalam pantun biasanya berupa sindiran dan bisa juga berupa pernyataan halus. 
  • Suku kata pada pantun karmina antara 8 sampai 12 suku kata, misalnya 4 suku kata di baris pertama dan 4 suku kata di baris kedua. Jika ingin memakai deretan kata yang lebih beragam maka bisa dibuat sampai 12 suku kata, baris pertama ada 6 dan baris kedua ada 6 suku kata juga. 
  • Pola rima di dalam pantun ini adalah a-a, sehingga kata paling akhir di setiap baris punya konsonan huruf yang sama. 
  • Tidak memiliki hubungan makna di setiap baris, sehingga antara sampiran dengan isi tidak harus punya makna. Pembuat pantun ini punya kebebasan menggabungkan kata mana saja demi mengejar rima a-a tadi. 
  • Umumnya berisi dua hal yang bertentangan, yakni antara rayuan dengan perintah. Ibarat pantun ini berisi permohonan dan dipadukan dengan perintah yang memaksa. 
  • Baris pantun karmina biasanya terdapat tanda koma di tengah. Baik untuk baris pertama maupun baris kedua. 

Struktur Pantun Karmina

Jika diperhatikan dari penjelasan sebelumnya, maka sudah bisa dipahami bagaimana struktur dari pantun karmina. Secara sederhana strukturnya terdiri dari dua baris dimana baris pertama adalah sampiran dan baris kedua adalah isi. 

Adapun isi pantun karmina adalah berisi sindiran dan juga pernyataan yang lugas. Sehingga pantun ini bisa digunakan untuk menyindir suatu hal. Sekaligus bisa digunakan untuk menyampaikan pernyataan yang lugas. 

Misalnya saat menilai seseorang seperti penampilannya yang kurang sopan. Maka bisa langsung menyatakan penilaian pada pakaian yang dikenakan memakai pantun kilat. Langkah ini bisa mencairkan suasana dan tidak menyinggung perasaan orang yang sedang dinilai penampilannya. 

Contoh Pantun Karmina

Mempelajar pantun karmina tentunya akan kurang maksimal dan kurang lengkap jika tidak melihat beberapa contohnya. Berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi sekaligus gambaran agar bisa memahami pantun jenis ini dengan seksama: 

  1. Ikan kakap makan kepompong
    Banyak cakap suka bohong
  2. Air panas di dalam panci
    Kurang pantas memuji diri
  3. Gelatik terbang ke awan
    Cantik itu dermawan
  4. Ada jelaga di kereta
    Mata terjaga hati tertata
  5. Kucing garong kucing betina
    Kalau bohong masuk neraka
  6. Parfum dicium harum baunya
    Baca Al-Quran paham maknanya
  7. Kelapa diparut enak rasanya
    Biar perutnya gendut baik hatinya
  8. Ikan lele beli di pasar
    Persoalan sepele jangan diumbar
  9. Dahulu parang, sekarang besi
    Dahulu sayang, sekarang benci
  10. Parfum dicium harum baunya
    Baca Al-Quran paham maknanya
  11. Buah nangka bentuknya bulat
    Sudah tua bangka belum ingat akhirat
  1. Dahulu ketan sekarang ketupat
    Dahulu preman sekarang ustadz
  1. Siapkanlah bekal menjelang wafat
    Dengan sebarkan ilmu yang bermanfaat
  1. Tiada umat sepandai Nabi
    Turutlah ilmu sebelum mati
  1. Limau purut di tepi rawa
    Sakit perut sebab tertawa
  1. Sudah gaharu cendana pula
    Sudah tahu bertanya pula.
  1. Jalan-jalan ke trotoar,
    Walau kampungan tapi pintar.
  1. Burung elang burung kutilang
    Abang pulang membawa uang
  1. Burung beo bunyinya nyaring, 
    Sebelum ngomong tolong disaring. 
  1. Makan enak ya makan rujak, 
    Meski kita jauh aku sukak. 

Penjelasan tentang pantun karmina di atas tentunya bisa memperluas wawasan kamu mengenai dunia sastra. Pantun jenis ini meskipun tidak terlalu populer tetap menarik untuk dipelajari dan siapa tahu bisa sering digunakan. 

Baik untuk menyusun pantun karmina kreasi sendiri maupun untuk membuat cuitan di media Sosial yang terlihat lebih menarik dan juga sangat bernuansa sastra. Jadi, silahkan mempelajari pantun karmina dan dijamin mudah membuatnya karena sampai saat ini masih menjadi pantun paling singkat.

Banyak banget artikel penting lainnya yang bisa kamu baca dan pelajari lho do Blog Bukunesia. Nah, buat kalian yang sudah punya naskah dan ingin menerbitkan buku, bisa banget hubungi kami Penerbit Buku Bukunesia.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis