Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Outline Buku

membuat ouline novel

Dalam membuat atau menulis buku, penulis harus memahami cara atau tips menulis buku yang baik dan juga tepat dilakukan salah satunya membuat outline buku.

Hal ini agar penulis mampu menyelesaikan tulisannya dengan lancar dan juga memiliki hasil tulisan yang baik. Oleh sebab itu, ada berbagai hal dan juga berbagai aspek yang harus dipelajari.

Ada banyak hal yang harus dipelajari, mulai dari mengenal berbagai unsur menulis buku dan aspek lainnya yang tak kalah penting. Perlu diketahui untuk menulis sebuah buku atau membuat buku, penulis harus melakukan persiapan matang dalam menulis. Salah satu hal yang harus dilakukan sebelum memulai menulis buku adalah membuat outline buku.

Apa itu outline buku, bagaimana outline buku tersebut, bagaimana manfaat membuat outline buku, dan bagaimana cara membuat outline buku, serta bagaimana contoh outline buku akan dijelaskan secara mendetail di bawah ini.

Baca juga: Apa itu Blurb Buku?

Apa Itu Outline Buku?

Sudah dijelaskan di awal tadi, bahwa membuat outline buku merupakan hal yang harus dilakukan sebelum penulis menulis buku. Tapi apa itu pengertian dari outline buku? Secara umum, outline buku memiliki makna panduan atau peta bagi penulis agar dalam perjalanan menulis buku yang dilakukan menjadi lebih fokus dan juga terarah.

Selain itu, outline buku juga dibuat agar membantu mempermudah pekerjaan penulis dan juga tujuan ditulisnya buku tersebut mampu diselesaikan dengan baik. Sehingga outline buku ini menjadi syarat penting yang harus digunakan atau dilakukan dalam kaitannya dengan proses membuat atau menulis buku.

Tak hanya pada buku-buku yang bersifat serius, buku yang bersifat ringan atau memiliki tujuan menghibur juga penting untuk membuat outline terlebih dahulu. Hal ini karena outline buku akan membantu memudahkan penulis dalam menguraikan ulasan yang akan dibahas. Selain itu, dengan adanya outline buku, maka penulis bisa lebih menulis buku dengan teratur dan sistematis.

Untuk bentuknya sendiri, outline buku ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan daftar isi. Akan tetapi bukan berarti bahwa outline ini adalah daftar isi buku, ya! Outline buku lebih kepada catatan kecil yang pada suatu waktu dapat berubah dan juga disesuaikan dengan kebutuhan pada buku tersebut.

Dengan demikian, seorang penulis yang akan membuat atau menulis buku penting untuk memperhatikan dan juga membuat outline buku ini sebagai kerangka tulisan yang kemudian dikembangkan oleh penulis.

Manfaat Membuat Outline Buku

Dibuatnya outline buku tentu saja bukan tanpa alasan. Pembuatan outline buku memiliki manfaat yang perlu diketahui.

Sama halnya seperti yang sudah dijelaskan pada poin pengertian bahwa outline buku bisa diartikan sebagai kerangka naskah pada buku yang memuat garis besar dari suatu naskah yang akan dikerjakan dan disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan juga teratur.

Lebih dari itu, berikut ini adalah berbagai manfaat dari membuat outline buku yang perlu diketahui.

1. Menjamin Isi Tulisan

Mengapa dalam proses menulis buku perlu adanya outline buku? Ternyata adanya outline buku ini digunakan untuk menjamin penulisan pada buku bersifat konseptual, menyeluruh, dan juga terarah. Sehingga dengan ini, buku yang ditulis akan sesuai dengan tujuan yang sudah disampaikan sebelumnya.

2. Menyusun Karangan Secara Teratur

Outline buku juga digunakan untuk membuat kerangka karangan yang membantu penulis untuk dapat melihat berbagai gagasan dalam kilas pandang. Sehingga dapat dipastikan bahwa adanya outline buku ini harus sesuai dengan susunan dan karangan antara berbagai hubungan timbal balik dari berbagai gagasan yang disusun sudah tepat.

Dengan adanya outline buku, maka dapat diketahui apakah berbagai gagasan yang disajikan di dalam outline dan juga pada penulisan naskah bukunya sudah disajikan dengan baik, harmonis, dan struktur serta mempertimbangkan dari segi perimbangannya.

3. Memudahkan Penulis Menciptakan Klimaks

Outline buku juga akan membantu penulis dalam memudahkan pekerjaan menulis untuk menciptakan klimaks dalam sebuah naskah di dalam buku. Tentu saja, klimaks pada setiap buku dan penulis berbeda-beda. Meski demikian, adanya outline buku tersebut membantu penulis memudahkan mengetahui bagian mana yang harusnya sudah klimaks.

Hal ini karena ada berbagai kepentingan atau poin penting yang harus dicantumkan dan tak boleh terlupakan dalam klimaks suatu buku. Sehingga ketika sudah ada outline buku, penulis dapat dengan tepat menempatkan klimaks cerita atau naskah dan dalam jangka panjang, hal tersebut akan membuat pembaca lebih tertarik karena penasaran.

4. Menghindari Double Topik

Seringkali saat menulis dengan mengalir begitu saja, ada berbagai pengulangan di dalam buku. Tak hanya pengulangan kata atau kalimat, pengulangan topik juga kerap terjadi. Pengulangan topik atau menulis topik yang sama dua kali atau lebih juga dapat membuat buku tersebut kurang berkualitas.

Untuk meminimalisasi adanya hal tersebut, maka disusunlah outline buku untuk mencegah adanya pengulangan topik di dalam satu buku. Oleh sebab itu, pengulangan topik tidak seharusnya dilakukan sehingga penulis harus menetapkan pada bagian pada topik tadi yang akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian topik tadi melalui outline buku.

5. Memudahkan Penulis Mencari Materi

Terakhir, dibuatnya outline buku penting dilakukan agar penulis lebih mudah mencari materi pembantu. Tapi yang perlu diperhatikan bahwa penggunaan rincian dalam kerangka karangan yang terdapat di dalam outline buku ini memudahkan penulis mencari data dan fakta pendukung yang kemudian akan digunakan penulis untuk memperjelas dan membuktikan pendapatnya.

Cara Membuat Outline Buku

1. Memperbanyak Referensi

Untuk membuat outline buku, penulis harus melakukan banyak riset dan membaca berbagai referensi dari berbagai sudut pandang yang sesuai dengan buku yang akan ditulis untuk menetapkan gaya bahasa, rincian topik, dan lain sebagainya.

2. Fokus dengan Topik dan Isi

Selanjutnya, penulis harus fokus dengan topik yang akan ditulis di dalam buku. Meski demikian, tak menutup kemungkinan bahwa topik dan isi yang sudah disepakati harus dijadikan pedoman untuk membuat outline.

3. Penyusunan Topik dan Ide

Meski terlihat sepele, penyusunan topik dan ide ini menjadi hal penting yang harus diulas dan juga dicarikan berbagai referensi untuk mematangkan topik dan ide yang dicari sehingga dalam penulisan outline buku tidak salah atau tidak berseberangan dengan isi buku.

4. Menjamin Kelengkapan Materi

Anda juga harus memastikan di dalam outline buku ini memuat berbagai materi yang lengkap yang mana dibutuhkan oleh pembaca di dalam buku tersebut. Jangan lupa juga melakukan pengecekan ulang terhadap materi yang akan kita bahas di dalam kerangka tulisan kita. 

Oleh karena itu, kerangka tulisan tersebut tidak hanya berisi poin-poin bab semata, tetapi juga bisa ditambah dengan data-data yang perlu kita kumpulkan kembali untuk menunjang setiap argumen atau ide yang kita sampaikan.

Contoh Outline Buku

Berikut ini adalah contoh outline buku yang bisa dijadikan pedoman.

OUTLINE PENELITIAN KUANTITATIF

A. PENELITIAN KUANTITATIF EKSPLORATIF (Deskriptif Kuantitatif)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

1.2. Fokus Penelitian (Variabel amatan)

1.3. Rumusan Masalah

1.4. Manfaat/Kegunaan Penelitian

BAB II KAJIAN TEORETIK/PUSTAKA

2.1. Definisi konseptual (Variabel amatan)

2.2. Konstruk, Dimensi, dan Indikator (Variabel amatan)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tujuan Penelitian

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

3.3. Metode Penelitian

3.4. Populasi dan Sampel

3.5. Teknik Pengumpulan Data

3.6. Instrumen (Variabel amatan)

3.6.1. Definisi Konseptual (Variabel amatan)

3.6.2. Definisi Operasional (Variabel amatan)

3.6.3. Kisi-kisi Instrumen (Variabel amatan)

3.6.4. Pengujian Validitas dan Perhitungan Reliabilitas (Variabel amatan)

3.7. Model Deskripsi Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Data

4.2. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

5.2. Implikasi

5.3. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Lampiran 1. Draft Instrumen

Lampiran 2. Data Uji Coba Instrumen

Lampiran 3. Instrumen Final (yang digunakan)

Lampiran 4. Hasil Pengumpulan Data (Pengukuran)

Baca juga artikel menulis buku lainnya

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis