Mengenal Layouter Buku dan Tugasnya

definisi dan tugas layouter buku

Punya naskah dan siap untuk diterbitkan secara mandiri? Nah, salah satu buku bisa terbit adalah harus sudah dilakukan tata letak oleh layouter buku. Apa itu layouter buku dan apa saja tugasnya? Yuk kita pahami dalam artikel ini ya.

Jika di artikel sebelumnya kita membahas 10 cara menerbitkan buku sendiri. Ternyata ada banyak hal yang harus dipersiapkan saat ingin menerbitkan buku secara mandiri. Salah satunya menyiapkan layouter buku. 

Buat newbie yang bertanya-tanya, apa sih layouter buku? Nah pada kesempatan kali ini kita akan berkenalan lebih dekat tentang tema ini. Langsung saja kita simak ulasan berikut ini. 

Apa Itu Layouter Buku?

Di dunia per-layout-an ada beberapa istilah, ada yang istilah layoter, layout dan layouting. Ketiganya memiliki peruntukan yang berbeda-beda. Penasaran? Langsung simak ulasan berikut. 

1. Pengertian Layout buku 

Layouter buku secara umum dapat diartikan upaya untuk merapikan, menyusun, menata atau memadupadankan banyak elemen komunikasi grafis. Bentuk komunikasi grafis itu sendiri terdiri dari banyak sekali bentuk, meliputi teks (kata, kalimat), gambar, tabel dan masih banyak lagi. Komunikasi grafis dapat pula diartikan sebagai komunikasi visual yang komunikatif, menarik yang memiliki estetika bagi para penikmatnya. 

Jadi layout buku adalah menata atau menyusun tata letak isi buku secara menarik dan rapi. Tujuannya untuk memberikan fokus yang jelas kepada penikmatnya. Layout juga dapat digunakan dalam bentuk upaya menyampaikan pesan kepada pembaca dengan cara memberikan penekanan informasi secara gamblang dan jelas.

Coba bayangkan, jika sebuah buku yang dipublikasikan untuk umum, tanpa ada proses layout. Maka buku itu akan menjadi acak-acakan. Terkesan apa ada nya dan kurang memiliki daya tarik dari segi estetik bentuk. Dimana estetik bentuk buku secara tidak langsung bentuk marketing soft selling yang tidak banyak disadari. 

2. Pengertian Layouter Buku dan Layouting

Setelah mengetahui pengertian secara umum tentang layout buku, maka yang dimaksud dengan layouter buku adalah usernya. Orang yang bekerja merapikan, menyusun, menata dan memadupadankan elemen komunikasi grafis.  Daya tarik bentuk layout yang menarik atau tidak, tergantung dari ilmu dan kreativitas orang yang menjalankan proses layout.

3. Pengertian Layouting Buku 

Sementara yang dimaksud dengan layouting adalah proses pengerjaan yang dikerjakan oleh user.  layouting buku dapat pula diartikan sebagai proses penataan, merapikan, menyusun komunikasi grafis. Jadi lebih menekankan pada tugas layouter buku, yang akan di bahas di sub bab di bawah. 

Buat kamu seorang penulis yang sedang mempersiapkan menerbitkan buku dan ingin melayout buku sendiri, wajib tahu tugas-tugasnya. Atau mungkin kamu memang punya keinginan menekuni profesi layouter buku? Kamu bisa simak di bab di bawah tentang tugas layouter. 

Tugas Layouter Buku

Ternyata peluang dan prospek menjadi seorang layouter buku masih terbuka lebar dan cukup menjanjikan. Maka tidak heran jika profesi ini sampai sekarang masih banyak dicari. Nah, buat kamu yang ingin mengenal dan  ingin tahu lebih, berikut tugas layouter buku yang perlu digaris bawahi. 

1. Desain Tata Letak Buku

Tugas Layouter Buku yang pertama, tentu saja harus melakukan desain tata letak buku. Kelihatannya hanya menata dan melakukan desain. Pada prakteknya, cara ini membutuhkan kreativitas yang tinggi. Bahkan dari proses pengerjaannya pun butuh konsentrasi dan fokus yang lebih ekstra. 

Secara kasat mata, tugas mereka sepertinya hanya bermain mouse saja. Hanya menggeser kursor dan ke kanan dan kekiri. Namun jika kita dalami lebih dalam lagi, saat melakukan tata letak ada perhitungan, ada analisa pantas dan tidak pantas, presisi atau belum presisi.

Intinya, seorang layouter harus memahami dan mengerti konsep dari desain yang sedang dikerjakan.  Konsep ini inilah yang akan menentukan hasil layout buku akan menarik untuk dibaca oleh pembaca atau tidak.

2. Mengetahui Segmen Pembaca Buku

Tugas layouter buku yang kedua, secara tidak langsung seorang layouter memahami segmen pembaca buku. Ternyata tidak hanya tim editor dan penulis saja yang harus tahu segmentasi pembaca. Seorang layouter buku pun juga wajib tahu. 

Seorang layouter buku yang tidak mengetahui segmentasi pembaca, akan sulit menentukan tata letak buku. Seorang layouter perlu tahu selera dan keinginan pembaca terkait buku-buku yang laris di pasaran. 

Setidaknya dengan memahami apa yang diinginkan pembaca, seorang layouter akan banyak terbantu menemukan ide dan cara melayout yang yang lebih menyenangkan untuk pembaca. Jika hasil layout bagus, tidak hanya pembaca yang akan merasa senang, penulis buku pun juga akan merasa senang dengan hasil akhir karya yang menarik. 

3. Memahami Penggunaan Software 

Sudah barang tentu jika ingin menjadi layouter buku, harus tahu dan memahami penggunaan software. Sebenarnya ada banyak sekali software yang dapat digunakan. Karena ada banyak jenisnya, maka tidak heran jika setiap penerbit buku biasanya menggunakan software yang berbeda-beda. 

Menguasai software layout buku saja ternyata tidak cukup. Secara tidak langsung seorang layouter buku dituntut untuk mengetahui unsur-unsur dunia per layout-an. Lantas apa saja yang perlu dipelajari secara mandiri? 

  1. Penguasaan penggunaan software 
  2. Menguasai unsur-unsur layouting 
  3. Menguasai pola-pola layouter 
  4. Tahu masalah program image editor, dsb

Dari beberapa poin di atas, ada tugas khusus layouter buku, yaitu menguasai program komputer. Ada banyak program komputer yang bisa kamu pelajari,misal ada adobe photoshop, corel photo paint, corel draw, freehand, adobe illustrator dan masih banyak lagi. 

4. Memahami Percetakan (Ukuran Dan Warna)

Dari tiga poin di atas apa sudah cukup? Ternyata belum. Tugas layouter buku juga perlu paham tentang ilmu tipografi, foto, ilustrasi, warna, garis dan ilmu keruangan. Nah, di sinilah seni dan kreativitas seorang leyouter diuji. 

Kemampuan kolaborasi dari ilmu tipografi, seni pemilihan warna, menyatukan garis dan ilmu ruang dipermainkan. Seorang layouter yang baik akan meng-elaborasi-kan unsur-unsur tersebut menjadi hasil yang seimbang. 

Jika diperhatikan, saat orang datang ke toko buku, selain melihat judul yang menarik, kira-kira apa yang membuat mereka tertarik ingin membeli buku tersebut? 

Yap! benar sekali, karena seni layouter dari sampul. Pembeli memilih buku berdasarkan banyak faktor. Misal memilih dari tipografi yang menonjol dan menarik mata calon konsumen. Bisa juga mereka tertarik membeli karena komposisi warna sampul buku yang menarik perhatian mereka dan masih banyak lagi. 

Setidaknya dari sini, menunjukan seberapa penting peran dan tugas seorang layouter dalam mengkomparasi dan mengelaborasi agar mampu menghasilkan sesuatu yang menarik.

5. Komunikasi

Secara harfiah hasil layouter tidak bisa berbicara secara langsung. Namun secara tidak langsung, hasilnya mampu membangkitkan emosi calon konsumen. Misal emosi penasaran, emosi rasa tertarik ingin membeli buku, dan masih banyak hal lainnya. 

Lantas bagaimana cara agar hasil layouting bisa berkomunikasi? Ada beberapa hal yang bisa membantu dalam proses layouting, yaitu dengan mengetahui tema buku yang akan di layout, tahu konsep buku yang akan di layout,  dan perlu adanya draft. 

Agar lebih yakin, layouter juga boleh mencari referensi yang relevan. Kemudian layouter harus tahu tentang style dan layering yang tepat.

Itulah beberapa tugas layouter buku dan pengertian tentang layouter buku. Sampai di sini, semoga kamu sudah tahu gambaran secara umum. Nah, buat kamu yang fokus ke teks tulisan dan tidak ada keterampilan di bidang ini. Tidak ada salahnya untuk mencari professional layouter buku. 

Gaji Layouter Buku

Untuk masalah gaji sendiri, sangat tergantung dari sistem kerja dan kontrak kerja masing-masing ya. Kebanyakan Layouter buku memang kerjanya freelancer ataupun yang kantor juga berdasarkan jumlah yang dikerjakan dan dibayar berapa sesuai tawar menawar. Yuk, coba cari-cari di portal mencari kerja seperti jobstreet ya.

Sementara buat kamu yang punya impian menjadi seorang layouter buku, semoga ulasan di atas memberikan kerangka langkah yang perlu kamu persiapkan untuk mendalami dan menekuni profesi ini. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca juga artikel lainnya terkait pekerjaan di penerbitan

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis