⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Sebelum Menulis Ketahuilah Perbedaan Hikayat Dan Cerpen

Perbedaan Hikayat dan Cerpen

Perbedaan hikayat dan cerpen ternyata banyak yang tidak tahu. Karena secara garis besar, keduanya sama-sama karya sastra yang dibuat berdasarkan pada proses imajinasi pengarang. Lantas apa saja sih perbedaan mendasar hikayat dan cerpen?

Kamu bisa temukan perbedaan diantara keduanya dari unsur intrinsik. Namun masuk ke inti, intip dulu apa itu hikayat dan apa itu cerpen terlebih dahulu.

Apa Itu Hikayat

Apa itu hikayat? Hikayat adalah karya sastra lama yang menceritakan sebuah kisah atau kehidupan keluarga kerajaan atau kaum bangsawan. Hikayat adalah prosa yang menekankan pada cerita orang-orang ternama atau cerita kerajaan/istana, yang kental dengan cerita yang memiliki mukjizat, kesaktian atau keanehan. 

Hikayat dapat diartikan sebagai karya sastra yang lebih sering mengangkat kisah kehidupan orang si baik dan si jahat, sarat akan khayalan dan menceritakan sebuah kesaktian yang tidak pernah kita temukan dalam dunia nyata. Meskipun demikian, hal ini dimaklumi, karena sifat dari kisah hikayat adalah sebagai bacaan yang bersifat menghibur dan membangkitkan semangat juang. 

Lantas hikayat diambil dari mana sih? Pasalnya, hikayat berasal dari bahasa Arab Hikayah yang dapat dimaknai sebagai kisah, cerita atau dongeng. Adapun karakteristik atau ciri-ciri hikayat. Umumnya hikayat tidak diketahui penulis/pengarang aslinya, karena sifatnya hanya diceritakan secara turun temurun. Adapun ciri lain, yang meliputi terdapat kemustahilan dalam cerita, para tokoh memiliki kesaktian, menggunakan alur berbingkai dan istana sentris.

Apa Itu Cerpen

Siapa sih yang tidak tahu cerpen? Hampir semua orang tahu apa itu cerpen. Cerpen kepanjangan dari Cerita Pendek. Sesuai dengan namanya, cerpen ditulis lebih singkat dan ringkas dibandingkan dengan teenleet ataupun novel.

Cerpen juga termasuk dalam kategorisasi karya sastra. Dimana di dalamnya menceritakan sebuah permasalahan yang dialami oleh si tokoh karakter. Mungkin ada yang penasaran, kategorisasi cerpen itu di berapa kata sih? Jadi, dikatakan cerpen dibuat tidak lebih dari 10.000 kata. 

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

Biasanya pecinta sastra lebih tertarik dengan cerpen dibandingkan dengan karya novel. Karena sekali duduk, sekali baca bisa langsung selesai. Alasan kenapa cerpen banyak disukai, karena dalam satu cerita hanya mengangkat satu permasalahan saja. Sehingga cerita di dalamnya tidak terlalu kompleks dan memusingkan.

Perbedaan Hikayat Dan Cerpen

Jika dilihat, sekilas hikayat dan cerpen sama-sama karya sastra, termasuk karya fiksi, yang memang dibuat berdasarkan imajinasi si penulis yang bersifat menghibur. Lantas, apa sih perbedaan diantara keduanya? Jadi perbedaan hikayat dan cerpen justru terletak pada unsur intrinsik yang membentuknya, yaitu sebagai berikut. 

1. Tema 

Tema adalah unsur intrinsik yang merupakan ide yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah cerita. Lantas apa sih perbedaan hikayat dan cerpen? 

promo akhir tahun bukunesia

Unsur tema pada hikayat identik dengan perjuangan seorang pahlawan, ada bau-bau cerita kerajaan centris misalnya cerita tuang putri dan sang raja. 

Lain lagi dengan unsur tema pada cerpen. Cerpen memiliki jangkauan tema lebih luas, tidak sebatas tentang kerajaan dan kepahlawanan, tetapi juga tema lain yang sifatnya lebih luas lagi. Misalnya tema persahabat, keagamaan, keluarga, percintaan ataupun peperangan. 

2. Latar 

Unsur yang kedua dapat dilihat dari latar. Latar adalah keterangan waktu, tempat dan suasana yang akan melatarbelakangi cerita. Berikut perbedaan hikayat dan cerpen di unsur latar

Hikayat menggunakan latar tempat yang dominan, yaitu di lingkungan dan di istana/kerajaan. Lain lagi unsur latar pada cerpen, yang tidak berkutat pada satu latar saja. Cerpen memiliki latar tempat, waktu dan suasana yang lebih luas. Tidak terbatas pada batas-batas yang telah ditentukan. 

3. Tokoh 

Unsur intrinsik hikayat dan cerpen dapat dibedakan dari segi tokoh. Tokoh adalah upaya pengarang melahirkan karakter atau tokoh cerita yang akan mengalami banyak peristiwa dan kejadian yang menarik. 

Perbedaan hikayat dan cerpen di unsur juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya pada hikayat, tokoh yang digunakan adalah tokoh orang-orang besar, misal seorang raja, seorang ratu, atau bangsawan. Atau bisa juga kebalikan dari itu yaitu kehidupan rakyat jelata yang hidup di kerajaan. Sedangkan tokoh pada cerpen bisa lebih fleksibel dan bebas, sehingga pengarang bisa melakukan eksplorasi karakter tokoh. 

Baca juga Jenis Tokoh Berdasarkan Fungsi, Peran dan Watak

4. Penokohan 

Mungkin ada diantara kamu ada yang menganggap bahwa penokohan dan tokoh itu hal yang sama. Ternyata berbeda. Penokohan adalah upaya pengarang membuat karakter si tokoh dalam cerita. Pembuatan karakter bisa dengan menceritakan secara bentuk fisik atau watak si tokoh. Lalu apa sih perbedaan hikayat dan cerpen di unsur penokohan? 

Pada hikayat, penokohan umumnya digambarkan dengan sifat mutlak yang memiliki karakter yang sama dari awal cerita sampai akhir (berlaku sebaliknya). Misalnya, tuan putri sebagai karakter yang baik, maka dari awal sampai akhir karakternya baik. 

Sedangkan penokohan pada cerpen penokohan dibuat lebih realistis dan mirip dengan karakter dalam kehidupan nyata. Dimana karakter mungkin saja berbelok, dan nantinya bisa lurus kembali. Misalnya, karakter baik bisa saja menjadi jahat dan kemudian bisa baik lagi karena suatu hal. Jadi, penokohan pada cerpen bersifat dinamis. 

5. Alur 

Perbedaan Hikayat dan cerpen juga dapat dilihat dari alurnya. Alur adalah rangkaian atau penyajian sebuah cerita. Dalam sebuah fiksi, alur dibagi menjadi beberapa jenis. Yaitu alur maju (progresif), alur mundur (flash back) dan alur campuran yang menggabungkan keduanya. 

Alur pada hikayat tentu saja berbeda dengan alur pada cerpen. Hikayat umumnya menggunakan alur maju, yang menceritakan dari awal perjuangan, menghadapi konflik hingga menemukan solusi atau happy ending. Berbeda alur pada cerpen, yang lebih bervariatif dalam memilih alur. Yaitu bisa menggunakan alur maju, mundur ataupun campuran. Biasanya cerpen menggunakan berdasarkan selera dan seni penulis cerpen. 

6. Sudut pandang

Sudut pandang adalah cara pandang pengarang dalam membuat cerita. Ada tiga sudut pandang yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang ketiga terbatas dan sudut pandang orang ketiga mahatahu. Umumnya, sudut pandang pada hikayat lebih banyak menggunakan sudut pandang maha tahu, karena si pengarang bersifat anonim yang serba maha tahu. Sedangkan sudut pandang pada cerpen tidak ada dominasi, semua sudut pandang mungkin dan banyak digunakan. 

7. Gaya Bahasa 

Unsur yang dapat dijadikan perbedaan hikayat dan cerpen dilihat dari gaya bahasa. Gaya bahasa pada hikayat bersifat statis dan banyak ungkapan klise, seperti kata-kata “pada suatu hari”, “hatta”, “Alkisah” dan masih banyak lagi. Sementara gaya bahasa pada cerpen bersifat dinamis dan fleksibel mengikuti perkembangan jaman. 

8. Amanat 

Amanat adalah pesan moral yang hendak disampaikan penulis ke pembaca. Nah, amanat pada hikayat bersifat mutlak dan disampaikan secara eksplisit. Sementara pada cermet amanat bisa disampaikan secara eksplisit maupun implisit.

Itulah perbedaan hikayat dan cerpen yang semoga sedikit ulasan ini memberikan manfaat.

(Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis