Pengertian, Ciri-Ciri dan 15 Contoh Cerita Sage

pengertian cerita sage

Pernahkah kamu mendengarkan cerita sage yang disampaikan oleh ibu atau mungkin kakek dan nenek di rumah? Beberapa dari kita tentu sering mendapatkan cerita atau dongeng dari orang rumah, khususnya dari ibu untuk mengantar tidur. 

Dongeng ini jenisnya sangat banyak, bisa menampilkan tokoh yang fantastis dan memberikan pembelajaran yang positif. Beberapa dongeng yang diceritakan ibu di rumah juga bisa bersifat tradisional yang diceritakan turun temurun. 

Dongeng tradisional ini jenisnya juga tidak kalah banyak mulai dari legenda, mitos, kemudian ada juga sage. Lalu, sudahkah kamu mengenal apa itu sage dan seperti apa ciri khasnya yang membuatnya berbeda dengan dongeng tradisional lainnya? 

Pengertian Cerita Sage

Sage secara umum adalah salah satu jenis cerita rakyat yang isinya menceritakan tentang peristiwa sejarah yang telah bercampur dengan imajinasi atau fantasi masyarakat. Sage kemudian mengandung dua unsur, yakni fakta dan bumbui dengan mitos atau fantasi. 

Misalnya sage tentang Cerita Roro Jonggrang yang mengisahkan asal muasal dibangunnya Candi Prambanan di Jawa Tengah. Cerita ini dulunya disampaikan secara lisan dan diwariskan dari generasi ke generasi. 

Seiring berjalannya waktu, cerita rakyat yang masuk ke dalam kategori sage ini kemudian ditulis dalam sebuah buku. Berisi kumpulan cerita rakyat lainnya, baik yang satu jenis sage maupun dicampur dengan jenis cerita rakyat lain seperti legenda dan mitos. 

Sage kemudian menghadirkan sebuah cerita rakyat yang disampaikan secara lisan dan dikaitkan dengan suatu peristiwa bersejarah. Misalnya Roro Jonggrang tadi, yang meninggalkan bukti berupa Candi Prambanan dan masih bisa dikunjungi sampai sekarang. 

Namun, apakah memang pada masa itu ada Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso? Tentunya tokoh-tokoh ini sifatnya fiktif, dan sekalipun ada biasanya cerita hidup mereka dibuat fantasi atau tidak nyata dan tidak didasarkan pada catatan sejarah. 

Pengertian Cerita Sage Menurut Para Ahli/Sumber

Jika masih bingung mengenai pengertian sage, maka berikut adalah pengertian yang dilansir dari berbagai sumber: 

1. KBBI 

Sumber yang pertama adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. Dijelaskan bahwa sage adalah cerita rakyat berdasarkan cerita sejarah yang sudah ditambah imajinasi masyarakat.

Sehingga sage kemudian berisi sedikit catatan sejarah dan diberi bumbu imajinasi masyarakat di masa tersebut. Cerita hasil pengembangan imajinasi ini kemudian disebarluaskan dari mulut ke mulut dan diwariskan dari generasi ke generasi. 

Kakek dan buyut kita tentunya sudah mengenal adanya cerita rakyat seperti asal muasal kota Cianjur, Cerita Roro Jonggrang, Cerita Sangkuriang, dan lain sebagainya. Sampai sekarang, anak-anak masa kini juga mendengarkan cerita yang sama. 

banner-di-artikel (1)

B. Kamus Duden das Bedeutungswörterbuch

Sumber yang kedua adalah Kamus Duden das Bedeutungswörterbuch yang menjelaskan bahwa sage adalah tradisi lisan yang berkaitan dengan sejarah. Sehingga ada cerita lisan yang berdasarkan sejarah dan disampaikan secara luas melalui lisan juga.

C. Kamus Duden Universal Worterbuch

Sumber ketiga yang menjelaskan tentang definisi dari cerita sage adalah Kamus Duden Universal Worterbuch. Dalam kamus tersebut sage didefinisikan sebagai laporan lisan yang menceritakan kehidupan sehari-hari. 

Sage kemudian berisi sebuah cerita yang terdengar sangat indah, memiliki makna dalam, dan memberikan nilai atau pesan positif. Namun mengenai sumber atau referensinya tidak jelas atau tidak bisa dijelaskan secara logika. 

Sampai detik ini belum diketahui referensi yang digunakan oleh masyarakat zaman dulu dalam membuat cerita sage yang dikenal sampai masyarakat era sekarang. Fakta bahwa sage berkembang tanpa referensi yang jelas membuat isinya disinyalir memiliki cerita fiksi hasil imajinasi. 

Sage oleh masyarakat luas juga dikenal dengan istilah dongeng sejarah. Mampu menceritakan kisah bersejarah yang bisa ditemukan di buku-buku pendidikan. Sekaligus menjelaskan mengenai sesuatu yang sifatnya imajinatif, seperti tokoh yang punya suatu kesaktian dan keajaiban. 

Sehingga di dalam sage menjelaskan adanya kombinasi apik antara fakta sejarah dengan sebuah hasil imajinasi. Cerita ini diyakini kebenarannya oleh masyarakat luas meskipun tidak ada bukti yang bisa menjelaskan referensinya dari mana. 

Meskipun begitu, sage ini masih abadi sampai sekarang dan diceritakan turun-temurun. Sebab memang ada banyak pesan positif bisa ditanamkan kepada anak-anak melalui semua cerita tersebut. 

Ciri-Ciri Cerita Sage

Sage kemudian memiliki sejumlah ciri khas yang membuatnya unik, menarik, sekaligus berbeda dari cerita rakyat jenis lainnya. Ciri-Ciri tersebut antara lain: 

1. Mengandung Peristiwa Sejarah 

Sage mengandung peristiwa sejarah dan ada bukti peninggalan sejarah yang digunakan. Kemudian dikombinasikan dengan cerita hasil imajinasi, sehingga tetap ada sejarah di dalamnya. 

2. Ada Unsur Kepahlawanan dan Kesaktian 

Sage umumnya mengangkat cerita dengan unsur kepahlawanan dan kesaktian di dalamnya. Misalnya cerita tentang Rawa Pening, dimana dikisahkan ada anak kecil yang bisa menancapkan lidi ke tanah dan tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya. 

3. Mengandung Pesan Moral 

Setiap cerita memiliki pesan moral. Misalnya Roro Jonggrang, dimana ada pesan untuk tidak serakah. Pesan moral ini akan sangat penting untuk memberi sifat baik pada anak-anak yang mendengarkan ceritanya. 

4. Penyebaran Secara Lisan 

Sage bukanlah cerita tertulis yang ada di buku-buku, meskipun masa sekarang nyaris semua sage sudah dibukukan. Namun pada awalnya cerita ini dibuat secara lisan dan berkembang secara lisan. Sehingga penyebarannya juga secara lisan. 

5. Anonim 

Cerita sage adalah cerita anonim yang tidak diketahui pengarangnya siapa dan kemudian tersebar sangat cepat. Sebab mengandalkan lisan dan pada masa dulu orang bisa mobilitas lintas daerah dan bertemu banyak orang saat berdagang. 

6. Bersifat Kolektif 

Sage bukanlah cerita yang hanya dimiliki satu orang atau satu pihak saja, sage dimiliki bersama. Sehingga cerita jenis ini sifatnya kolektif yang memang siapa saja berhak menceritakannya maupun mendengarkannya. 

7. Punya Kesamaan Tema dengan Sage Lainnya 

Sage juga punya ciri khas yaitu memiliki kesamaan tema dengan sage lainnya, meskipun berbeda judul dan bahkan berasal dari daerah yang berbeda. Misalnya bertemakan percintaan di sebuah istana. 

8. Sebagian Besar Memiliki Latar Kerajaan atau Istana 

Berhubung sage berkembang dari zaman dulu sampai sekarang dan ada unsur keajaiban dan kepahlawanan. Maka umumnya menggunakan latar kerajaan atau istana. 

15 Contoh Cerita Sage

Adapun contoh-contoh dari cerita sage ini juga sangat banyak, di setiap daerah di Indonesia bahkan memiliki dongeng sage tersendiri. Contoh cerita sage yang populer di Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Cerita Hikayat Hang Tuah
  2. Cerita Ciung Wanara
  3. Cerita Syariah Melayung
  4. Cerita Jaka Tingkir
  5. Cerita Ramayana
  6. Cerita Malin Kundang
  7. Cerita Roro Jonggrang
  8. Cerita Sangkuriang (Gunung Tangkuban Perahu)
  9. Cerita Rawa Pening 
  10. Cerita Klenting Kuning (Galuh Candra Kirana) 
  11. Cerita Nyi Roro Kidul 
  12. Cerita Rara Mendut 
  13. Cerita Lutung Kasarung 
  14. Cerita Si Pitung 
  15. Cerita Airlangga
  16. Cerita Kebo Iwa
  17. Cerita Calon Arang
  18. Cerita Jaka Tarub
  19. Cerita Ken Arok
  20. Cerita Caadara

Selain contoh sage yang disebutkan di atas, dijamin masih banyak lagi cerita-cerita yang lainnya. Berhubung sage mengambil suatu unsur sejarah maka di setiap daerah dan wilayah di Indonesia ada banyak sage yang berkembang secara lokal. Jadi, cerita sage seperti apa yang berkembang di daerah kamu tinggal atau dilahirkan?

Pertanyaan Sering Ditanyakan

Apa itu Cerita Rakyat Sage

Cerita rakyat sage merupakan cerita rakyat yang isinya menceritakan tentang peristiwa sejarah yang telah bercampur dengan imajinasi atau fantasi masyarakat (mitos).

Baca juga artikel penting berikut ini.

Penulis: Puji

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis