logo penerbit bukunesia

Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh Paragraf

contoh fotografi
promo tahun baru 30%

Perlu diketahui setiap penulis harus memahami apa itu paragraf. Dengan memahami paragraf kita bisa lebih menentukan jenis paragraf apa yang ingin ditulis. Dengan memahami paragraf bisa membantu menentukan karya yang baik sesuai keinginan. Untuk lebih memahaminya Kamu perlu tau contoh paragraf yang benar seperti apa.

Pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama mempelajari apa itu paragraf, dan ciri-cirinya. Agar lebih lengkap dan gamblang, di bagian akhir pembahasan akan kita berikan contoh penulisan paragraf, yang diharapkan kamu lebih memahami. 

Baca juga Struktur Teks Cerpen – Pengertian, Jenis dan Contohnya

Pengertian Paragraf 

Secara umum, pengertian paragraf adalah gagasan yang disusun dalam bentuk kalimat yang saling berhubungan satu sama lain. Paragraf dapat pula diartikan kumpulan kalimat yang saling berkaitan dan membentuk kalimat yang menyatakan sebagai gagasan utama. 

Paragraf dapat pula dimaknai sebagai susunan kalimat logis yang tersistematis, sehingga membentuk sebuah alur pemikiran yang terhubung. Paragraf ada juga yang menyebutnya dengan alinea, atau kesatuan pikiran yang memiliki memiliki jangkauan lebih luas dibandingkan kalimat. 

Menurut KBBI, paragraf merupakan bagian bab dalam sebuah karangan, yang mengandung satu ide pokok, dan secara penulisannya selalu diawali dengan garis baru. Sementara menurut Ahli Kebahasaan, Ramlan mengartikan paragraf sebagai karangan yang terbentuk oleh kalimat, yang mana membahas satu tema atau ide pokok tertentu.

Ciri-Ciri Paragraf 

Setelah mengetahui pengertian paragraf, penting banget nih buat kamu mengetahui ciri-ciri paragraf itu apa saja, berikut ulasannya. 

1. Baris Baru 

Salah satu ciri-ciri paragraf yang paling menonjol dapat kamu lihat dari barisan baru. Setiap paragraf dibuat dalam satu baris baru. Ada yang mendesain paragraf dengan cara memberikan garis menjorok ke dalam (tanda inden). Namun ada juga yang tidak memberikan tanda inden, namun setiap paragraf satu dengan paragraf lain dipisahkan dengan spasi jarak. Biasanya perubahan ini hanya karena format yang digunakan dalam MS Word saja, dan hanya karena selera masing-masing penulis saja. 

2. Memiliki Satu Ide Pokok

Nah, buat kamu yang ingin menjadi penulis, penting banget nih menguasai ciri paragraf. Adi, setiap satu paragraf hanya memiliki satu ide pokok saja yang akan dibahas atau dijelaskan dalam sebuah tulisan/karangan. Tujuannya agar lebih terfokus. Kamu (sebagai penulis) pun juga lebih memahami ide pokok apa yang sedang dituliskan. 

3. Tersusun Oleh Beberapa Kalimat 

Ciri-ciri paragraf terdiri dari beberapa kalimat. Kalimat-kalimat inilah yang membentuk konstruksi yang bersifat menjelaskan ide pokok yang sedang kamu tuliskan secara rinci, sehingga pembaca menangkap dan memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. 

4. Berisi Opini dan Yang Dinyatakan dalam Kalimat Penjelas 

Adapun ciri paragraf, kamu dapat melihat dari isi yang disampaikan. Dimana di dalam paragraf berisi opini penulis yang dinyatakan menggunakan kalimat penjelas. Sehingga pembaca pun tersugesti atau sependapat dengan apa yang disampaikan penulis.

Bagaimana? Membuat paragraf itu mudah bukan? Saya yakin kamu pun juga bisa mempraktekannya sendiri. Semoga penjelasan singkat tentang ciri-ciri paragraf di atas memberikan gambaran dan pemahaman.

Struktur Paragraf 

Biasanya dalam satu paragraf hanya terdiri beberapa kalimat. Ada yang panjang ada yang pendek, tergantung dari tulisan yang ditulis. Misalnya kamu menulis novel, tidak ada aturan berapa kata dalam satu paragraf. Nah, jika yang kamu tulis untuk portal website, seperti artikel di website, dalam satu paragraf tidak perlu banyak-banyak. Hal ini berpengaruh pada tingkat keterbacaan. Tulisan di website lebih sedikit, karena saat membaca secara online lebih mudah lelah. 

Nah, adapun struktur penulisan paragraf. Baik itu penulisan untuk penulisan artikel, ataupun dalam karya sastra. 

1. Kalimat topik

Struktur pertama yang harus ada dalam paragraf, harus memiliki kalimat topik. Kalimat topik atau familiar dengan sebutan kalimat pertama. Kalimat topik adalah kalimat inti pembahasan. Ada juga yang menyebut kalimat topik sebagai kalimat utama, kalimat pokok ataupun kalimat tesis. 

2. Kalimat pengembangan 

Struktur yang kedua, terdapat kalimat pengembang. Dikatakan sebagai kalimat pengambang memang kalimat ini berfungsi untuk menjelaskan atau mengembangkan kalimat topik agar lebih gamblang, lebih spesifik sehingga pembaca bisa memahami. 

Kalimat pengembang berperan sebagai kalimat pendukung kalimat topik agar lebih jelas lagi. Untuk penulisan kalimat pengembang, kamu bisa menuliskan secara terpisah 1 sampai 2 kalimat lain dari kalimat pokok. 

Dibandingkan kalimat topik, kalimat pengembang memiliki penjelasan lebih spesifik. Dimana kalimat pengembang memiliki keterangan sebab akibat, waktu dan keterangan pendukung. Bahkan ada juga yang memberikan contoh terkait permasalahan yang diangkat. 

Kalimat pengembang ini dapat ditulis menggunakan dua cara. Yaitu menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Atau ada juga yang menyebutnya sebagai kalimat minor dan kalimat mayor. 

3. Kalimat penegas

Struktur paragraf yang terakhir adalah kalimat penegas. Kalimat penegas adalah kalimat yang bertanggungjawab untuk memberikan penjelasan terhadap kalimat utama yang telah disebutkan oleh inti tiopik. Dari segi lokasi, kalimat penegas umumnya ditempatkan di bagian akhir kalimat, yang sebenarnya kalimat ini hanya mengulang kalimat topik saja.

Jika dilihat dan dihayati, sebenarnya penulisan paragraf tidaklah sulit dan ribet. Karena saya yakin, kamu pun sebenarnya juga bisa membuat paragraf. Mungkin bagi yang suka membaca, akan lebih mudah mempratekkannya. Karena saat membaca kamu akan berhadapan banyak sekali paragraf yang akan menjelaskan kalimat topik dengan cara yang menarik. 

Contoh Paragraf 

Memahami pengertian paragraf dan ciri-ciri paragraf saja tidak cukup. Bahkan setelah mengetahui struktur paragraf, tidak menjamin seseorang paham tentang paragraf. Maka dari itu, di bab akhir akan saya berikan contoh paragraf agar memberikan kemantapan dan keyakinan memahaminya. Berikut contoh paragraf yang sederhana, semoga bisa memberikan gambaran. 

Jeruk purut ternyata kaya manfaat untuk kesehatan manusia (1). Jeruk purut memiliki nama latin Citrus Hystrix. Bentuk kulitnya yang eksotis dan unik, ternyata mengandung berbagai macam nutrisi seperti serat, magnesium, air, karbohidrat, vitamin C dan Kolin, fosfor,dan kalium. Jeruk purut pun dipercaya baik untuk kesehatan karena mengandung antioksidan dan baik untuk kesehatan jantung, melancarkan pembuluh darah dan masih banyak lagi. Jeruk purut juga bersifat sebagai antibakteri yang baik untuk kulit, baik untuk perut dan baik pula untuk saluran pernapasan. Buat yang menderita batu ginjal, jeruk purut juga dapat meredakan gejala batu ginjal (2). Jadi, jeruk purut sangat efektif untuk menjaga stamina agar tidak mudah terserang berbagai macam penyakit. (3)

Dari contoh paragraf di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat topik ditunjukan pada no (1) yang berbunyi “Jeruk purut ternyata kaya manfaat untuk kesehatan manusia”. Sementara no (2) sebagai kalimat pengembang. Biasanya kalimat pengembang memang memiliki porsi penjelasan lebih panjang. 

Sementara kalimat penjelasan ditunjukan di no (3). Umumnya kalimat penjelas mirip seperti kesimpulan, atau mengulang inti maksud kalimat topik. Nah, semoga dari contoh paragraf di atas memberikan gambaran lebih jelas tentang paragraf.

(Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis