7 Langkah Melawan Sifat Menunda Bagi Penulis Pemula

Langkah Melawan Sifat Menunda Bagi Penulis
Cara melawan sifat menunda bagi penulis ini bisa membantu Anda lebih produktif dan segera menyelesaikan menjadi buku paling baik.

Melawan Sifat Menunda Bagi Penulis Pemula itu penting. Karena jika tidak dilawan, maka kita akan kalah pada diri sendiri. Padahal sebenarnya kita mampu menjadi pemenang dan bisa menjadi seperti apa yang kita inginkan. Termasuk keinginan menjadi seorang penulis yang keren. 

Tentu saja untuk bisa menjadi seorang penulis dibutuhkan proses Panjang, Latihan dan mengasah mentalitas. Termasuk juga harus mampu melawat diri sendiri. Melawan rasa malas yang rasanya hanya sepele, tetapi dampaknya sangat berbahaya untuk masa depan kita.

Berikut adalah cara melawan sifat menunda bagi penulis pemula. 

1. Tujuan Jelas Bukan Hanya Dibayangkan

Cara melawan sifat menunda bagi penulis pemula yang pertama kali diperhatikan adalah, tentukan tujuan. Buat tujuan secara jelas, secara spesifik dan jika perlu ditulis dalam selembar kertas dan ditempel. Lalu apakah bisa membayangkan tujuan? Sebenarnya bisa-bisa saja. Hanya saja Ketika tujuan hanya dibayangkan, akan mudah menguap. 

Setidaknya dengan membuat tujuan dengan jelas dan spesifik, kita sudah mengaktifkan gelombang otak kita. Ketika tujuan jelas Anda tuliskan, maka apa yang dituliskan akan menjadi sugesti. Dimana sugesti ini mampu mengubah yang sulit menjadi mudah, mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. 

2. Buat Timeline Kapan Berakhir Menulis Buku 

Setelah menemukan tujuan yang spesifik dan jelas, Langkah selanjutnya Anda perlu membuat timeline. Di sinilah Anda bisa membuat target atau deadline. Setidaknya dengan timeline, target dan deadline akan melatih kedisiplinan. Agar tidak meremehkan hal-hal kecil. Karena sesuatu yang besar bukankah diawali dari hal-hal yang kecil dan sederhana?

Setidaknya dengan deadline yang kita buat, ada motivasi untuk segera menyelesaikan. Tanpa disadari, membuat timeline deadline salah satu jurus jitu melawan rasa malas diri sendiri. Terkadang, tanpa kita sadari, rasa malas ini mampu merusak tatanan waktu dan menunda keberhasilan loh. Sederhana namun sangat berdampak. 

3. Buat Jadwal Yang Rutin Dan Tidak Memberatkan 

Rasa malas memang perasaan yang pasti dirasakan oleh setiap orang. Orang besar dan sukses, mereka memiliki kesadaran diri untuk melawan rasa malas. Sementara kaum mendang-mending seperti kita, justru lebih banyak yang melayani rasa malas. Bahkan memupuk rasa malas ini dengan dalih, hidup hanya sekali, nikmati hidup saat ini. 

Sementara orang-orang yang besar mereka tidak menuruti rasa malas. Salah satu cara melawan adalah membuat jadwal rutin. Jadwal yang dibuat tidak melulu berat dilakukan kok. Jadwal Sederhana saja. Misalnya sehari minimal menulis satu paragraf, satu halaman, atau satu tulisan (tergantung kemampuan kita). Jadi mood tidak mood, malas tidak malas di jam dan jadwal yang sudah kita buat harus duduk di depan komputer/atau menulis di kertas. Ketika sudah waktu jadwalnya, tidak boleh melakukan kegiatan lain. 

Tetap duduk ditempat sampai jadwal itu selesai. Tidak masalah jika yang dikerjakan tidak sesuai target awal. Paling tidak kita sudah komitmen sesuai jadwal. Bahkan Ketika di depan laptop mengalami buntu ide, tetap bertahan dan tetap menulis. Hindari bermain ponsel saat masuk di jadwal tersebut.

4. Gunakan Teknik Pomodoro 

Teknik pomodoro juga dapat melawan rasa malas. Pomodoro adalah teknik timer yang dalam pemahaman sederhana bisa kita sebut dengan teknik manajemen waktu. Jadi polanya adalah dengan membagi waktu. misalnya Anda membuat alokasi waktu 1 jam untuk satu artikel. kemudian istirahat selama 30 menit. Kemudian aktivitas menulis kembali dilakukan selama satu jam ke depan. di jeda lagi istirahat lagi selama 30 menit. lakukan sampai beberapa putaran. kemudian baru istirahat dalam waktu lama. 

pasalnya teknik pomodoro ini lebih efektif dan produktif. Apalagi untuk proses kerja tulis menulis. DImana otak dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk menuliskannya. Jadi dengan memberikan jeda waktu, itu artinya memberikan ruang untuk otak beristirahat. Sehingga ketika kembali bekerja, bank informasi di otak kita kembali aktif maksimal dan hasilnya pun lebih maksimal.

5. Pecah Bab Menjadi Lebih Kecil Lagi 

Biasanya latar belakang yang menyebabkan malas dan menunda-nunda pekerjaan karena merasa berat dan merasa sulit. Apakah Anda juga merasakan hal yang sama? Jika hal ini yang Anda rasakan saat menulis. Maka Anda bisa memecah bab menjadi lebih kecil.

Jadi, Anda bisa menyiasati dengan memecah topik yang akan Anda angkat. Sebagai contoh sederhana, kita akan menulis tema tentang stroberi.

Maka kita bisa pecah ke dalam beberapa sub bab. Misalnya cara budidaya stroberi, cara memperbanyak stroberi, perawatan stroberi, cara membasmi hama pada tanaman stroberi. Atau Anda bisa saja focus pada khasiat stroberi untuk Kesehatan. Salah satu keuntungan memecah bab/topik/tema lebih kecil adalah, Anda tidak merasa kebingungan dan apa yang Anda tulis nanya lebih spesifik lagi. 

Kalau dari Bukunesia, menyarankan Anda untuk bisa menulis di dalam blog sih. Biar nanti terkumpul banyak seiring waktu. Cek disini caranya “8 Cara Menulis Cerita di Blog dan Bisa Terbit Jadi Buku“.

6. Gunakan Bantuan Teknologi

Setelah memecah bab/tema/topik setidaknya Anda sudah bisa mengembangkan ke dalam sebuah kalimat yang membentuk sebuah gagasan. Selama proses pengerjaaan, apalagi jika yang ditulis adalah artikel Panjang atau menulis buku. Maka potensi besar mengalami kesalahan tulis seperti typo sangat besar.

Terkadang, alasan inilah yang menyebabkan beberapa penulis pemula malas untuk segera menyelesaikan tulisan mereka. Karena mereka harus membaca ulang dan mengecek satu persatu kata, apakah ada yang typo atau tidak. Nah, di era serba digital seperti sekarang, Anda bisa memanfaatkan bantuan teknologi. Anda bisa memanfaatkan google drive. Lewat google drive, Anda bisa mengetahui kata atau tulisan yang typo atau tidak. Bisa juga menggunakan aplikasi yang sekarang pun banyak tersedia. 

7. Beri Apresiasi Setelah Selesai Selesai

Memang melawan rasa malas dan menunda-nunda itu sesuatu yang susah-susah gampang. (dan) ketika Anda bisa melalui semua masa sulit melawan diri sendiri tersebut, maka Anda bisa memberikan apresiasi terhadap diri sendiri. Tentu bentuk apresiasi pada diri sendiri setiap orang berbeda-beda.

Ada yang mengapresiasi diri sendiri dengan cara berbelanja, jalan-jalan atau makan makanan enak. Ada pula yang tipe seperti saya, yang cukup tidur rebahan atau berkebun dihalaman rumah. Nah, Anda tipe memberi apresiasi yang mana? Atau punya cara unik dalam mengapresiasi diri sendiri? Tulis di kolom komentar ya. 

Itulah beberapa tips cara melawan sifat menunda bagi penulis pemula. Meskipun kelihatan sepele, sifat sering menunda-nunda ini bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri. Karena dengan menunda satu hari, itu berarti mengijinkan diri didahului satu Langkah oleh orang lain lebih sukses ke depan. Jika semakin banyak menunda, maka semakin tertinggal jauh kita mencapai definisi sukses versi masing-masing kita.

Buat Anda yang sedang melawan rasa malas, semoga bisa survive dan menjadi pemenang. Ketika berhasil melawan diri sendiri, maka segeralah untuk menulis. Ciptakan sebanyak mungkin karya. Karena dengan karya, namamu akan tetap hidup sekalipun jasad kita sudah tidak ada lagi. Semoga ulasan ini bermanfaat. (Iruekkawa Elisa)

Panduan Menulis
EBOOK GRATIS
Artrikel Terkait
PROMO TERBIT BUKU