Cara dan Langkah-Langkah Menulis Resensi Buku

langkah-langkah menulis resensi buku

Langkah menulis resensi buku sering ditanyakan untuk kepentingan tugas. Padahal menulis resensi dapat dijadikan peluang untuk mendapatkan uang tambahan. Yap, betul sekali. Menulis resensi rupanya dapat menghasilkan cuan. 

Sayangnya untuk menghasilkan uang, butuh seleksi yang cukup ketat. Lantas bagaimana sih cara menghasilkan uang dari hasil resensi? Jadi kamu bisa mengirimkan resensi kamu, baik itu resensi buku, resensi music ataupun resensi film ke surat kabar, tabloid atau majalah yang memang ada rubrik resensi kiriman dari luar. 

Langkah Menulis Resensi Buku yang Baik

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan share lebih spesifik terkait langkah menulis resensi buku. Gimana sih menulis resensi buku agar bisa lolos seleksi dari media? Kamu bisa simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Tentukan Buku Yang Akan Diresensi

Langkah menulis resensi buku yang pertama tentu saja menentukan buku yang hendak diresensi. Nah, di sini saya menyarankan kamu memilih buku yang sesuai dengan kesenangan dan minat kamu. Kenapa? Karena buku yang kita resensi yang sesuai dengan kesenangan kita, maka selama proses menelaah buku pun kita lebih menikmati. 

Cara ini juga dapat dijadikan salah satu solusi untuk menghindari kebosanan saat  meresensi. Jadi jika kamu suka buku novel, ya novel itulah yang akan kamu resensi. Sebaliknya, jika kamu suka dengan buku motivasi, bisa memilih buku motivasi. 

Kecuali jika resensi buku yang kamu lakukan dalam konteks tugas sekolah/kuliah, yang mana judul buku sudah ditentukan. Ya, tidak ada pilihan lain. Hanya saja jika konteks meresensi buku diperuntukan untuk dikirimkan ke surat kabar, bisa bebas sesuai keinginan kamu. 

Oh iya, jika konteksnya resensi buku akan dikirimkan ke media. Pastikan buku yang diresensi adalah buku keluaran paling baru. Kenapa buku keluaran terbaru? Karena seleksi di media bisa memakan waktu yang relatif (ada yang lama da nada yang cepat) dan tahun terbit terbaru bisa meminimalisir jika proses seleksinya lama. Selain itu buku terbaru lebih informative dibandingkan buku-buku lama. 

2. Baca Buku Tersebut Dengan Seksama

Cara  menulis resensi yang kedua adalah wajib membaca buku secara seksama. Pastikan membaca buku dari awal sampai akhir. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahan interpretasi dan pemahaman selama menuliskan buku resensi. 

Bagaimana jika membaca cepat? Sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja jika resensi tersebut diperuntukan untuk di kirim ke media, seleksinya lebih ketat. Pihak editor tahu kamu meresensi dengan cara membaca seksama dan keseluruhan atau hanya membaca bagian awal-awal saja. 

Bahkan ada juga loh editor yang melakukan kroscek untuk memastikan apakah benar ditulis langsung. Jika ketahuan itu bukan karya kamu, bisa di blacklist dari daftar peresensi buku. Oh iya, kebijakan seperti ini tergantung dari aturan masing-masing media. Karena setiap media memiliki aturan main tersendiri. 

3. Tulis Identitas Buku

Langkah menulis resensi yang selanjutnya, pastikan kamu menuliskan identitas buku yang diresensi. Lantas identitas buku yang wajib cantumkan apa saja sih? Secara inti identitas yang wajib ada meliputi berikut ini.  

  1. Judul

Judul identitas buku ditulis sama persis dengan judul bukunya. Peresensi tidak boleh diganti. Kecuali judul artikel atau judul resensi yang kamu buat. 

  1. Penulis

Wajib hukumnya menuliskan penulis buku. Pastikan untuk menulis nama penulis tanpa kesalahan ejaan ataupun gelar. Adapun tujuan mencantumkan penulis, yaitu memudah mengidentifikasi buku lebih cepat. 

  1. Penerbit

Mencantumkan penerbit juga tidak kalah penting. Mengetahui penerbit buku, memudahkan calon pembeli dalam membeli buku tersebut. misal, mereka langsung mengunjungi toko resmi dari si penerbitnya. 

  1. Tahun

Tahun buku diterbitkan juga wajib ditulis. Tujuan penulisan tahun penerbit memudahkan calon pembaca mengetahui apakah buku tersebut keluaran terbaru ataupun keluaran lama. 

  1. Tebal

Sementara ketebalan buku juga perlu ditulis, guna membantu calon pembaca menganalisa antara ketebalan buku dan harga. Jika tebal tipis, namun harganya mahal, tentu ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon pembaca. 

  1. ISBN

Ternyata resensi buku juga penting mencantumkan ISBN. Kelihatannya tidak begitu penting, ternyata ISBN dalam resensi buku itu cukup banyak manfaatnya. Diantaranya memudahkan dalam mendeteksi stok jumlah buku di toko buku online, membantu pustakawan menemukan dimana rak buku tersebut diletakan, dan menjaga hak kekayaan intelektual si penulis bahwa karya tersebut adalah hak dan miliknya. 

Dari keenam langkah menulis resensi identitas buku di atas, ada juga beberapa penulis yang mencantumkan identitas buku lain seperti 

  1. Harga Buku 

Beberapa resensi buku yang dipublikasikan di media, ada juga yang mencantumkan harga buku. Namun ada juga yang tidak mencantumkan harga buku. Jadi buat kamu yang ingin mengirimkan resensi buku, untuk survey terlebih dahulu. 

Itulah beberapa langkah menulis resensi buku dengan cara mencantumkan identitasnya. Setelah identitas buku sudah bisa ditulis resensi yang kamu buat. 

4. Tulis Biografi Singkat Penulis

Langkah menulis resensi yang tidak kalah penting adalah menuliskan biografi penulis. teknis penulisan biografi penulis tidak perlu panjang. Cukup ditulis secara singkat, padat dan jelas. Tulis data penulis yang relevan dan ada hubungannya dengan tema buku yang sedang dituliskan. 

5. Tulis Latar Belakang Mengapa Buku Itu Ditulis 

Langkah menulis resensi buku sebenarnya ada batasan jumlah kata. Jika dalam bentuk jumlah lembar, maka langkah menulis resensi dapat ditulis minimal 2 lembar dan maksimal 6 lembar. Setiap media memiliki ketentuan terkait dengan jumlah kata resensi buku. 

Karena dibatasi, secara muatan isi juga perlu diperhatikan. Pastikan jika di dalam resensi buku yang kamu buat juga menuliskan latar belakang mengapa buku itu ditulis. Tulis alasan kamu kenapa buku tersebut menarik dan wajib dibaca. Apapun alasan kamu menuliskan resensi buku, sah-sah saja. 

6. Menulis Isi Buku

Setelah menuliskan latar belakang mengapa buku itu ditulis, barulah menuliskan isi buku. Nah, di poin inilah yang menentukan bahwa kamu benar-benar membaca buku tersebut, atau sedar membaca cepat. Satu hal yang penting nih saat menuliskan isi buku. Sampaikan isi buku menggunakan bahasa kamu sendiri. 

Penggunaan bahasa yang kamu buat akan menentukan tingkat keoriginalan resensi. Ternyata tidak hanya itu, dapat pula dijadikan sebagai kualitas kamu sebagai peresensi buku. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mencoba membaca berbagai contoh resensi buku di surat kabar. Pastinya setiap penulis memiliki gaya khasnya sendiri-sendiri. 

7. Tulis Kelebihan Dan Kekurangan Buku Tersebut 

Secara tidak langsung, peresensi buku itu seperti halnya seorang komentator. Dimana kamu cukup mengomentari buku tersebut. Tentu saja seorang komentator yang baik komentarnya akan memiliki nilai jika tahu konteks dan isi yang dikomentari. 

Jika seorang komentator tidak menguasai permasalahan, tidak memahami konteksnya, maka komentar tersebut tidak ubahnya seperti komentar tak berdasar seperti halnya komentar netizen yang asal komen. 

Barangkali kamu penasaran dan bertanya, lantas langkah menulis resensi buku apa yang perlu dikomentari? Yap, benar sekali, kamu cukup menuliskan kelebihan dan kekurangan dari isi buku tersebut. Kamu akan tahu apa kekurangan dan kelebihan buku tersebut ketika sudah membaca secara keseluruhan isi buku. 

Tentu saja ada banyak sekali bentuk kelebihan dan kekurangannya. Kamu bisa menyorot dari pemilihan bahasa, topik, tema, gagasan penulis atau menyorot secara fisik buku. Semua sah-sah saja kamu tuliskan. 

8. Kesimpulan Keseluruhan Mengenai Buku Tersebut

Langkah menulis resensi yang terakhir adalah menuliskan kesimpulan keseluruhan mengenai buku. Nah, dibagian kesimpulan resensi ini juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah peresensi membaca seksama atau membaca cepat. 

Jika peresensi hanya membaca cepat, maka kesimpulan yang dibuat kurang memiliki ruh dan emosi. Terkesan biasa-biasa saja. Sebaliknya, jika peresensi membaca secara seksama dan menghayati, maka kesimpulan yang dibuat pun memiliki kekuatan sentimentil tersendiri. 

Catatan Penting Saat Mengirimkan Resensi Buku Ke Media

Jika konteks menulis resensi buku untuk melihat kemampuan menulis dan melatih kemampuan kompetitif dalam diri dengan penulis di luar sana, dengan cara mengirimkan ke media atau surat kabar. Maka berikut tips yang akan saya bagikan buat kamu. 

1. Tentukan surat kabar yang akan dikirimkan resensi buku

Langkah menulis resensi yang pertama adalah menentukan media yang ingin kamu kirimkan. Kamu bisa membidik surat kabar, tabloid, ataupun media online. Misal kamu ingin menyasar surat kabar, kamu pun harus memilih lagi jenis surat kabar. 

Misalnya, kamu ingin memilih surat kabar nasional maupun surat kabar lokal. Tentu saja jangkauan surat kabar akan menentukan jumlah honor sekaligus menentukan apresiasi pihak penerbit buku yang kamu resensi. Jadi, ketika resensi kamu dipublikasikan di surat kabar nasional, maka pihak penerbit buku yang diresensi akan memberikan apresiasi loh. 

Bentuk apresiasinya pun bermacam-macam setiap penerbit buku. Ada yang berupa honor, ada yang berupa bingkisan dan masih banyak lagi bentuknya. Oh iya, catatan penting nih, jika kamu ingin mendapatkan bingkisan dari pihak penerbit, kamu harus mengajukan ke pihak penerbitnya langsung, dengan cara melampirkan bukti resensi kamu sudah dipublikasikan di surat kabar. 

Jika kamu tidak mengajukan ke pihak penerbitnya, maka kamu tidak mendapatkan apresiasi apapun. Hal ini wajar, karena pihak penerbit tentu saja memiliki banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan.  

2. Cermati resensi buku yang dipublikasikan di surat kabar tersebut 

Langkah menulis resensi buku saat menentukan media, pastikan kamu mencermati resensi yang sudah lolos seleksi redaksi. Jadi di sini kamu bisa melihat karakter, gaya dan model resensi yang disenangi oleh media itu seperti apa. 

3. Baca Aturan Teknis yang dibuat media

Terkait dengan teknis ketentuan menulis resensi, kamu juga perlu mencari tahu aturan teknis yang diinginkan. misal mencari tahu jumlah kata minimal dan maksimal berapa. Cari tahu juga cara pengirimannya. Apakah mereka lebih senang jika dikirimi secara hardfile atau soft file (lewat email).  

Itulah beberapa hal yang perlu kamu lakukan ketika resensi kamu agar bisa lolos seleksi redaksi dan bisa dipublikasikan ke media. Dari apa yang saya sampaikan di atas, kelihatannya mudah. Realitanya, tidak semudah itu. Karena saat mengirimkan resensi ke media, tidak hanya kamu saja yang mengirimkan. Ada banyak sekali peresensi yang mengirimkan ke sana. 

Semoga ulasan tentang langkah menulis resensi yang saya bagikan dari pengalaman saya sedikit memberikan gambaran dan manfaat buat kalian. (Irukawa Elisa)

Baca juga artikel penting berikut ini.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis