⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Kerangka Novel: Cara Membuat dan Contoh

membuat kerangka novel

Kerangka novel memiliki banyak sekali manfaat untuk membuat novel. Selain membantu selama proses pembuatan novel lebih tersistematis, juga memudahkan penulis untuk menyelesaikan naskah tepat waktu.

Buat kamu yang tertarik ingin menjadi penulis novel. wajib tahu apa itu kerangka novel dan cara membuat kerangka novel. Kamu bisa temukan jawabannya di sini. Sebab, dengan kamu bisa membuat kerangka novel yang baik, potensi cepat selesai dan tulisanmu viral juga lebih besar.

Kerangka novel 

Kerangka novel lebih familiar dengan rancangan. Dimana rancangan inilah yang nantinya dapat digunakan untuk membantu proses penulisan. Rancangan penulisan berisi garis besar dan poin-poin dasar atau ide yang tersusun sistematis, guna membantu menuliskan gagasan secara terperinci, sistematis.

Cara membuat kerangka novel 

Kamu ingin menjadi penulis novel? namun selalu kesulitan menuliskannya? Dan selalu mengalami distrek? Salah satu solusi yang bisa kamu lakukan dengan membuat kerangka novel. Kehadiran kerangka novel ada maksud tujuannya. 

Diantaranya berfungsi untuk memfokuskan pembahasan novel, agar selama proses menyampaikan gagasan dan ide tidak melebar kemana-mana. Adapun manfaat kerangka karangan, membantu dalam menyusun novel lebih tersistematis. 

Tentu saja masih banyak lagi manfaat kerangka novel. Terlepas dari semua manfaat dari kerangka novel, berikut beberapa cara membuat kerangka novel yang bisa kamu coba. 

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

1. Buat Karakter Novel 

Cara membuat kerangka novel bisa diawali dengan membuat karakter novel. Membuat karakter novel unsur yang paling penting yang mampu mempengaruhi kualitas akhir novel kamu. Novel yang dibuat tanpa ada karakter dari masing-masing tokoh, akan terasa lebih hambar dan membosankan. 

Nah, mungkin jika kamu pernah membaca novel, dan kamu merasa mengantuk dan segera menutup buku, bisa jadi karena karakter novel yang disampaikan tidak kuat. Oh iya, ternyata masalah karakter menulis novel, dibagi menjadi dua penekanan, sebagai berikut.

  • Karakter Tokoh 

Karakter tokoh sudah disinggung di paragraf di atas. Mungkin ada diantara kamu yang belum tahu, karakter tokoh untuk novel itu bentuknya yang seperti apa sih? 

ada yang disebut dengan protagonis (berwatak baik), antagonis (berwatak jahat), tritagonis (tokoh penengah), Skeptic (musuh protagonis), sidekick (tokoh pendukung protagonis), dan masih banyak lagi, kita sudah pernah bahas di “Jenis-jenis Karakter tokoh

promo akhir tahun bukunesia

oh iya, dari masing-masing karakter tokoh atau watak di atas, dapat di breakdown menjadi lebih banyak sekali karakter. Misal karakter protagonist bisa dikembangkan menjadi tokoh yang suka menolong, tokoh yang menolong hewan-hewan terlantar sehingga menjadi inspirasi dan membantu satwa yang hampir punah dan masih banyak lagi yang bisa dikembangkan menjadi karakter lebih menarik lagi.

  • Karakter Tulisan/Bahasa 

Selain karakter tokoh, ada juga yang disebut dengan karakter tulisan atau bahasa. Nah, pada karakter tulisan ini bisa dikemas menjadi tulisan humor, serius atau apapun itu yang sifatnya lebih fleksibel. 

Umumnya ditulis berdasarkan karakter dari masing-masing penulis. Tentu saja penulis novel berpengalaman sudah menemukan karakter dan gayanya sendiri dalam menuliskannya. Jika kamu merasa pemula, masih bingung karakter tulisan kamu seperti apa? 

Tenang, karena untuk menemukan karakternya sendiri dalam menulis itu butuh proses dan jam terbang. Tidak perlu kamu cari. Karena seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan soul nya. 

2. Tema Novel 

Saat membuat kerangka novel, kamu pun juga wajib melihat tema novel yang hendak diangkat. Angkat tema novel yang bersifat evergreen, dimana tema tersebut akan bertahan lama selama beberapa tahun yang akan datang. 

Hindari pemilihan tema yang bersifatnya monumental. Karena tema monumental hanya segar dibaca ketika momen itu berlangsung, dan batas waktunya pun relatif pendek. Tema-tema novel yang bersifat evergreen menjadi tema yang paling populer dan tidak lekang oleh waktu. 

Contoh, tema percintaan. Dari jaman sebelum reformasi hingga sekarang, novel yang memiliki unsur percintaan, selalu menarik untuk dibahas. Hanya saja, sekarang banyak novel yang membahas percintaan yang sifatnya datar, dan membosankan. Sehingga hanya menjadi koleksi di gudang penerbit karena banyak buku yang diretur. 

3. Memikirkan Ending 

Hayo, siapa yang setiap kali menulis novel kesulitan mengakhiri cerita? Sepertinya tidak hanya kamu saja. Banyak kasus yang serupa, dimana kesulitan menyelesaikan cerita. Rata-rata, banyak yang masih kesulitan menentukan ending. 

Banyak pertimbangan dan alasan kenapa bingung menentukan ending cerita. Padahal, ending cerita itu paling menentukan antusiasme pembaca. Jika dari pembahasan depan hingga akhir novel menarik. ending yang bersifat menggantung dan tersurat lebih direkomendasikan, karena ini akan memancing pembaca untuk membuat lanjutan ceritanya. 

Sehingga kamu memiliki peluang untuk melanjutkan cerita dari novel tersebut. kecuali dari awal novel yang disampaikan kurang mendapatkan impresi (kesan), apapun bentuk endingnya tetap tidak akan menarik bagi mereka. 

4. Menyusun Alur dan Bab 

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya membuat novel itu tidak mudah. Tidak hanya menulis dalam jumlah banyak. Tetapi juga butuh data dan kemampuan imajinatif yang tinggi, agar mampu mengelaborasi antara ide satu dengan ide yang lain, menjadi satu kesatuan karya sastra yang sempurna.

Salah satu kelebihan menyusun alur dan isi bab, membantu penulis dalam mengkoordinasi ide dan gagasan agar tidak melebar kemana-mana. Meminimalisir terjadinya ide atau gagasan yang terlewat atau tercecer karena kelupaan. Dari segi hasi, akan menjadi tulisan menjadi lebih terarah, tersistematis dan terfokus. Tentu saja, proses penulisan novel jadi lebih cepat selesai. 

5. Menentukan Konflik Cerita 

Cara membuat kerangka karangka novel yang kelima wajib menentukan konflik cerita. Konflik dalam novel itu ibarat bumbu dalam masakan. Masakan yang diolah tanpa ada bumbu sama sekali, rasanya akan hambar dan tidak enak bukan? 

Sama, saat menulis novel pun juga demikian. Bumbu-bumbu dalam penulisan novel yang wajib ada allah adalah memberikan konflik atau permasalahan. Nah, di sinilah penulis butuh seni untuk merangkai masalah dengan rapi, terstruktur. 

Konflik pada novel inilah yang akan mempengaruhi pembaca akan hanyut ke dalam cerita, atau menghanyutkan novelnya karena membosankan.  Nah, kemampuan penulis sangat dipertaruhkan di sini. 

6. Menentukan Judul Novel 

Poin yang tidak kalah penting adalah, menentukan judul novel. Menentukan judul novel juga menjadi masalah paling banyak dikeluhkan. Meskipun hanya sekedar judul novel, ternyata memiliki peran dan fungsi yang cukup besar. 

Judul yang menarik akan menentukan tingkat daya jual. Sebaliknya, judul yang biasa saja, tentu saja tidak banyak berpengaruh pada daya jual buku yang signifikan. Nah, buat kamu yang penasaran, bagaimana cara membuat judul novel, kamu bisa lihat artikel sebelumnya, Cara Membuat Judul Novel yang Berbeda 

7. Menyiapkan Kosa Kata 

Cara membuat kerangka novel saja ternyata tidak cukup. Seorang penulis novel juga perlu menyiapkan kosa kata yang ciamik. Meski hanya masalah pemilihan bahasa, diksi atau kosakata, ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar untuk membangun impresi pada novel. 

Mungkin ada diantara kamu yang masih kesulitan, bagaimana cara memiliki pemilihan kosakata yang baik. Maka kamu bisa menggunakan ilmu majas, kamu bisa baca ulasan tentang majas di Kumpulan Majas.

8. Menulis 

Sebuah kerangka novel tidak akan pernah menjadi novel jika tidak pernah dimulai dengan cara menuliskannya. Menulis adalah action. Ide dan gagasan itu hanya 1%, sementara 99% adalah kemauan dan tindakan. 

Sebagus apapun kemampuan, keterampilan dan sebagus apapun ide, jika berhenti sebatas ide dan kerangka novel. Maka novel tetap hanya sebatas itu. Sebaliknya, sejelek apapun ide dan kerangka novel, selama penulis memiliki dorongan, untuk merealisasikan menjadi sebuah novel, akan tetap menjadi novel. 

Memang menyelesaikan kerangka novel itu bukan sesuatu hal yang mudah. Butuh effort yang tinggi. butuh komitmen diri dan butuh kedisiplinan diri. Karena tiga hal ini senjata utama agar bisa berperang melawan seleksi alam.

Baca juga: 4 Kriteria Naskah yang Layak Terbit

9. Menerbitkan Buku 

Langkah paling akhir, tanda kemenangan kamu yang sudah berjalan dan bisa menyelesaikan novel. Ketika novel sudah selesai dari awal dari akhir, maka masuk ke proses menerbitkan buku. Nah, di sinilah kamu perlu menawarkan novel kamu ke penerbit. 

Masalah penerbitan, ada dua jenis penerbit. Ada penerbit mayor dan ada penerbit indie (self publishing). Perbedaannya, naskah yang masuk ke penerbit mayor harus melalui proses seleksi ketat, dan memakan waktu hingga 4 bulan sampai 1 tahunan. Ketika buku masuk seleksi, proses biaya cetak dan pemasaran digratiskan. Penulis tinggal menerima royalti dari hasil penjualan 10%. Sayangnya bisa menembus ke penerbit mayor penuh perjuangan. 

Sementara yang dimaksud dengan penerbit indie, tidak perlu ada seleksi naskah. Apapun bentuk naskah kamu akan langsung diproses oleh penerbit. Dari segi waktu, jelas lebih efektif dan efisien. Keuntungan yang akan kamu dapatkan bisa dibuat lebih tinggi.

Hanya saja, untuk masalah biaya cetak dan marketing akan ditanggung oleh penulis.Agar lebih murah, kamu bisa untuk mendaftarkan diri dengan layanan Print On Demand karena bisa cetak sesuai kebutuhanmu sendiri. Selengkapnya bisa lihat di Layanan Menerbitkan Buku Print On Deman

ebook download ebook novel

Contoh kerangka novel

Mungkin ada di antara kamu yang penasaran, seperti apa sih bentuk kerangka novel? Berikut contoh kerangka novel.  Kerangka novel ini tidak harus sama persis, kurang lebih seperti ini.

Judul : Let’s Be platonic!

Genre : Roman – Komedi 

Karakter: 

  1. Reno (27 tahun, manajer IT , Protagonis)
  2. Monti (26 tahun, penulis novel, protagonis)
  3. Reni (3 tahun, pendukung)
  4. Arsi (27, programmer, pendukung, sahabat Reno)
  5. Erry (23 tahun, programmer, pendukung, saingan Monti)
  6. Riyana (20 tahun, babysitter asisten rumah tangga, pendukung)
  7. Mery (25 tahun, editor, pendukung, editor Monti).

A. Bagian Awal

Chapter I Pengenalan Reno dan Monti sampai ke perjodohan  dan sampai ke pernikahan siri.
Chapter IIMonti dan Reno tinggal di sebuah apartemen kecil. Mereka berdua sepakat untuk mengikrarkan hubungan platonis.
Chapter IIIMonti bertemu reni ingin mengadopsi sebagai anak, namun reno tidak menyetujuinya.
Chapter IVPendekatan Reno dan Reni Sub-plot : masa lalu reno dan keluarganya
Chapter VMonti menyewa jasa babysitter bernama RiyanaMonti berprofesi sebagai penulis, tentang tema-tema pernikahan sesuai permintaan pasar.
Kerangka Novel Bagian Awal

B. Bagian Tengah

Chapter VIKeakraban Monti dan Riyana membuat Monti cemburu dan memecat Riyana. Sehingga Reni dimasukan ke playgroup
Chapter VIIArsi teman Reno bermain, dan ternyata istri Reno adalah penulis favoritnya. Arsi menjadi penggemarnya.
Chapter VIIIMery tertarik dengan pada Reno, dan berusaha mendekatinya. 
Chapter IXArsi memberi erry, karena mencurigai hubungan Merry dan Reno, sehingga menimbulkan pertengkaran. Dan reni lah yang menyatukan mereka, berbaikan. 
Chapter XMonti melamar menjadi karyawan cleaning service untuk memata-matai Oreno dan Mery
Chapter XIKarena kelelahan, Monti jatuh sakit. Reno pun akhirnya tahu jika sakit karena beban pikiran dan cemburu. Mengalah 
Kerangka Novel Bagian Tengah

C. Bagian Akhir

Chapter XIIMonti dan Reno akhirnya mendaftarkan pernikahan mereka secara hukum dan mengakhiri perjanjian platonis.
Kerangka Novel Bagian Akhir

Membuat kerangka novel memang mudah. Bahkan bisa dibuat dalam waktu sehari. Namun, jika ingin membuat dalam bentuk buku novel. Tentu butuh perjuangan dan kemauan yang besar. Kamu pun pasti juga bisa melewatinya. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis