Buku Antologi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh

contoh buku antologi

Buku antologi – Selama ini kita sering melihat buku antologi. Namun banyak diantara kita yang tidak terpikirkan untuk menjadi salah satu penulis yang menerbitkan buku antologi. Padahal caranya mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Lalu bagaimana cara menerbitkan buku antologi? Sebelum ke pembahasan inti, intip dulu beberapa ulasan berikut ini. 

Pengertian Buku Antologi

Pengertian buku antologi secara umum dapat diartikan sebagai kumpulan karangan bunga. Dalam konteks karya sastra, antologi dapat diartikan sebagai kumpulan tulisan/karya. Dalam istilah lain antologi lebih populer disebut dengan bunga rampai. 

Pada mulanya, antologi hanya diperuntukan untuk kumpulan karya puisi saja. Namun seiring berjalannya waktu, ada juga antologi buku seperti antologi cerpen, antologi prosa, antologi teenlit, dan antologi artikel. Jadi antologi sekarang bisa digunakan untuk banyak jenis karya sastra. 

Jadi prinsip dari antologi buku adalah kumpulan karya sastra. Dimana dalam satu buku bisa ditulis oleh satu penulis atau lebih dari dua penulis. Untuk isi, bisa ditulis dalam banyak perspektif  tema atau topik.

Baca juga: Bagian-Bagian Buku yang Wajib Diketahui

Ciri-Ciri Buku Antologi

Penasaran, apa sih ciri spesifik buku antologi? Berikut ada 4 ciri yang paling menonjol saat kita akan menulis antologi, baik itu antologi puisi, antologi cerpen, ataupun antologi karya sastra lain. 

1. Tema Seragam 

Ciri yang pertama, memiliki tema seragam. Keseragaman tema ini dijadikan sebagai bentuk penyelarasan isi buku. Ada beberapa kasus, buku antologi yang isi di dalamnya tidak sama dengan karya satu dengan karya yang lain. 

Lalu bagaimana? Secara kebutuhan yang menerbitkan tidak masalah. Namun buat kamu yang akan menerbitkan buku antologi, direkomendasikan untuk menentukan tema agar seragam. Karena kehadiran antologi adalah memudahkan pembaca menikmati karya sastra yang memiliki tema yang sama namun dikemas dalam perspektif yang berbeda. 

2. Terdiri Beragam Karya

Jadi yang dimaksud dengan beragam karya adalah dalam satu buku antologi ada banyak karya miliki penulis lain. Secara tidak langsung, saat kita membuat buku antologi, maka penulis yang terlibat di dalamnya, memiliki kebebasan untuk mengekspresikan pesan dan gagasan mereka lewat beragam bentuk. 

Dikatakan beragam karena satu tema, dapat ditulis dari sudut pandang yang berbeda-beda. Bagi penulis yang memiliki bekal pengetahuan, perspektif dan sudut pandang yang banyak, mudah menuliskannya. Sementara bagi pemula yang masih kesulitan mengelola, bisa dimulai dari banyak membaca. 

3. Ditulis Oleh Satu Penulis atau Lebih 

Jika kamu mengamati buku antologi, ada dua kemungkinan yang akan ditemukan. Kemungkinan pertama, buku antologi tersebut ditulis oleh satu penulis. Namun di dalam buku antologi berisi beragam karya sastra. 

Kemungkinan kedua, buku antologi berisi banyak penulis. Jumlah penulisnya tidak ada batasan. Ada pula yang satu tulisan ditulis oleh penulis lain. Padahal dalam buku antologi tersebut ada 50 bahkan lebih judul buku. 

4. Karya Pilihan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jika buku antologi berisi kumpulan karya sastra. Karena sifatnya adalah “kumpulan” makna karya yang termuat di dalam buku antologi adalah karya-karya pilihan. Karya yang benar-benar memiliki amanat dan pesan yang baik bagi pembaca. 

Ada standarisasi karya yang dapat masuk dalam buku antologi. Biasanya setiap komunitas memiliki aturannya sendiri. Prinsipnya, karya yang dipilih adalah karya yang dari segi diksi dapat dipahami, dimengerti dan sesuai nalar.

Itulah beberapa ciri buku antologi yang sebenarnya jika kita pergi ke perpustakaan kita akan banyak menemukan. 

Beberapa Buku Antologi

Di paragraf awal sudah sedikit disinggung tentang jenis buku antologi. Secara umum, kita lebih familiar mendengar buku antologi puisi dan antologi pantun. Ternyata ada juga buku antologi cerpen.

1. Buku Antologi Puisi

Buku antologi puisi adalah kumpulan karya sastra yang secara teknis karya sastra ini fokus memperhatikan pemilihan diksi, majas atau gaya bahasa agar sesuai dengan irama, rima yang menarik, namun juga memiliki pesan.

Baca juga: Perbedaan Sajak dan Puisi

2. Buku Antologi Cerpen

Buku Antologi Cerpen adalah karya sastra yang secara teknis ditulis berdasarkan alur cerita dan penokohan yang memancing membangkitkan emosi pembaca. 

Itulah beberapa pengertian bentuk buku antologi. Ada yang belum disebutkan, yaitu buku antologi pantun yang dapat diartikan sebagai kumpulan karya sastra yang terdiri dari empat baris bersajak a-b-a-b

Cara Membuat Buku Antologi

Buat kamu yang ingin menjadi penulis buku, namun belum mampu melakukan karena beberapa alasan. Misalnya karena menulis buku terlalu berat dan sekali menulis harus berpuluh-puluh lembar. Maka, kamu tetap bisa menerbitkan dengan cara yang mudah dan tidak pusing tujuh keliling. 

Salah satu caranya adalah membuat buku antologi. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara membuat buku antologi ini? Nah, berikut beberapa ide cara merealisasikannya. 

1. Membuat Komunitas 

Cara membuat buku antologi yang pertama kali kamu harus membuat komunitas terlebih dahulu.  Atau bisa saja kamu mengikuti komunitas. Oh iya, pastikan komunitas harus relevan. Misal mengikuti komunitas menulis cerpen, komunitas menulis puisi, komunitas menulis pantun dan masih banyak lagi. 

Jadi komunitas itu diibaratkan sebagai kolam. Jika kolam tersebut peruntukan untuk menulis cerpen, maka orang yang bergabung adalah anggota yang memang memiliki ketertarikan dan memiliki kemampuan menulis cerpen. 

Ini nantinya akan memudahkan kamu untuk menjaring anggota yang ingin ikut dalam program menulis buku antologi. 

2. Menentukan Tema 

Setelah membuat sebuah komunitas, langsung selanjutnya adalah menentukan tema. Masih ingat kan? Ciri buku antologi itu apa? Yap, memiliki kesamaan tema. Di sini kamu bisa menentukan tema yang ringan-ringan saja.

Kenapa tema yang ringan? Karena lebih banyak diminati oleh pembaca dari banyak kalangan. Semengara tema-tema berat, justru kurang diminati. Kecuali penulis mampu menggemaskan secara ringan. Tapi kan tidak semua anggota bisa melakukannya cara ini. 

3. Mencari Anggota/Kontributor

Jangan lupa untuk mencari masa, atau anggota atau contributor. Jika tidak ada anggota atau contributor, maka sulit rasanya bisa menerbitkan antologi dalam waktu cepat.

4. Mencari Penanggungjawab 

Karena nanti akan berurusan banyak orang, dan harus berurusan dengan banyak hal, maka perlu menunjuk penanggung jawab yang bertugas untuk mengkoordinasi naskah masuk, agar tepat waktu. 

Seperti yang kita tahu, bahwasa bekerja kelompok itu lebih berpeluang terjadi konflik, akibat beda pendapat. Nah, untuk meminimalisir terjadinya permasalahan seperti itu, maka kehadiran penanggungjawab dapat menjadi penengah dan meredam permasalahan yang terjadi. 

5. Mencari Editor 

Setelah naskah dari anggota sudah terkumpul. Maka, kamu butuh tim editor. Tugas editor meneliti hasil karya yang ditulis. Apakah sudah sesuai dengan EYD, apakah ada yang perlu direvisi dan mengecek kelengkapan naskah. 

Jika hasil buku antologi tidak dilakukan editing oleh editor, dengan kata lain naskah masih apa adannya. Maka jangan berharap buku antologi kamu bisa diterima penerbit dan bisa diterbitkan di sana. Tentu kamu tidak ingin terjadi hal semacam ini bukan. 

6. Menentukan Penerbit dan Menerbitkannya

Langkah terakhir, jika semua hasil antologi sudah lengkap, rapi dan Editor sudah memberikan aba-aba “Ok”. Maka langkah selanjutnya adalah mencari penerbit yang bersedia menerbitkan buku. Nah, buat kamu yang tidak ingin membuang-buang waktu menawarkan buku ke penerbit, yang belum tentu diterima. 

Maka kamu bisa langsung saja menerbitkan buku ke penerbit bukunesia miliki deepublish group. Di sini kamu bisa langsung mencetak buku tanpa buang-buang waktu, tenaga dan pikiran. Masalah desain, layout, pengurusan ISBN akan kamu dapatkan secara gratis. Jadi tunggu apa lagi? Segera terbitkan buku kamu di sini. 

Setelah melihat cara membuat buku antologi ternyata tidak susah bukan? Daripada pusing menulis buku sendiri tidak mampu. Cara ini paling sukses dilakukan oleh penulis pemula, agar tetap memiliki karya buku.  Semoga misi kamu berhasil dan kita tunggu karyanya.

Contoh Judul Buku Antologi

Setelah memahami tentang buku antologi, mungkin ada yang masih penasaran contoh judul buku antologi itu seperti apa? Berikut beberapa contoh judul buku antologi yang bisa kamu spoiler. 

  1. Antologi puisi indosatire
  2. Antologi puisi ibu
  3. Antologi ketiadaan  
  4. Antologi puisi ipa dilatasi orbit 
  5. Antologi ibu pertiwi terluka 

Itulah lima contoh judul buku antologi yang pernah diterbitkan di penerbit Deepublish Group. Contoh judul buku antologi selanjutnya adalah hasil antologi kamu. Kita tunggu. Semoga ulasan artikel yang singkat ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca juga:

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis