logo penerbit bukunesia

Cara Menghidupkan Karakter Fiksi Memorable

cara menghidupkan karakter
promo tahun baru 30%

Dalam karya sastra yang berupa fiksi, salah satu aspek atau unsur intrinsik yang paling utama adalah keberadaan tokoh atau karakter. Untuk membentuk naskah fiksi yang baik, maka tokoh atau karakter fiksi ini harus memiliki ‘kekuatan’. Oleh sebab itu, diperlukan cara menghidupkan karakter fiksi tersebut hidup dan membuat jalan ceritanya semakin menarik.

Tapi bagaimana cara menghidupkan karakter fiksi tersebut? Untuk mengetahui bagaimana cara menghidupkan karakter fiksi tersebut, simak penjelasan di bawah ini mengenai cara menghidupkan karakter fiksi.

Cara Menghidupkan Karakter Fiksi

Berikut merupakan langkah tepat sebagai cara menghidupkan karakter fiksi.

1. Memaksimalkan Detail Karakter

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menghidupkan karakter fiksi adalah memaksimalkan detail penokohan atau karakter. Artinya, penulis harus memberi nyawa pada tokohnya. Pada langkah ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut.

a. Memberi Alur Tokoh yang Banyak Disukai Orang

Penulis harus memberikan ‘nyawa’ atau mampu menghidupkan karakter tokohnya terlebih dahulu. Ketika karakter tokoh tersebut hidup, maka pembaca akan lebih tertarik mengikuti seluruh rangkaian naskah dan ceritanya. Cara untuk menghidupkan tokoh yaitu memberikan deskripsi dan emosional pada tokoh yang membuatnya disukai banyak orang.

Dengan demikian, maka pembaca akan mendapatkan gambaran jelas mengenai karakteristik tokoh, mulai dari penampilannya, bentuk tubuh, gestur yang khas, bagaimana cara bicaranya, bagaimana pemikiran, dan juga ide dari tokoh tersebut. Seiring berjalannya cerita, kemudian munculkan sisi tokoh yang lebih kompleks lagi.

Contoh dari memberi alur tokoh yang disukai banyak orang ini misalnya adalah memunculkan ketakutan terbesar dari tokoh tersebut, bagaimana impiannya, bagaimana kebiasaan buruknya, dan lain sebagainya yang menarik perhatian pembaca. Bagian pentingnya adalah bagaimana tokoh tersebut mampu menangani dan mengatasi berbagai masalah tersebut.

b. Mempunyai Misi Penting

Kedua, yakni memaksimalkan karakter dengan memberi misi penting di dalamnya. Selain dapat mendeskripsikan secara visual, sifat, dan tingkah laku tokoh, penulis juga diharapkan dapat menyampaikan peran dan tujuan mengapa tokoh tersebut diciptakan. Biasanya setiap tokoh akan membawa misi khusus, sesuai dengan ide penulis.

Dengan demikian, maka tokoh tersebut akan memberi efek dan manfaat tertentu bagi pembaca. Akhirnya, pembaca semakin tertarik dengan jalan cerita tersebut.

Contohnya adalah misalnya pada tokoh humoris yang mana memiliki tujuan menghibur, kemudian pada tokoh pekerja keras yang menyampaikan pentingnya sikap pantang menyerah, tokoh yang setia yang menyampaikan pesan arti berharganya sebuah kesetiaan, dan lain sebagainya.

Baca juga Cara Membuat Komik Untuk Pemula di Tahun 2023

2. Deskripsi Latar Waktu dan Suasana

Selanjutnya adalah deskripsi latar waktu dan suasana. Deskripsi latar berupa waktu, suasana, dan juga tempat ini harus dijelaskan secara gamblang di dalam cerita fiksi agar membantu pembaca mendapatkan bayangan mengenai situasi dan kejadian di setiap jalannya cerita yang ditampilkan.

Di sini, penulis dapat menggunakan penjabaran yang melibatkan panca indera pembaca yaitu; penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan juga peraba. Hal ini akan membuat pembaca lebih memahami dan seolah terlibat karena membayangkan situasi yang terjadi.

Contohnya misalkan pada deskripsi: Tina mulai mengayuh sepedanya ketika matahari terbit. Ayam yang berkokok dan embusan angin menemaninya sepanjang perjalanan.

Dalam narasi tersebut, situasi yang bisa dirasakan adalah Tina mengayuh sepeda ketika pagi hari saat matahari baru terbit. Ia menaiki sepeda sembari menikmati suasana pagi yang mana ditemani dengan suara ayam dan embusan angin pagi yang khas.

3. Munculkan Konflik yang Memengaruhi Emosi

Tahapan selanjutnya adalah memunculkan konflik yang dapat memengaruhi emosi pembaca. Hal ini perlu diterapkan karena menjadi salah satu aspek penting kesuksesan penulis untuk menghidupkan karakter pada cerita fiksi yang ditulisnya. Caranya adalah dengan membuat pembaca bersimpati dan juga berempati dengan segala masalah dan konflik yang terjadi.

Penulis bisa mengajak pembaca untuk turut merasakan bagaimana konflik batin yang dialami oleh para tokoh. Berbagai konflik tersebut tentu saja harus diakhiri dengan ending atau penyelesaian cerita yang mana penyelesaian tersebut dapat dijadikan renungan dan juga refleksi diri yang akan melekat di hati pembaca.

4. Buat Karakter Plot Twist

Tahap terakhir yang tak boleh ketinggalan adalah membuat karakter yang plot twist. Sudah jadi hal biasa jika karakter tersebut diceritakan secara lurus, artinya memiliki masalah dan juga penyelesaiannya. Akan tetapi akan menjadi menarik ketika karakter tersebut justru menyampaikan jalan cerita yang plot twist atau tidak tertebak.

Hal ini akan membuat pembaca semakin tertarik dan juga penasaran bagaimana kisah dan cerita selanjutnya yang akan terjadi. Oleh sebab itu, penulis harus bisa menyusun plot twist yang mengejutkan sekaligus menarik. Perlu diketahui terlebih dahulu, fungsi dari plot twist ini adalah agar pembaca tidak mudah menebak alur cerita yang disajikan.

Sehingga dengan mengikuti jalan cerita sampai akhir, pembaca tidak akan merasa bosan dan bahkan tidak mengganti dengan aktivitas lainnya ketika belum selesai membaca. Pembuatan plot twist ini juga harus diperhatikan agar tidak bersamaan dengan terjadinya transisi, karena justru akan mengacaukan jalan cerita.

Contoh membuat karakter plot twist ini sempat diterapkan pada novel Laut Bercerita. Novel tersebut bercerita tentang kematian tokoh utamanya pada bagian awal. Akan tetapi, siapa sangka bahwa tokoh utamanya yang bernama Laut ternyata mati dengan cara dibuang ke laut.

Dalam cerita tersebut, diceritakan bahwa Laut merupakan seorang aktivis revolusi yang berjuang bersama teman-temannya untuk meruntuhkan orde baru. Ia bahkan masuk ke dalam daftar orang yang harus dibasmi oleh aparat. Namun, Laut selalu berhasil bersembunyi dari kejaran aparat.

Sampai akhirnya pada suatu hari ia tertangkap karena adanya seorang penyusup yang membocorkan berbagai kegiatan yang dilakukan gerakan yang dinahkodai Laut dan teman-temannya.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis