⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Contoh dan Pengertian Cerita Jenaka – Jenis dan Ciriya

cerita jenaka

Pengertian Cerita jenaka adalah sebuah cerita yang lucu yang akan membuat kita jadi tertawa sampai bisa terbahak-bahak. Cerita jenaka merupakan salah satu jenis cerita rakyat yang termasuk dalam cerita fiksi.

Sesuai namanya, cerita jenaka menceritakan kisah yang lucu mengenai seseorang atau menceritakan kejadian yang lucu. Meskipun termasuk dalam jenis cerita fiksi, kisah dalam cerita jenaka juga bisa berasal dari pengalaman pribadi penulis.

Bukan hanya kisah yang lucu, cerita jenaka juga kadang mengisahkan tingkah laku seseorang yang bodoh dan malas yang dituliskan secara kocak serta penuh humor. Kisah semacam inilah yang kemudian bisa menghibur pembacanya.

Cerita Jenaka Menurut para Ahli

Cerita jenaka memiliki berbagai definisi untuk menjelaskannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerita jenaka adalah cerita penghibur yang membangkitkan tawa, jenaka, keriangan, atau sindiran.

Namun beberapa ahli juga memiliki definisi mengenai apa itu cerita jenaka, yaitu:

1. Hasanuddin W.S.

Cerita jenaka menurut Hasanuddin W.S. dalam buku Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), pengertian cerita jenaka adalah cerita lucu yang mengandung perbandingan atau sindiran yang dapat menghibur pembaca.

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

2. Abdul Rozak Zaidan

Menurut Abdul Rozak Zaidan, cerita jenaka adalah cerita olok-olok atau kelakar. Cerita jenaka dapat diartikan sebagai cerita penghibur yang mengandung kelucuan, perbandingan, atau sindiran. Cerita jenaka disebut juga sebagai cerita penggeli hati.

Baca juga : Apa Itu Karangan? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

Jenis Cerita Jenaka

Cerita jenaka dibagi menjadi dua jenis yang berbeda, dilihat dari jenis isi ceritanya. Ada cerita jenaka berdasarkan topik penempatan dan ada cerita jenaka yang berdasarkan pengaruh dari luar. Berikut ini adalah penjelasan mengenai dua jenis cerita jenaka.

1. Topik Penempatan

Jenis cerita jenaka yang pertama adalah mengenai topik penempatan. Maksud dari topik penempatan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan penempatan dalam cerita tersebut.

promo akhir tahun bukunesia

Contoh cerita jenaka dengan jenis topik tempatan ini misalnya berkaitan dari segi watak tokoh, latar cerita, konflik yang ada di dalam cerita, atau berbagai topik lainnya.

2. Pengaruh dari Luar

Jenis lain dari cerita jenaka adalah mengenai pengaruh dari luar atau pengaruh asing. Pengaruh dari luar dalam cerita jenaka ini diartikan bahwa ada hal lain dari luar yang memengaruhi cerita jenaka tersebut.

Pengaruh dari luar ini misalnya saja kebudayaan, agama, atau kebiasaan. Contohnya adalah pengaruh Hindu, Budha, atau Islam dalam cerita jenaka yang ada di kebudayaan Melayu.

Ciri-Ciri Cerita Jenaka

Sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa cerita jenaka adalah salah satu jenis cerita rakyat yang ceritanya kebanyakan diambil dari pengalaman hidup masyarakat sehari-hari. Akibatnya, ada beberapa ciri cerita jenaka yang mirip atau bahkan sama dengan cerita rakyat lainnya. Untuk membedakan cerita jenaka dengan cerita rakyat lainnya, perhatikan ciri cerita jenaka berikut ini:

1. Mengandung Unsur Humor

Ciri-ciri cerita jenaka yang pertama adalah mengandung unsur humor. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, humor adalah sesuatu yang lucu. Sedangkan arti humor dalam cerita dan sebagainya diartikan sebagai keadaan yang menggelikan hati.

Sesuai dengan arti inilah, maka cerita jenaka memiliki unsur humor yang dapat menghibur dan terasa menggelikan hati pembaca atau pendengarnya. 

2. Watak Tokoh

Dalam cerita jenaka, watak tokoh yang ada dalam ceritanya juga menjadi ciri dari cerita jenaka. Biasanya, ada tiga jenis atau golongan watak tokoh dalam cerita jenaka. Tiga golongan watak tokoh ini adalah watak bodoh dan sial, watak pintar dan bodoh, yang terakhir adalah watak pintar.

Karakter atau watak dari masing-masing tokoh inilah yang nantinya akan memberikan kesan lucu dalam cerita jenaka.

3. Aksi

Ciri cerita jenaka yang berikutnya berkaitan dengan aksi. Aksi yang dimaksud dalam cerita jenaka adalah kelucuan yang ada dalam cerita ini bersumber atau berasal dari aksi dan tingkah laku tokoh di dalam cerita.

Hal ini disebabkan dalam cerita jenaka, kelucuan tidak hanya berpusat pada kisahnya saja. Namun hal lucu dalam cerita jenaka juga bisa berasal dari aksi tokohnya, seperti aksi dan kelakuan yang bodoh.

4. Karakter

Selain watak, karakter dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita jenaka juga menjadi ciri khas dari cerita rakyat ini. Karakter unik yang dimiliki oleh setiap tokoh akan membedakannya dengan tokoh lain dalam cerita jenaka. Hal ini juga akan memberikan ciri khas untuk tokoh. 

Contoh Cerita Jenaka

Ada berbagai contoh cerita jenaka yang terkenal di Indonesia, baik itu cerita dari Indonesia maupun cerita dari luar Indonesia. Berikut ini adalah contoh cerita jenaka pendek:

Si Kabayan (Jawa Barat)

Cerita jenaka Si Kabayan yang berasal dari Jawa Barat mengisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Kabayan. Ia memiliki sifat yang malas dan setiap hari hanya tidur-tiduran saja.

Ada beberapa kisah mengenai sifat malas dan bodoh Kabayan yang dilakukannya setiap hari. Salah satunya adalah saat istri Kabayan, Iteung, memintanya untuk mencari tutut di sawah. Namun sampai sore Kabayan tidak kunjung pulang dan membuat Iteung menjadi khawatir.

Akhirnya Iteung menyusul Kabayan ke sawah untuk memeriksa keadaan Kabayan. Sesampainya di sawah, Iteung melihat Kabayan sedang mencari tutut di pematang sawah dan tidak turun ke area sawah. Ternyata, Kabayan tidak mau turun ke sawah karena merasa sawahnya dalam. Iteung yang kesal dengan tingkah Kabayan akhirnya mendorong suaminya hingga Kabayan terjatuh ke sawah dan basah kuyup.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cerita jenaka adalah jenis cerita rakyat yang lucu, penuh dengan humor, hingga bersifat menggelikan hati. Selain bertujuan untuk menghibur, cerita jenaka juga bisa dijadikan sebagai alat kritik sosial.

Cerita jenaka memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan cerita rakyat lainnya. Ciri cerita jenaka ini terdiri dari adanya unsur humor, watak tokoh yang khas, menunjukkan aksi tokoh, dan adanya karakter khusus yang dimiliki oleh tokoh. Salah satu contoh cerita jenaka adalah kisah Si Kabayan yang berasal dari Jawa Barat.

(Penulis: Tyas Wening)

Baca juga artikel lainnya:

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis