logo penerbit bukunesia

Cara Membuat Dialog dan Contohnya di Tahun 2023

cara membuat dialog
promo tahun baru 30%

Dialog merupakan percakapan antara dua orang atau lebih. Biasanya, dialog dilakukan secara langsung atau saat bertemu bertatap muka. Dialog juga bisa dilakukan dari jarak jauh yakni secara online atau melalui jaringan telepon. Dialog tidak terbatas hanya percakapan antara 2 orang saja, namun bisa melibatkan banyak orang.

Membuat dialog tentu harus memerhatikan beberapa aspek. Ada berbagai cara membuat dialog dengan tujuan agar dialog tersebut bisa tersampaikan dan pesannya dapat diterima oleh pendengar. Berikut adalah cara membuat dialog agar pesan yang disampaikan oleh penutur bisa diterima dengan baik.

Cara Membuat Dialog

Untuk menciptakan dialog yang baik, berikut adalah cara membuat dialog yang tepat yaitu menentukan tema, menentukan tokoh, gaya bahasa, waktu, dan menentukan tempat. Berikut adalah penjelasan lengkap:

baca juga Apa itu Gaya Penulisan? Kenali Macam-Macamnya

1. Tentukan Temanya

Langkah pertama untuk membuat dialog yang baik adalah menentukan tema. Dalam menentukan tema, usahakan memilih tema yang spesifik atau tema yang rinci. Hal ini agar pembuat dialog tidak merasa kewalahan dalam membuat teks dialog. Meski demikian, pada umumnya teks dialog ini memiliki tema yang bebas.

Namun meski demikian, Anda harus menentukan tema yang tepat dan sesuai dengan tema yang akan dibicarakan atau diangkat dalam pembahasan Anda. Menentukan teks dialog dengan tema memang kadang sulit karena adanya batasan ide, akan tetapi tema tersebut bisa mengalir ketika kita tahu akan membicarakan mengenai apa.

2. Jangan Lupa Menentukan Tokoh

Tahap kedua dalam membuat dialog adalah menentukan tokoh. Di dalam dialog, menentukan tokoh siapa yang akan berdialog adalah hal yang penting. Hal ini karena jika tidak ada tokohnya, maka dialog tersebut tidak bisa berjalan. Teks dialog biasanya dilakukan oleh 2-3 atau lebih tokoh yang saling berbicara atau berdialog.

Tokoh atau pembicara dalam dialog ini harus sejalan. Pentingnya memilih tokoh yang sejalan adalah karena tokoh menjadi pengaruh yang besar atas kesesuaian percakapan yang berlangsung antara tokoh di dalam dialog tersebut.

3. Menentukan Gaya Bahasa

Tahap selanjutnya adalah menentukan gaya bahasa. Dalam menyampaikan dialog, diperlukan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Ada dua jenis gaya bahasa yang dipilih, yang pertama adalah gaya bahasa formal dan yang kedua adalah gaya bahasa non-formal.

Gaya bahasa formal merupakan gaya bahasa yang baku yang mengikuti aturan pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sedangkan gaya bahasa non-formal adalah bahasa yang sifatnya tidak baku atau bahasa yang digunakan sehari-hari yang tidak terlalu memerhatikan kaidah dan juga aturan bahasa yang berlaku.

Untuk menentukan gaya bahasa, Anda harus menyesuaikan siapa yang berdialog dan apa tema yang diangkat. Hal ini harus ada kesesuaian dan juga kecocokan. Karena tidak mungkin jika berdialog dengan tokoh daerah kita menggunakan bahasa non-formal. Kita seharusnya menggunakan bahasa formal yang sarat akan etika dan sopan santun.

Memilih gaya bahasa ini sangat penting agar pesan juga dapat tersampaikan dengan baik dan tepat. Apalagi, dalam penyampaian dialog, perlu memerhatikan diksi. Diksi yang dimaksud adalah pilihan kata yang sesuai dengan apa yang ingin dibahas atau dibicarakan di dalam dialog tersebut.

4. Waktu juga Perlu Ditentukan

Tak hanya menentukan tema, tokoh, dan gaya bahasa saja, waktu kapan dialog harus diungkapkan juga harus ditentukan. Mengapa demikian? Waktu terjadinya sebuah dialog dapat menentukan tema apa yang dipilih dan bagaimana gaya bahasa yang digunakan. Setiap dialog tentu akan disampaikan atau terjadi sesuai dengan waktu tertentu.

Di dalam dialog, dibagi 2 pembagian waktu, yaitu:

a. Pertama, waktu karena perputaran matahari; siang, malam, pagi, atau sore. Pukul 07.00, pukul 12.00, dan lain sebagainya.

b. Kedua, waktu atau kejadian peristiwa; misalnya sepulang sekolah, saat hujan deras, saat terik matahari, dan lain sebagainya.

5. Menentukan Tempat

Seorang pembuat dialog juga harus menentukan tempat yang sesuai saat dialog tersebut disampaikan. Hal ini sama halnya dengan menentukan waktu tadi. Tempat di mana berdialog akan menyesuaikan dengan tema dan juga gaya bahasa yang dipilih, sehingga semua unsur ini berkesinambungan.

Ketika membuat teks dialog, tentu Anda akan terpikir kira-kira di mana dialog tersebut akan terjadi atau berlangsung. Sehingga tempat dan waktu akan sangat berpengaruh pada pemilihan tema dan gaya bahasa yang dipilih.

Contoh Dialog

Berikut adalah beberapa contoh dialog yang bisa dijadikan referensi.

1. Contoh Dialog 1

Judul: Pulang sekolah bersama

(Pada pagi hari saat berangkat sekolah)

Yanto: Dedi, nanti sepulang sekolah kamu dijemput atau pulang jalan kaki?

Dedi: Nanti aku pulang jalan kaki. Ayahku bekerja lembur, jadi tidak bisa menjemputku.

Yanto: Ya sudah, kalau begitu nanti kita bertemu di gerbang sekolah dan pulang sekolah bersama-sama, ya!

Dedi: Oke, Yanto. Nanti kita saling menunggu, ya!

Yanto: Siap, Dedi.

2. Contoh Dialog 2

Judul: Membantu ibu di dapur

Ibu: Nilam, tolong ambilkan plastik yang berisi sayuran itu, Nak!

Nilam: Yang ada di meja itu ya, Bu?

Ibu: Iya, Nak.

(Nilam mengambil plastik yang dimaksud)

Nilam: Ini, Bu.

Ibu: Terima kasih, Nak. Sekarang, bisa tolong kamu bantu ibu mengupas dan memotong sayuran ini? Ibu akan memasak sayur lodeh kesukaanmu.

Nilam: Siap dong, Bu. Asyik, hari ini makan sayur lodeh! Lauknya apa bu?

Ibu: Nah, setelah selesai mengupas dan memotong, tolong ambilkan ikan bandeng di kulkas.

Nilam: Baik, Bu. Berarti lauknya ikan bandeng ya, Bu?

Ibu: Betul sekali.

3. Contoh Dialog 3

Judul: Bertemu dengan ibu guru di pasar

Tian: Selamat pagi, ibu guru.

Ibu guru: Selamat pagi. Oh, ini Tian? Rajin sekali kamu pagi-pagi ke pasar, Nak?

Tian: Iya, Bu. Saya menemani ibu saya berbelanja. Saya juga sekalian ingin beli bahan-bahan untuk keterampilan besok, Bu.

Ibu guru: Wah, baik sekali kamu, Nak. Sampaikan salam Ibu guru untuk ibumu, ya. Ibu duluan ya, Nak!

Tian: Iya, Bu. Hati-hati di jalan, Bu.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis