Tips Menulis Novel Romance Yang Tidak Monoton dan Genre

Menulis Novel Romance Terbaru
Menulis novel romance itu hal yang sulit, sebab harus bisa membuat tidak monoton dan umum. Ikuti panduan dan tips menulis novel romance ini.

Menulis novel romance yang tidak monoton – Ada tipe penulis yang sangat lues Ketika menulis genre novel romance. Sementara, ada pula penulis yang merasa kaku saat menulis novel novel, dan lebih luwes menulis buku self improvement. Tentu setiap masing-masing penulis memiliki genrenya masing-masing dan memiliki sudut pandangnya masing-masing. 

Bahkan, sesame penulis fiksi sekalipun juga memiliki body main soulnya sendiri-sendiri loh. Ada yang lebih suka menulis novel religi, menulis novel horor, komedi, petualangan, romantis, fantasi dan ada yang lebih hidup Ketika menulis romance. Lalu, Anda termasuk yang aliran mana nih? 

Apa Itu Novel Romance?

Atau mungkin ada yang masih ragu dengan novel romance? Novel Romance jadi yang dimaksud dengan novel romance adalah karya sastra yang tidak hanya mengangkat cerita tentang murni percintaan. tetapi dapat pula mengangkat tentang misteri, spiritual, petualangan maupun keberanian. Kemudian di dalamnya dibubuhi dengan kisah romansa sebagai bumbu penyedap agar rasanya nagih.

Genre Novel Romance

Berbicara novel romance. Khususnya buat Anda yang memiliki bakat sastra, maka bisa mengeksplorasi menulis genre romance. Sementara di genre novel romance itu sendiri terdapat beberapa sub genre, seperti berikut. 

1. Genre romantis gelap 

Genre romantis gelap atau yang kemudian disebut dengan gothic romance adalah sastra yang mengambil setting tempat yang kelam dan jauh. Bentuk dari genre ini pun dapat diangkat dari banyak latar belakang. Bisa mengangkat masalah budaya, kondisi masyarakat, dan kepercayaan. Dimana Anda di dalamnya boleh pula memasukan unsur-unsur cerita yang sifatnya supranatural, transendensi dan irasional. 

2. Genre romance sejarah 

Jika Anda suka dengan sejarah yang dikemas dengan karya sastra, maka Anda bisa mengambil genre romance sejarah atau historical romance. Salah satu ciri menonjol dari sastra jenis ini terletak dari penggambaran kisahnya yang masih terpaku pada periode waktu tertentu dan memiliki keterbatasan zaman pada masa tertentu.

Misal pada sebuah periode kerajaan romawi, kerajaan mataram atau pada setting abad-abad tertentu, dll.

Dari segi isi, genre romance sejarah juga memiliki relevansi yang kuat di beberapa hal, seperti di kebudayaan, teknologi, kepercayaan hingga ilmu pengetahuan. Karena bentuknya romance sejarah, maka yang ditekankan dari genre karya sastra ini adalah pada detail waktu dan kilas balik.

Tidak masalah memasukan data-data sejarah yang sudah ada, kemudian dikolaborasikan dengan imajinasi fiktif. 

3. Genre romance kontemporer 

Anda mungkin pernah dengar genre romance kontemporer? Genre ini ada yang menyebutnya contemporary romance. Dari isi, genre ini kebalikan dari romance sejarah dan romance gotik.

Jadi romance kontemporer lebih mengangkat sesuatu hal yang sifatnya aktual dan modern. Kategorisi modern ditulis diatas tahun 1945-an. 

Dibandingkan dua genre sebelum, genre kontemporer paling banyak diminati dan ruang lingkup penulisannya lebih luas. Apalagi sekarang adalah eranya modern sehingga novel romance satu ini yang paling banyak peminatnya. Umumnya, novel yang laris di pasaran saat ini masih berbau dengan asmara dan percintaan. 

4. Genre romance thriller 

Selain romance kontemporer, yang sekarang juga banyak dilirik adalah genre romance thriller atau romantic suspense. Salah satu sub karya sastra jenis ini tidak hanya romantisme tetapi juga termasuk misteri dan thriller. Ciri khas dari romance ini adalah menciptakan ketegangan bagi penikmatnya. Maka tidak heran jika kisah-kisah thriller ini selalu menawarkan tantangan, bahaya, dan persaingan yang sarat membuat penikmatnya emosional tegang cemas/penasaran/takut.

Itulah beberapa novel romance yang sebenarnya masih ada beberapa genre lain yang tidak kalah populer. Diantaranya adalah genre romance inspiratif dan dan genre romance spekulatif.

Apa Bedanya Novel Ini Dengan Romance? 

Hayo, siapa disini yang menganggap bahwa roman dan novel dua hal yang sama? Tidak banyak yang tahu jika keduanya dua hal yang berbeda. Keduanya memang sama-sama karya sastra. Hanya saja roman dan novel memiliki perbedaan dan ciri khas spesifik masing-masing. 

Misalnya pada roman, penyajian roman lebih menekankan pada tokoh utama yang introvert dan subjektif. Sementara dari cara penyuguhannya, alur romance lebih kompleks, dengan konflik yang dikemas bisa mengubah nasi si tokoh secara tragis.

Dari cara penulisannya, romen ditulis secara detail, menceritakan dari masa kecil hingga masa dewasa/sampai si tokoh meninggal dunia. Bahkan dari masalah watak si tokoh sekalipun juga dikemas sedetail mungkin.

Sementara pada novel, adalah karya sastra yang dapat dibaca dalam satu waktu. Penyajian novel juga sama-sama memiliki konfiks, hanya saja pengungkapan konflik dan nasib si tokoh disampaikan dengan halus. Dimana novel hanya dikisahkan sebagian hidup si tokoh saja.

Untuk konflik yang diangkat, juga dapat mengubah nasib si tokoh, namun tidak seekstrim/sedramatis pada romance. Sementara untuk masalah alur, novel bisa menggunakan lebih dari satu alur cerita.

Panduan Menulis Novel Romance

Sampai di sini, barangkali Anda pun semakin menggebu ingin menjadi penulis romance? Namun tidak tahu bagaimana cara menulis romance? Berikut beberapa tips yang perlu Anda tahu. 

1. Pilih Genre yang Tepat

Penting banget nih Anda mengetahui genre romance yang akan Anda angkat. Jadi apa yang Anda minati, bisa Anda ambil. Misalnya Anda suka dengan sejarah, maka bisa mengambil genre romance sejarah, jika Anda suka dengan dunia percintaan yang kekinian, maka bisa mengangkat kisah roman kontemporer.

2. Atur Adegan yang Bercorak Unik

Penting pula untuk memperhatikan adegan. Jadi yang dimaksud mengatur adegan adalah melihat situasi atau kondisi masa. 

Misalnya, Anda ingin mengangkat sisi sejarah di masa kerajaan mataram lama dengan masa mataram islam corak dan rasanya akan berbeda. Inilah yang pada akhirnya akan menentukan pengaturan kesan dan membangun imajinasi. Sebagai penulis, kita memiliki peran agar mampu menghidupkan adegan atau suasana menjadi lebih hidup. 

3. Menciptakan Karakter yang Menarik 

Tidak dapat dipungkiri jika segala sesuatu akan menarik apabila mampu dihidupkan. Salah satunya adalah menghidupkan karakter utama. 

Ada banyak cara menghidupkan karakter, yaitu perlunya chemistry. Sementara kemistri itu bisa muncul apabila ada interaksi, baik itu interaksi yang saling tarik menarik ataupun dalam bentuk konflik. 

4. Gunakan Kiasan Romantis Kekinian

Sudah menjadi rahasia umum jika salah satu rahasia menulis karya sastra yang menarik perlunya kiasan romantis. Bisa pula menggunakan perumpamaan dan majas. Karena kiasan adalah bumbu pendukung romance. 

Berbeda dengan romance yang ditulis menggunakan bahasa umum, maka hasilnya akan terasa kaku. Sebisa mungkin ditulis lebih luwes/dinamis dan penuhi ruh. Maksud ruh di sini Anda bisa mengeluarkan bakat dan intuisi Anda agar tulisan tersebut memiliki cita rasa yang unik dan berbeda.

Tips Supaya Tidak Monoton

Alur Novel Romance itu Penting
Alur Novel Romance itu Penting

Setelah mengetahui tips menulis romance, ada satu hal penting yang wajib Anda tahu. yaitu cara agar bisa melahirkan romance yang tidak monoton. 

1. Menciptakan karakter tokoh yang unik 

Cara menulis cerita romance agar tidak monoton dapat disiasati dengan menciptakan tokoh yang memiliki karakter unik. Karakter tokoh yang unik sebenarnya terserah masing-masing si penulis. Nah, untuk bisa menemukan karakter unik ini, si penulis pun dituntut kreatif dan memiliki sudut pandang yang lain daripada penulis-penulis lain di sana. 

Misalnya, Anda bisa menciptakan karakter tokoh yang saling bertolak belakang. Misal tokoh pertama memiliki karakter yang pemalas dan jahil. Tokoh satunya memiliki karakter yang cerdas dan rajin. Perbedaan karakter yang saling bertolak belakang ini ketika dibenturkan/disatukan akan melahirkan kekonyolan. gesekan yang terjadi inilah yang mampu membangkitkan rasa bagi penikmatnya. setidaknya akan memunculkan emosi bagi para penikmatnya. 

2. Menonjolkan kelebihan Tokoh

Anda juga dapat menyiasati karya sastra Anda dengan menonjolkan kelebihan si tokoh. Tentunya masing-masing tokoh memiliki karakternya sendiri-sendiri. Ketika masing-masing karakter tersebut ditonjolkan, tentu akan menciptakan gesekan dan lagi-lagi efektif membangkitkan emosi penikmatnya. Dimana gesekan inilah kunci rahasia menarik perhatian si pembaca. 

Misalnya, tokoh antagonis dan protagonis ketika saling menonjolkan kelebihan mereka masing-masing, makan akan menimbulkan konflik. Karena bersebrangan. Konflik-konflik yang ditimbulkan dari masing-masing tokoh inilah yang sudah seharusnya penulis olah dan dikemas semakin menarik dan dramatis. Jika perlu, olah sedemikian rupa agar semakin membangkitkan ketertarikan si pembaca lebih penasaran dengan ending ceritanya. 

3. Membuat Ending Cerita 

Nah, masuk di bab ending cerita. Ketika Anda membaca karya sastra, pasti merasa B aja ketika dikemas dengan bahasa, kata dan alur yang monoton bukan? Apalagi sejak awal cerita endingnya mudah banget di tebak. Maka ini yang menjadi alasan cerita tidak dibaca sampai selesai. Sementara ada satu trik agar pembaca penasaran, tertarik, penasaran sehingga tidak terasa mereka dibawa untuk membaca sampai akhir kisah. Yaitu dengan mengemas alur dan konflik yang penuh kejutan. 

Termasuk juga saat membuat ending cerita, Anda bisa dengan sengaja membuat ending cerita yang diluar dari pemikiran umum si pembaca. Tidak ada salahnya Anda membuat plot twist yang berbanding berbalik dari apa yang sudah disuguhkan di awal. Sehingga membuat pembaca pun merasakan kejutan.  

Contoh ending cerita yang mengejutkan, cerita pembunuhan. Seorang Suami melaporkan ke pihak polisi dengan menangis dan panik. Menemukan jika istri dan anaknya ditemukan meninggal di rumahnya. Setelah drama yang Panjang, diputuskan mereka mati bunuh diri. Karena arwahnya menghantui, akhirnya si penokohan yang juga terlibat dalam pembunuhan menyerahkan diri ke polisi, dan mengaku bahwa ternyata si suaminya sendiri yang membunuh istri dan anaknya karena hasutan istri muda yang ingin menguasai harta istri pertama. 

Sebenarnya kalau belum cukup, Anda bisa cek disini ya terkait dengan Membuat Ending Cerita di Novel Bagi Pemula.

Bagaimana? Sampai di sini, semoga Anda cukup terjawab apa yang menjadi pertanyaan Anda. Sehingga Anda bisa memulai untuk menulis novel romance yang sesuai dengan genre Anda. Semoga apa yang Anda tulis bisa diterbitkan ya. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. (Iruekkawa Elisa)

Panduan Menulis
EBOOK GRATIS
Artrikel Terkait
PROMO TERBIT BUKU