Pengertian dan Contoh Sinopsis Cerpen

Contoh Sinopsis Cerpen

Sebelum membaca sebuah cerpen, pernahkah mencari sinopsis cerpen terlebih dahulu? Sinopsis merupakan ringkasan dari sebuah karya tulis memang biasanya dibuat untuk buku, seperti novel, buku antologi dan lainnya.

Namun, sinopsis juga dibuat untuk karya tulis lainnya. Salah satunya adalah cerpen atau cerita pendek. Sehingga lewat sinopsis ini seseorang bisa mengetahui garis besar cerita dari karya tulis tersebut. 

Sinopsis kemudian akan menjadi bagian utama untuk dibaca, jika dirasa menarik maka cerpen tersebut akan dibaca secara keseluruhan. Meskipun begitu, sinopsis tidak lantas mengulas seluruh cerita di dalam cerpen. 

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang cara membuat kerangka cerpen.

Sehingga sinopsis yang disusun dengan baik bisa merangsang minat pembaca untuk mengecek isi cerpen secara menyeluruh. Sehingga menulis sinopsis pada cerpen yang dibuat menjadi hal penting. Lalu, bagaimana cara membuatnya? Simak uraian berikut ini. 

Pengertian Sinopsis Cerpen

Sebelum bisa membuat sinopsis cerpen yang baik dan benar, sebaiknya kita memahami dulu pengertiannya. Jadi, sinopsis sendiri adalah ringkasan dari sebuah cerita. Sehingga sinopsis cerpen adalah ringkasan dari sebuah cerpen atau cerita pendek. 

Sedangkan ringkasan adalah bentuk pendek atau pemendekan dari dari sebuah cerpen yang disusun dengan memperhatikan unsur intrinsik tertentu dari cerpen tersebut. Misalnya, tetap mencantumkan nama tokoh utama dan sekilas mengenai konflik yang dialaminya. 

Nah, memilih konflik yang dimasukkan ke dalam sinopsis juga harus menarik ya. Lebih lengkapnya, kalian bisa baca detailnya di pengertian konflik cerita fiksi.

Meskipun cerpen kependekan dari cerita pendek, yang artinya merupakan bentuk cerita yang strukturnya pendek. Ternyata keberadaan sinopsis tetap penting, karena tidak semua cerpen muat di dalam satu halaman saja. 

Beberapa penulis membuat cerpen yang bisa sampai 5 halaman atau bahkan lebih. Jika sampai 10 halaman maka akan menjadi cerbung atau cerita bersambung. Sehingga sinopsis akan membantu pembaca mengetahui garis besar cerita yang diusung di dalam cerpen tersebut. 

Sinopsis yang merupakan bentuk pendek atau ringkasan dari cerpen, maka dibuat singkat. Jika cerpen umumnya terdiri dari 3 halaman berukuran A4. Maka sinopsisnya tentu harus lebih pendek. Misalnya setengah halaman ukuran A4 tadi. 

Sehingga sinopsis cerpen tidak lantas menceritakan seluruh isi cerpen. Melainkan hanya menyampaikan sekilas saja, dan itu pun diambil dari bagian yang sekiranya penting. Sekaligus, bagian yang sekiranya bisa memunculkan rasa penasaran pembaca. 

Selain itu, penulis sinopsis juga bisa dari kalangan pembaca. Sehingga isinya juga memaparkan keunggulan dan daya tarik dari cerpen tersebut. Hal ini akan membuatnya seperti resensi, yang memberi informasi lebih detail kepada pembaca mengenai menarik tidaknya cerpen tersebut. 

Struktur Isi Sinopsis Cerpen

Dengan penjelasan diatas mengenai pengertian dari sinopsis pada cerpen, pembahasan selanjutnya adalah pada struktur sinopsisnya. Sinopsis memiliki struktur umum yang membuatnya memaparkan pokok-pokok penting dari sebuah tulisan. 

Secara umum juga, sinopsis pada cerpen tidak berbeda jauh dengan sinopsis pada jenis tulisan lain. Sehingga strukturnya adalah sebagai berikut: 

1. Orientasi 

Bagian pertama dalam struktur sinopsis cerpen adalah orientasi. Orientasi menjelaskan pengenalan latar cerita yang biasanya berhubungan dengan waktu, suasana, dan juga tempat. 

Penulis sinopsis bisa menjelaskan beberapa latar tersebut sebagai pembukaan sinopsis. Misalnya memperkenalkan nama tokoh utama dan diceritakan sedang menjalani kehidupannya di usia berapa, di tahun berapa, di kota mana, dan lain-lain. 

2. Komplikasi 

Bagian kedua adalah komplikasi, yakni bagian yang menjelaskan konflik atau permasalahan yang dialami tokoh utama di dalam cerpen. Pada bagian ini, penulis sinopsis bisa menambahkan watak atau karakter tokoh tersebut. 

Kemudian menyampaikan awal mula konflik yang dialami tokoh dan bentuk konflik yang terjadi. Sehingga pembaca bisa tahu, cerpen tersebut nantinya mengusung tema apa dilihat dari konflik yang dialami tokoh di dalamnya.

Baca juga: Perbedaan Tokoh dan Penokohan

3. Evaluasi 

Struktur yang ketiga adalah evaluasi, yakni proses menjelaskan perubahan konflik menuju ke klimaks. Sehingga penulis bisa menjelaskan bagaimana cara si tokoh utama menyelesaikan konflik yang dialami. 

Namun, bisa disampaikan secara sekilas atau bahkan tersirat. Kemudian dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan. Misalnya, saat membuat cerpen yang menceritakan tokoh utama mencari ibunya ke kota. 

Sinopsis bisa menjelaskan konflik mengenai keinginan tokoh utama menemukan ibunya ke kota. Lalu, tokoh menemukan jalan untuk bisa ke kota. Pada penutup bagian evaluasi, penulis sinopsis bisa mengajukan pertanyaan: 

Lalu, bagaimana Siti (nama tokoh utama) saat sampai ke kota sanggupkah ia menemukan ibunya di ibukota yang luas bak hutan Amazon?

4. Resolusi 

Struktur berikutnya adalah resolusi, pada bagian ini penulis sinopsis bisa menilai solusi yang diambil oleh tokoh utama. Apakah memang dianggap menjadi solusi terbaik atau ada pilihan lainnya. 

Penulis sinopsis juga bisa menghapus bagian ini dari struktur, dan kemudian langsung berlanjut ke bagian akhir. Yakni bagian koda, sebab resolusi tidak harus dijelaskan karena bisa membuat pembaca menebak ending dari cerpennya seperti apa. 

Jika endingnya sudah bisa ditebak, maka mereka akan kurang tertarik membaca keseluruhan cerpen tersebut. Kecuali, memang cukup lihai untuk membungkus resolusi ini dengan kalimat yang menarik dan penuh teka-teki. 

5. Koda 

Bagian akhir dari struktur sinopsis pada cerpen adalah koda, yaitu bagian yang menjelaskan nilai atau pelajaran yang bisa dipetik dari cerpen tersebut. Pada bagian ini, penulis sinopsis bisa menyampaikan segala hikmah yang didapatkan usai membaca cerpen. Contohnya: 

Cerpen-cerpen karya Kuntowijoyo yang tak kalah menariknya, dihimpun dalam buku ini dan kami persembahkan kembali bagi para pembaca yang merindukan kisah penuh kebijaksanaan yang mampu memberikan pelajaran kehidupan tanpa menggurui.

Cara Membuat Sinopsis Cerpen

Setelah mengetahui struktur dari sinopsis cerpen, maka pembahasan berikutnya adalah belajar tentang cara membuat sinopsis tersebut. Terdapat beberapa langkah atau tahapan yang perlu dilakukan, agar sinopsis yang disusun bisa dikatakan baik atau bagus.

1. Membaca Cerpen yang Akan Dibuat Sinopsisnya 

Tahap pertama dalam membuat sinopsis untuk cerpen adalah membaca cerpen itu sendiri. Pastikan sudah membaca cerpen secara keseluruhan, dari awal sampai akhir. Kemudian, pahami alur cerita, tujuan, dan nilai dari cerpen tersebut. 

Jadi, jangan sampai membuat sinopsis dari cerpen yang belum pernah dibaca sama sekali. Sebab hal ini akan merusak isi sinopsis, bisa jadi hanya berupa karangan yang isinya tidak sesuai dengan cerpen tersebut. 

Oleh sebab itu, wajib membaca cerpen secara keseluruhan dan pahami juga isinya bagaimana. Hal ini penting agar pembuatan sinopsis menjadi mudah, karena tahu bagaimana alur ceritanya dan bagian mana saja yang perlu dicantumkan ke sinopsis. 

2. Menulis Gagasan Utama 

Setelah membaca cerpen, maka tahap berikutnya adalah menulis gagasan utama. Yakni unsur utama yang menjadi pokok dalam jalannya cerita cerpen tersebut. Konfliknya dan juga nilai atau hikmah dari konflik yang diceritakan dalam cerpen. 

Gagasan utama ini perlu disusun di awal, untuk mengetahui apa yang menjadi dasar cerita dari cerpen yang akan dibuat sinopsis. Sehingga bisa dikembangkan menjadi kalimat-kalimat, parafrase-parafrase, dan sebagainya yang membangun sinopsis secara utuh. 

Secara umum, gagasan utama di dalam cerpen biasanya hanya ada satu. Sebab cerpen sendiri menceritakan kisah pendek, yang tentu tidak memiliki banyak gagasan utama. Lain halnya dengan novel, yang biasanya terdiri dari beberapa bab dan setiap bab memiliki gagasan utamanya sendiri. 

3. Melakukan Analisis Bagian Mana Saja yang Akan Dicantumkan 

Tahap selanjutnya, adalah mulai melakukan analisis bagian cerpen mana saja yang akan dicantumkan ke dalam sinopsis. Tentunya perlu disesuaikan dengan cara penulis menggambarkan tokoh, konflik yang dialami, solusinya, dan lain-lain. 

Kemudian tentukan bagian mana yang sekiranya penting, bagian yang menjadi titik klimaks di dalam cerpen tersebut. Bagian inilah yang sebaiknya dicantumkan di dalam sinopsis cerpen. 

Tidak ketinggalan, adalah menyusun sinopsis sesuai struktur yang sudah dibahas sebelumnya. Sehingga di bagian pembuka atau orientasi akan memaparkan bagian apa dari cerpen, begitu seterusnya sampai ke bagian koda. 

Susun setiap bagian dengan menggunakan kalimat maupun parafrase yang menggunakan bahasa sendiri. Sampaikan ringkasan cerpen sesuai dengan pemahaman yang ditangkap sehingga lebih orisinil, unik, dan juga punya daya tarik. 

4. Dibaca Ulang 

Tahap akhir dalam membuat sinopsis cerpen tentu saja membaca ulang sinopsis yang berhasil disusun sesuai tahapan-tahapan sebelumnya. Proses ini penting untuk melakukan editing sendiri. 

Sehingga bisa mengetahui apakah alur sudah sesuai dan mampu menjelaskan isi cerpen dengan baik meskipun dalam versi ringkas atau tidak. Kemudian, ada tidaknya kesalahan ketik, kesalahan penggunaan tanda baca, dan lain-lain. 

Pengecekan atau koreksi mandiri ini penting agar bisa mengetahui apakah sinopsis yang disusun sudah bagus. Baik dari segi isi penyampaian sampai cara penyampaiannya apakah mudah dipahami atau sebaliknya.

Untuk mengasah menulis, kalian coba terapkan 10 Cara Menulis yang Benar.

Contoh Sinopsis Cerpen

Supaya lebih paham lagi mengenai apa itu sinopsis cerpen dan bagaimana proses pembuatannya agar baik dan benar. Maka berikut dua contoh sinopsis dari cerpen dengan dua tema berbeda: 

Sinopsis Cerpen Pendidikan

Sinopsis Cerpen “Ujian Bukan Setan yang Menakutkan” 

Bagi para murid di Sekolah, ujian seakan menjadi momok yang menakutkan. Padahal ujian hanyalah salah satu cara untuk mengukur seberapa jauh pemahaman kita dalam memahami setiap pelajaran yang sudah disampaikan.

Melalui cerpen berjudul Ujian Bukan Setan yang Menakutkan, pembaca diajak untuk mengetahui bagaimana ujian bisa dianggap setan oleh kalangan pelajar. Terutama Ujian Nasional (UN). 

Sebab Ujian Nasional ini menentukan apakah para siswa ini bisa mendapatkan ijazah kelulusan atau sebaliknya. Selain itu, dihadapkan pula dengan  beberapa tantangan. Seperti passing grade nilai di setiap Mata Pelajaran UN. 

Penulis cerpen ini mencoba mengisahkan tentang tokoh pelajar SMA bernama Dewi yang dikenal punya otak cerdas. Mendekati masa UN, sosoknya selalu menjadi tujuan teman sekelasnya untuk berbagi ilmu dan bahkan wejangan. 

Banyak temannya yang merasa takut menghadapi UN, sama takutnya seperti menghadapi penampakan setan. Dewi pun berusaha menjelaskan mengenai UN yang tidak semenakutkan itu. Lalu, apakah Dewi berhasil meyakinkan teman-temannya bahwa UN memang tidak menakutkan seperti setan? 

Sinopsis Cerpen Persahabatan

Sinopsis Cerpen “Sore Hari di Pantai Kuta” 

Persahabatan adalah tema menarik untuk diangkat menjadi cerita, dalam cerpen bertajuk Sore Hari di Pantai Kuta. Penulisnya menggambarkan persahabatan sejati antara Malika dengan Erin yang keduanya adalah orang asli Bali. 

Sebagai orang asli Bali, keduanya tentu tidak asing dengan yang namanya pantai, laut, sekaligus samudra. Sejauh mata memandang, saat berkeliling ke Bali dijamin bisa dengan mudah menemukan pantai-pantai cantik dan dipenuhi wisatawan. 

Suatu ketika, Malika bermain bersama Erin di Pantai Kuta. Sampai sore mereka asyik bermain, sampai Malika melamun bersedih di salah satu sudut pantai tersebut. Malika pun menegurnya, dan seketika baru sadar kalau baju Malika hanyut terbawa air laut. 

Malika menangis, karena takut akan dimarahi oleh ibunya. Erin yang merasa kemampuannya berenang sangat handal mencoba menenangkan dan memilih berenang ke laut untuk mencari baju Malika. Lalu, apakah baju tersebut berhasil didapatkan kembali oleh Erin? Padahal suasana malam sudah semakin pekat. 

Melalui penjelasan diatas, maka kamu sudah bisa memahami apa itu sinopsis cerpen dan bagaimana membuatnya. Silahkan dipelajari agar kedepannya bisa membuat sinopsis dengan lancar dan juga enak dibaca.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis