Pengertian, Fungsi dan Bagian Alur Cerita

bagian dalam alur cerita
banner-download-ebook

Mengenal jenis-jenis alur cerita, fungsi, bahkan sampai struktur bagian alur dalam cerita yang harus diketahui seorang penulis proefesional.

Sebuah cerita tentu memiliki alur cerita yang beragam. Bagi sebuah cerita seperti novel, dongeng, bahkan cerpen, alur cerita adalah bagian yang penting, karena alur cerita merupakan unsur intrinsik yang membangun sebuah cerita.

Selain merupakan bagian penting dari cerita, sebenarnya apa yang dimaksud dengan alur cerita? Alur cerita juga terdiri dari beberapa jenis dengan tiga bagian yang berbeda-beda. Ketahui pula fungsi alur cerita pada sebuah cerita dari penjelasan berikut ini.

Apa Itu Alur Cerita

Sebelum mengetahui jenis-jenis serta bagian-bagian dari alur cerita, ketahui lebih dulu apa yang dimaksud alur cerita.

1. KBBI

Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, alur cerita merupakan jalinan peristiwa dalam cerita untuk memperoleh efek tertentu.

2. Sudjiman

Selain menurut KBBI, apa yang dimaksud dengan alur cerita juga diungkapkan oleh para ahli, salah satunya adalah Sudjiman. Menurut Sudjiman, alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang dijalin atau dibentuk secara seksama dan menggerakkan jalan cerita kea rah klimaks dan antiklimaks.

3. Chatman

Sedangkan menurut Chatman, alur cerita adalah tata urutan pemunculan peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita.

4. Forster

Menurut Forster, alur cerita adalah rentetean peristiwa yang lebih menekankan pada hubungan akibat pada sebuah cerita.

Dari berbagai pengertian alur cerita di atas, maka secara umum alur cerita dapat dipahami sebagai rangkaian peristiwa yang dapat membentuk sebuah cerita menjadi peristiwa atau cerita yang memiliki kronologi.

3 Macam Alur Cerita

Alur cerita dapat dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk tiga jenis alur cerita berikut ini, yaitu alur maju, alur balik, dan alur gabungan. Pembagian tiga jenis alur cerita ini dibedakan berdasarkan kronologis peristiwa yang terjadi.

1. Alur Maju

Alur maju pada cerita disebut juga dengan alur progresif dan merupakan salah satu alur yang banyak ditemukan dan dipakai dalam sebuah cerita. Pada cerita dengan alur maju, maka cerita dimulai dari awal cerita yang merupakan pengenalan tokoh, hingga pada bagian akhir yang merupakan penyelesaian konflik atau solusi.

Urutan dari alur maju sebuah cerita adalah awal cerita yang yang merupakan pengenalan, dilanjutkan dengan adanya kemunculan konflik, lalu disusul dengan klimaks cerita yang merupakan tahap saat konflik memuncak.

Setelah bagian klimaks, maka dilanjutkan dengan antiklimaks atau saat konflik sudah menurun dan diakhiri dengan tahapan penyelesaian, di mana ada solusi atas konflik yang terjadi.

2. Alur Balik

Alur balik atau alur mundur pada cerita disebut juga sebagai alur regresif. Cerita yang dibuat dengan alur balik ini memiliki kebalikan dengan cerita yang memiliki alur cerita maju. Pada cerita dengan alur balik, maka peristiwanya diceritakan secara terbalik dan tidak dimulai dari tahap pengenalan tokoh atau pengenalan konflik.

Penggunaan alur balik ini biasanya digunakan untuk cerita yang menceritakan kilas balik atau flashback dari tokoh yang ada dalam cerita.

3. Alur Gabungan

Berbeda dengan alur maju dan alur balik, cerita yang menggunakan alur gabungan memiliki alur cerita yang acak. Biasanya, cerita yang menggunakan alur gabungan atau alur campuran ini dimulai dari tahap klimaks atau puncak konflik yang diceritakan di awal cerita.

Tujuan dari tahap puncak konflik yang diceritakan pada bagian awal cerita ini adalah agar pembaca cerita mengetahui masalah yang terjadi pada cerita. Kemudian alur cerita akan mundur ke pengenalan konflik, kemudian maju kea lur antiklimaks, dan maju ke tahap penyelesaian.

Selain 3 jenis diatas, sebenarnya ada pengembangan lebih lagi mengenai alur cerita bahkan ada 7 macam alur cerita itu sendiri. Untuk mengetahuinya, silakan pahami 7 Jenis Alur Cerita.

3 Bagian Alur Cerita

A. Orientasi

Bagian alur cerita yang pertama adalah orientasi, yang disebut juga sebagai pengenalan. Sesuai dengan nama tahapannya, pada bagian orientasi ini berisi tentang pengenalan berbagai hal tentang cerita tersebut.

Pengenalan yang dimaksud misalnya seperti pengenalan latar belakang atau setting cerita, pengenalan tokoh, cerita, hingga hubungan antar tokoh dalam cerita.

B. Konflik

Konflik adalah bagian kedua dari alur cerita, yaitu bagian dimana berbagai konflik atau masalah mulai bermunculan. Bagian ini juga dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu saat konflik mulai muncul, saat konflik hampir mencapai puncaknya, hingga saat konflik sudah mencapai puncak atau klimaks konflik.

Pada bagian konflik, tidak hanya masalah mulai bermunculan, tapi akan terlihat juga sebab dan akibat konflik bagi setiap tokoh, bahkan akan memperlihatkan karakter asli dari tokoh dalam cerita.

C. Penyelesaian

Bagian akhir dari alur cerita adalah tahap penyelesaian, yaitu saat semua masalah yang muncul di bagian konflik mulai mendapatkan penyelesaian atau solusi. Di bagian penyelesaian ini juga kerap kali dijelaskan mengenai kondisi akhir tokoh setelah mengalami konflik pada bagian sebelumnya.

Fungsi Alur Cerita

Alur memiliki fungsi penting dalam sebuah cerita. Inilah sebabnya, penulis akan membuat cerita dengan alur yang mengalir dan menarik, agar pembaca lebih tertarik dan mudah membaca cerita tersebut.

Meski alur cerita disebut penting, sebenarnya apa saja fungsi dari alur cerita? Berikut ini penjelasan dari fungsi alur cerita.

1. Memberikan Pemahaman

Fungsi pertama dari alur cerita adalah untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai bagaimana peristiwa yang ada di dalam cerita bisa berkaitan atau berhubungan dengan peristiwa lainnya.

2. Menjelaskan Penyebab Konflik

Konflik yang terjadi dalam cerita tentu ada penyebabnya. Inilah fungsi dari alur cerita, yaitu menjelaskan mengenai penyebab konflik dalam cerita bisa terjadi dan memengaruhi cerita serta tokoh dalam cerita yang ditulis.

3. Menjelaskan Hubungan Antar-peristiwa

Fungsi ketiga dari alur cerita adalah menjelaskan mengenai hubungan antar-peristiwa yang terjadi dalam cerita. Dengan adanya alur cerita yang jelas, maka dapat menjelaskan tentang hubungan dari berbagai peristiwa dan konflik yang terjadi dalam cerita.

Fungsi ini juga bisa membantu menjelaskan atau memberikan pemahaman kepada pembaca tentang bagaimana berbagai peristiwa dalam cerita bisa terjadi dan apa hubungannya.

4. Mengungkapkan Akibat dari Konflik

Konflik yang ada dalam cerita tidak hanya memiliki sebab, namun juga dapat memberikan akibat kepada tokoh dan jalannya cerita. Mengungkapkan akibat dari konflik adalah fungsi alur yang ketiga.

Berdasarkan empat fungsi alur cerita inilah, maka setiap cerita harus memiliki alur yang baik dan jelas, agar pembaca bisa memahami cerita dengan baik.

(Penulis: Tyas Wening)

Baca juga artikel penting berikut ini.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis