10 Manfaat Membaca Cerita Fiksi dan Non Fiksi

10 Manfaat Membaca Cerita Fiksi dan Non Fiksi

Banyak sekali yang menganggap membaca cerita fiksi itu hanya buang waktu. Namun, ada 10 manfaat membaca cerita fiksi yang tidak diketahui banyak orang dan memiliki dampak besar.

Indonesia memiliki minat baca yang rendah. Menurut data UNESCO, Indonesia peringkat kedua dari bawah terkait literasi. Sementara daya tarik masyarakat Indonesia lebih tertarik dengan budaya bercerita dari mulut ke mulut. 

Itu sebabnya budaya nyinyir lebih tajam. Duh, bahaya nih. Semoga kita tidak jadi bagian kaum suka ngibah.

Terlepas dari keprihatinan yang sudah disebutkan diatas, membaca memiliki banyak manfaat. pepatah tentang “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”. Orang yang tidak berilmu itu justru nyaring bersuara, dan dan banyak berbicara.  

Ada juga pepatah lain tentang Filosofi padi, “semakin berisi semakin merunduk”. Orang yang memiliki banyak ilmu, mereka sadar betul perspektif, ilmu, dan teori sehingga mereka saat hendak berbicara berpikir dulu.

Orang yang memiliki banyak ilmu, justru merasa bodoh karena ilmu pengetahuan itu sangat luas dan merasa apa yang diketahuinya hanya 0,00000001% saja. 

Salah satu melatih melatih agar menjadi orang yang berilmu dan berpengetahuan adalah sering membaca. Membaca apapun itu, termasuk membaca cerita. Nah, berikut beberapa manfaat membaca cerita. 

1. Meningkatkan Kecerdasan Logika

Manfaat membaca cerita fiksi ternyata mampu merangsang kecerdasan logika lebih tinggi. Tidak setiap orang memiliki logika yang baik. Dikatakan memiliki logika yang baik apabila orang tersebut mampu mengolah informasi dan data secara bijak. 

Orang yang memiliki kecerdasan dalam logika, pasti memiliki pandangan jauh lebih luas. Memiliki pemikiran yang berhati-hati. Ada banyak hal yang dipertimbangkan tanpa merugikan orang lain atau semacamnya. 

orang yang memiliki kecerdasan logika memiliki sensitivitas terhadap pola-pola logik dan memiliki kemampuan untuk mendeteksi. Umumnya orang ini memiliki kepekaan panca indra yang baik. Dari kepekaan panca indra yang diaktifkan, akan diolah dan dianalisis terlebih dahulu sebelum akhirnya menjadi pemikiran yang logis.

2. Mengurangi Stres (Hiburan)

Selain meningkatkan kecerdasan dalam berlogika, ada manfaat membaca cerita yang lain. Salah satunya dapat mengurangi stress. Pada dasarnya membaca cerita bentuk hiburan. Kata hiburan itu sendiri tidak melulu membuat kita senang. 

Tetapi juga mengaktifkan perasaan dan emosi yang kita miliki. Pentingnya mengaktifkan emosi dalam diri. Berbicara tentang emosi, ada banyak bentuk emosi loh, misalnya seperti emosi senang, sedih, harus, bahagia, empati dan masih ada sensasi emosi yang tidak bisa dijelaskan dalam bentuk tulisan, namun bisa dirasakan. Setiap orang pun memiliki tingkatan emosi yang berbeda-beda. 

Dari emosi yang ditimbulkan bacaan, maka akan menstimulasi otak untuk berfikir dan merenung. Akhirnya jadilah pembelajaran, menemukan hikmah dari cerita.

Dari hikmah dan pembelajaran itulah yang mendorong kita untuk memahami hidup kita sendiri. Sehingga kita merasa lebih baik terhadap masalah-masalah yang kita hadapi. 

Stress yang menjadi permasalahan pun seolah terlepaskan. Karena stress dapat diolah oleh otak dan membukakan perspektif berbeda.

3. Memperbaiki Kualitas Tidur

Bagi kamu yang tidak bisa tidur, ternyata cara ini bisa kamu terapkan loh. Saat kita membaca, kita dalam kondisi konsentrasi maksimal. Di sini lah otak kita sedang mengolah dan mencerna informasi yang masuk. Tidak jarang kita pun juga akan berimajinasi saat membacanya. Otak yang berkonsentrasi maksimal inilah yang pada akhirnya butuh istirahat. 

Ada juga kasus lain, ketika membaca cerita kita berada dalam dimensi lain yang menjadikan kita merasa mengantuk. Itu sebabnya banyak anak-anak yang dibacakan sebuah dongeng oleh orangtuanya, mereka langsung terlelap tidur. karena mereka otak terfokus dalam imajinasi yang muncul hingga tak terasa mengantarkan pada tidur lelap.

4. Memperbaiki Kualitas Hubungan dengan Orang Lain

Manfaat membaca cerita fiksi apalagi cerita yang positif akan mengaktifkan rasa empati dan toleransi kita terhadap orang lain. Perasaaan seperti inilah yang disebut kecerdasan emosi. Tidak semua orang memiliki kecerdasan emosi dengan baik. 

Sementara orang yang memiliki kecerdasan emosi, mereka tahu bagaimana menjaga hubungan dengan orang lain. Alasannya sederhana, karena mereka tahu sikap yang harus ditunjukan. Tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tahu sikap inilah kunci dari rasa kenyamanan orang lain terhadap orang tersebut. Sehingga tetap menjaga kualitas hubungan dengan baik. 

5. Lebih Terbuka

Terbuka terhadap banyak hal, mulai terbuka pada ilmu baru, terbuka dengan perbedaan pendapat, terbuka dengan kritik dan masukan dan masih banyak lagi..

Umumnya orang memiliki pengetahuan lebih, mereka memiliki hobi membaca. Ada tipe orang pembaca buku, yaitu orang yang baru membaca sedikit, mereka akan merasa sok pintar dan sok tahu. serta orang yang membaca lebih banyak buku, merasa apa yang sudah diketahuinya masih sangat sedikit.

Umumnya, orang tipe kedua yang memiliki banyak ilmu justru memiliki ciri orang yang terbuka. Memiliki sifat yang fleksibel, tidak mudah terprovokasi, memiliki tingkat pemahaman yang tinggi dan memiliki pemikiran yang terbuka terhadap apapun. 

6. Cerdas Kosa Kata

Manfaat membaca cerita yang dibiasakan untuk anak-anak akan memberikan kosakata pada anak-anak. Ada satu pengalaman menarik yang saya temukan. Ada anak usia 3 tahun. Saat pertama kali dengan anak ini, aku sedikit kaget dengan kosa kata kelancarannya dalam berbicara dan kemampuan berlogika. 

Bahkan, anak seusia tiga tahun seperti anak usia SMP yang lancar membaca, dan banyak kosakata-kosakata yang dikuasai oleh orang-orang dewasa. Saat saya tanyakan kepada ibunya, ternyata sejak di dalam kandungan, anak sudah dibiasakan diajak berbicara dan dibiasakan dibacakan sebuah cerita. 

Saat anak lahir, meskipun masih bayi, anak juga selalu dibiasakan membaca cerita. Saat anak mulai merangkak dan berjalan, anak langsun memiliki kesadaran diri terhadap buku-buku bacaan. Saat anak usia 1 – 2 tahun, anak sudah memiliki ketertarikan secara alami tentang buku bacaan. 

Dari sini saya belajar, manfaat membaca cerita untuk anak-anak ternyata memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan kosakata anak sedini mungkin. Selain itu, cara ini juga mengajarkan anak memiliki kesadaran membaca sejak dini.

Cerdas akan kosa kata juga sangat berdampak baik apabila kalian juga berminat untuk menulis ceritamu sendiri untuk menjadi sebuah karya sastra karana salah satu tips yang penting supaya cerita menarik adalah kaya akan kata dalam cerita.

Baca juga: 7 Cara Menulis Cerita Fiksi Menarik

7. Kreatif

Manfaat membaca cerita secara langsung ataupun tidak langsung, akan mendorong seseorang berperilaku dan bersikap kreatif. Memiliki perilaku dan sikap kreatif itu tidak instans loh. butuh yang namanya proses inkubasi ide dan perlu banyak informasi. 

Informasi yang masuk, akan dikelola sedemikian rumah, kemudian dibiarkan tersimpan di dalam otak. Saat mendapatkan informasi baru yang selaras dengan informasi lama, maka informasi lama yang tertidur di dalam otak kembali bangun berkat informasi baru yang relevan. Kemudian di elaborasi dan kolaborasi menjadi sesuatu yang baru. 

Ketika informasi lama dan informasi baru diolah sedemikian rupa, maka mendorong setiap diri manusia untuk melahirkan sesuatu yang baru, yang berbentuk kreatifitas tertentu. 

8. Empati & Simpati

Orang yang memiliki kebiasaan membaca juga akan terlatih rasa empati dan simpati terhadap orang lain. Sehingga mereka sangat berhati-hati dalam bersikap ataupun berkata-kata. Lahirnya perasaan empati ini juga karena dipengaruhi proses berfikir akibat dari membaca cerita. 

Terutama buat yang suka membaca cerita, baik itu cerita pendek, cerita novel ataupun cerita dongeng. Di sana banyak stimulus yang merangsang kepekaan emosional. Mengaktifkan sisi rasa simpati dan empati terhadap orang lain. 

Dimana perasaan empati dan simpati ini tidak hanya bermanfaat untuk memahami orang lain saja, tetapi ada banyak manfaat lain yang akan memberikan keuntungan bagi orang tersebut dalam menjalankan interaksi sosial. 

9. Tidak Mudah Percaya Hoax

Era teknologi seperti saat ini, banyak sekali informasi hoax bertebaran dimana-mana. Nah, salah satu manfaat membaca cerita ataupun bacaan lain adalah, menjadikan kita tidak mudah percaya berita atau informasi hoax. 

Alasannya sederhana, karena orang tersebut memiliki pemikiran kritis, dan nalar yang baik. sehingga mencerna informasi yang datang untuk dilakukan kroscek kebenarannya terlebih dahulu. Biasanya orang yang suka membaca juga tidak langsung mengiyakan berita yang diterimanya serta merta. 

10. Bisa Membuat Cerita Sendiri

Manfaat membaca cerita yang terakhir, memiliki kemampuan menjadi seorang pencipta. Jika konteksnya adalah seorang penulis, maka salah satu manfaat membaca cerita adalah bisa membuat cerita sendiri. 

Membuat cerita sendiri dan original di era sekarang sangat perlu. Selain bertujuan untuk menciptakan perspektif yang baru, juga memberikan warna yang berbeda bagi para penikmat atau pembaca. Contoh sederhananya, saat kita membaca artikel. Ketika kita mengetikan kata kunci, yang muncul banyak sekali artikel yang ulasannya hampir sama. 

Sebagai pembaca, kadang merasa bosan karena perspektifnya hanya itu-itu saja. Akan berbeda jika isi di dalamnya berbeda dan unik. Sebagai pembaca merasa mendapatkan sesuatu yang baru dan tulisan menjadi lebih special, karena penulis mampu menulis dengan cara, gaya dan perspektifnya sendiri.

Pengen menulis cerita sendiri? Baca panduan dasar berikut ini.

Jika ditelusuri dan dikaji lebih dalam lagi, masih ada banyak lagi manfaat membaca cerita. Diantaranya meminimalisir potensi alzheimer, memperkuat kemampuan berpikir, memperkuat kemampuan mengingat dan menjadikan pribadi sehat secara mental. 

Seperti yang kita tahu, bahwasanya media sosial pemicu utama penyebab orang mengalami gangguan mental dan stress. Agar sehat jiwa dan mental, butuh diimbangi dengan kebiasaan membaca dan membaca bacaan yang berkualitas. Itulah beberapa manfaat membaca cerita yang akan kamu rasakan. Semoga ulasan yang singkat ini bermanfaat.  (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis