logo penerbit bukunesia

Cara Menulis Cerita Inspiratif Baik Novel Maupun Cerpen

cara menulis cerita inspiratif
promo tahun baru 30%

Salah satu tujuan dari penulisan cerita adalah menginspirasi para pembaca. Tidak jarang karya itu sengaja dibuat dengan cara menonjolkan kisah-kisah yang membangkitkan suatu dorongan. Persoalannya adalah bagaimana cara menulis cerita inspiratif?

Inspiratif adalah kata sifat dari inspirasi. Dalam hal baca-tulis, Inspirasi sendiri merupakan ilham atau dorongan yang diberikan oleh penulis kepada pembaca untuk bergerak melakukan suatu hal, biasanya ke arah kegiatan-kegiatan yang positif.

Cara menulis cerita inspiratif

Dalam penulisan cerita inspiratif, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pesan-pesan bisa diterima oleh pembaca secara tepat, selain itu agar pembaca tidak keliru memahaminya. Berikut adalah langkah-langkah menulis cerita inspiratif yang perlu kamu perhatikan.

1. Memahami tema

Sebagai penulis, kamu harus memahami lebih dulu tema dari cerita yang ingin kamu tulis. Kamu harus memilih tema yang kamu pahami dan kuasai dari sekian banyaknya tema. 

Hal yang kamu harus ingat adalah bahwa pembaca bukanlah orang yang tidak tahu apa-apa, mereka memiliki pengetahuan yang beragam. Jadi, sebelum menulis, kamu harus bisa mempertanggung-jawabkan isi cerita, agar pembaca bisa percaya untuk mengikuti jalan cerita dan tidak meragukan isinya.

Ada banyak cara untuk bisa memahami tema. Salah satu cara memahami tema adalah dengan memilih tema yang dekat dengan kehidupan sehari-harimu sendiri. Namun, apabila kamu ingin menulis hal yang jauh dari kehidupanmu, kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan, misalnya lewat diskusi, wawancara, atau membaca.

2. Menentukan judul yang tepat

Judul adalah kata-kata pertama yang akan dibaca oleh para pembaca. Jadi pemilihan judul harus bisa mewakili keseluruhan isi cerita secara tepat. Ketepatan judul juga bisa mengarahkan bukumu kepada segmen pembaca yang tepat.

Selain tepat, judul juga bisa dibuat dengan cara semenarik mungkin. Dalam pembuatan judul, kamu bisa memainkan gaya bahasa, misalnya menggunakan rima pada setiap akhir kata, memarodikan istilah yang populer, atau masih banyak lagi. 

Judul yang tepat dan menarik bisa membuat pembaca penasaran untuk membeli bukumu karena unik dan mudah diingat.

baca juga 7 Cara Menulis Cerita Fiksi yang Menarik

3. Memainkan ritme kalimat

Ketika menulis, kamu pasti sudah tidak asing dengan penggunaan kalimat. Sederhananya, kalimat itu merupakan pemenggalan yang diawali dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titik. 

Kalimat tidak hanya berfungsi untuk memudahkan pembaca untuk mengerti jalannya cerita. Bentuk kalimat juga sebenarnya bisa memainkan perasaan pembaca ketika mengikuti alur cerita. 

Kalimat-kalimat yang pendek bisa memberikan kesan yang cepat dan sekilas. Hal ini bisa digunakan ketika alur cerita sedang memasuki adegan yang tegang. Sementara kalimat-kalimat yang panjang bisa memberikan kesan sebaliknya, yaitu suasana yang lambat. Pembaca bisa saja merasakan kesan yang berlarut-larut.

4. Membatasi paragraf

Pada umumnya, sebuah paragraf memiliki minimal dua kalimat dalam sebuah karya novel. Sama seperti kalimat, paragraf juga secara tidak langsung bisa memengaruhi cara pembacaan yang berimbas kepada perasaan pembaca. 

Biasanya, satu paragraf terdiri dari 4 hingga 5 kalimat. Hal yang perlu diperhatikan adalah dalam satu paragraf hanya terdapat satu pokok pikiran. Jadi kamu harus bisa memetakan apa yang ingin disampaikan dari setiap paragraf. Selain itu, paragraf yang terdiri dari terlalu banyak kalimat akan membuat pembaca merasa lelah. 

5. Membuat konflik cerita

Konflik memiliki peran yang sangat penting dalam cerita inspiratif. Tentu saja pembaca tidak akan terdorong ketika alur cerita berjalan dengan lurus dan tanpa hambatan. Konflik juga bisa membuat pembaca penasaran dan terus mengikuti jalannya cerita hingga akhir.

Dalam cerita inspiratif tokoh utama harus dihadapkan dengan konflik. Setelah itu kamu bisa membuat tokoh utama mencari cara untuk mengatasi konflik tersebut, bukan menghindarinya. Hadirnya konflik dalam cerita inspiratif adalah sebuah upaya agar pembaca bisa merefleksikan dirinya sendiri.

6. Membuat plot twist

Plot twist atau pemutarbalikkan alur adalah salah satu cara menulis cerita inspiratif. Kamu bisa menggunakan cara ini ketika menulis cerita inspiratif, yaitu ketika tokoh utama dalam novelmu sedang menghadapi konflik.

Hal yang perlu kamu perhatikan dalam membuat plot twist adalah keseluruhan cerita tidak menyisakan plot hole atau alur yang rumpang. Oleh karena itu, kamu harus menulis dengan seteliti mungkin seluruh jalan cerita.

Dalam cerita inspiratif, plot twist ini merupakan perumpamaan bahwa segala hal bisa saja terjadi. Sebuah kesempatan untuk berhasil bisa didapatkan ketika seseorang berusaha, sekalipun kemungkinannya sangat kecil.

7. Memberikan bagian-bagian cerita yang berkesan

Pembaca biasanya mengingat bagian-bagian di dalam cerita yang mengesankan. Dalam menulis cerita inspiratif kamu bisa berupaya untuk membuat adegan-adegan yang memikat untuk menarik pembaca.

Bagian yang berkesan tidak selalu ada di akhir cerita. Kamu juga bisa membuatnya pada bagian lain, misalnya pada awal cerita, pada saat konflik muncul, pada saat konflik memuncak, dan lain sebagainya.

Bagian-bagian cerita yang berkesan bisa membuat pembaca terpikat dengan terus mengingat buku yang kamu tulis. Hal ini diperlukan dalam penulisan cerita inspiratif, agar pembaca bisa terinspirasi dari tulisanmu.

8. Editing naskah

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah editing naskah ketika kamu selesai menulis. Kesalahan pasti terjadi ketika kamu menulis naskah cerita, baik kecil maupun besar. Jadi kamu harus meminimalisasi kesalahan yang ada pada naskahmu.

Editing tidak hanya sebatas pengecekan bahasa, akan tetapi isi cerita yang telah kamu tulis. Dalam hal ini, kamu bisa mengecek secara pribadi, berdiskusi dengan teman, atau menggunakan jasa editor.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis