Pengertian dan Jenis Karya Sastra

pengertian karya sastra

Pengertian karya sastra – Karya sastra sampai sekarang masih banyak diminati dan banyak dicari. Alasannya sederhana, karena karya sastra memiliki nilai estetik dan muatan pesan yang mendalam. Secara umum, karya sastra dapat pula diartikan sebagai seni bahasa. Seni bahasa inilah yang melahirkan banyak karya sastra yang menarik untuk kita simak. 

Hal yang menarik dari karya sastra tidak sekedar teknis penulisannya saja loh. Tetapi juga bergantung pada cara menikmatinya. Jika caranya hanya sekedar membaca, maka sulit bisa menemukan nilai sentimentil dan pesan yang esensial yang ingin disampaikan penulis. 

Jadi, tingkat pemahaman dan konsentrasi pembaca sangat berpengaruh. Oh iya, ada hal yang penting nih muatan dari sebuah karya sastra, yaitu memiliki sarat akan unsur kemanusiaan, penuh penghayatan perasaan dan masih banyak lagi. 

Pengertian Karya Sastra

Karya sastra dari waktu ke waktu memiliki perkembangan. Jadi ada dua bentuk perkembangan yaitu karya sastra lama dan karya sastra baru. Nah, pada kesempatan kali ini kita justru akan mengulas pengertian karya sastra menurut para ahli. Seperti apa sih? Langsung kita simak ulasannya sebagai berikut.

1. Sumardjo & Saini 

Pengertian karya sastra menurut Sumardjo & Saini adalah adalah gagasan seseorang yang didasarkan atas pengalaman, perasaan, ide, semangat, pemikiran dan keyakinan seseorang terhadap tema/topik tertentu. kemudian dituangkan dalam sebuah karya, dan mampu mempengaruhi semangat, perasaan, emosi dan pengalaman pembaca. 

2. Saryono 

Berbeda dengan pendapat Saryono yang mengartikan pengertian karya sastra sebagai kemampuan seseorang merekam segala hal, baik itu berupa pengalaman natural, empiris ataupun pengalaman non empiris atau supernatural. Secara sederhana, karya sastra dapat menjadi saksi kehidupan atau siklus kehidupan. 

Saryono menyebutkan bahwa karya sastra ternyata tidak melulu tentang karya tulis, termasuk artefak, kebudayaan, ekonomi dan kesenian. Dikatakan sastra karena pesan yang disampaikan mampu menyadarkan, mengingatkan dan mengembalikan penikmat pada esensi yang sebenarnya, yaitu kebenaran. 

3. Luxemburg 

Luxembourg menambahkan bahwa karya sastra dibuat atas dasar waktu tertentu. Tidak hanya dari segi waktu yang memakan proses, tetapi juga dibuat menyesuaikan dengan norma, adat dan istiadat yang berlaku. Sehingga setiap karya sastra yang lahir, menyadari akan tempatnya. 

4. Sugihastuti 

Pengertian karya sastra menurut Sugihastuti adalah sarana media untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman si pengarang. Jadi karya sastra sebagai media untuk menyampaikan pemikiran, gagasan dan kritik penulis. \

Ternyata kehadiran karya sastra pun dapat dijadikan sebagai hiburan dan sarana untuk transformasi wawasan kepada para penikmatnya dengan cara lebih halus tanpa menggurui atau apapun itu. 

Itulah beberapa pengertian karya sastra menurut para ahli dibidangnya. Masih berbicara tentang karya sastra, ada beberapa aliran karya sastra, lengkapnya kita ulas di bab di bawah ini. 

Aliran-Aliran Sastra

Terutama buat kamu yang tertarik ingin menjadi seorang sastrawan, wajib banget nih mempelajari tentang aliran-aliran sastra. Lantas apa saja sih? Sebagai berikut. 

banner-di-artikel (1)

1. Realisme 

Aliran karya sastra yang pertama aliran realisme. Jadi aliran ini adalah aliran yang mengemukakan kenyataan, barang yang lahir. Dari segi sifatnya objektif menurut si pengarang. Jadinya apa yang terjadi dan apa yang ada disampaikan atau dilukiskan di atas kertas. Termasuk masalah emosi, misalnya rasa simpati, antipati terhadap objek tertentu. 

Jadi aliran realisme dapat pula diartikan sebagai penonton yang objektif.  Aliran ekspresionisme dapat juga diartikan sebagai aliran yang hanya fokus menceritakan apa yang terjadi, apa yang tampak dan nyata. Maksudnya bukan setingan, ataupun drama. 

2. Ekspresionisme 

Kamu pasti sudah familiar dengan ekspresionisme? Yap betul sekali, aliran satu ini justru lebih merasakan pada gejolak dalam jiwa si penulis atau seniman. Lebih menonjolkan perasaan emosinya. Mulai itu emosi senang, sedih benci, empati, cina, rasa kemanusiaan, rasa ketuhanan dan yang bersifat sentimentil yang dimiliki oleh pengarang. 

Umumnya aliran ini bisa tercipta apabila penulis atau seniman sudah mengalami, karena ruh dari sebuah karya aliran ini adalah oleh perasaan, pengelolaan kesan dan dan emosi. Aliran ekspresionisme itu sendiri memiliki sub cabang yang saya yakin Anda pun sudah familiar. Diantaranya romantic, mistisisme, idealisme, simbolik, psikologisme, surealisme 

3. Naturalisme 

Aliran sastra yang ketiga adalah aliran naturalisme. Jadi yang dimaksud dengan naturalisme adalah kondisi nyata, yang bersifat objektif tanpa ada sekat. Jika realitanya memperlihatkan sesuatu yang buruk, maka disampaikan dengan buruk juga. 

Contoh karya sastra naturalisme yang cukup populer adalah Pelukis Asal Perancis bernama Emilia Zola, setiap karyanya memperlihatkan batas yang tidak biasa, karena melebihi batas kesopanan sekaligus melanggar batas norma dan ketuhanan yang berlaku. Sebaliknya, ada juga karya sastra yang tidak melulu buruk.

Adapun sub cabang dari naturalisme, yaitu ada determinisme, yang justru lebih menekankan pada fenomena yang terjadi. Misalnya kondisi kemiskinan di suatu daerah, penyakit keturunan, kesulitan hidup akibat peperangan dan masih banyak lagi. 

4. Impresionisme 

Aliran satu ini hadir karena penulis atau pengarang memiliki sebuah kesan yang dilihat secara sepintas. Dengan kata lain, kesan pertama di waktu yang singkat. Sehingga hasil karya yang disampaikan tidak bisa mendalam dan mendetail. Hanya sekilas dan sebagian besar saja.

Itulah beberapa aliran-aliran karya sastra. Sebenarnya masih ada aliran lain seperti  romantisme (Mengutamakan rasa, khayalan, dan impian), idealisme (mengutamakan pada ide pengarang terhadap sudut pandang tertentu), mistisisme (mengutamakan rasa ketuhanan, filsafat, alam ghaib), Surealisme (mengutamakan pada angan-angan, imajinasi, mimpi), dan masih banyak lagi.

Jenis-Jenis Karya Sastra

Setelah mengetahui aliran karya sastra, penting banget nih mengetahui jenis-jenis karya sastra itu apa saja sih? Langsung saja kita simak ulasan di bawah ini. siapa tahu dari beberapa jenis di bawah ada yang sesuai dengan bakat kamu. 

1. Novel

Novel adalah karya sastra prosa yang ditulis dalam kemasan cukup panjang. Tentu saja di dalamnya harus ada tokoh dan watak. Karena panjang, sudah pasti dari segi isi lebih kompleks, yang tetap mengunggulkan daya imajinatif namun tetap emosional. 

Barangkali kamu ada yang ingin menjadi seorang novelis? Jika iya, pastinya harus mendalami teknis dan teori penulisan novel. Misalnya harus tahu tentang unsur novel yang terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 

A. Unsur intrinsik 

Unsur intrinsik adalah adalah segala unsur yang berasal dari dalam novel atau cerita. Adapun beberapa unsur intrinsik yang meliputi 

  • tema, 
  • alur, 
  • latar, 
  • tokoh,
  •  penokohan, 
  • gaya bahasa, 
  • amanat.

Jadi sebuah novel yang bagus harus memenuhi unsur-unsur yang sudah disebutkan di atas. Novel tanpa memuat unsur di atas, maka ruh dan emosi novel tersebut kurang berkesan, kurang hidup, dan terkesan hambar. 

Oleh sebab itu, banyak penulis-penulis hebat yang meluangkan waktu untuk membuat kerangka karangan. Tujuannya agar semua unsur terpenuhi, dan novel memiliki alur cerita yang tidak mudah ditebak, tetapi juga amanat yang disampaikan sangat mengena bagi pembacanya. 

B. Unsur Ekstrinsik 

Sementara unsur ekstrinsik adalah segala unsur yang berasal dari luar novel yang meliputi latar belakang pengarang, latar belakang masyarakat, nilai budaya, nilai agama, moral dan masih banyak lagi. 

Itu hanya beberapa hal yang tertarik ingin mendalami dunia novel. siapa tahu kamu salah satu novelist terpopuler dan terkenal.  Memang menjadi seorang novelis itu tidak mudah. Jadi buat para penulis pemula yang ingin mengambil jalur ini, wajib sabar! Karena menjadi penulis novel besar itu butuh proses yang cukup panjang. 

Tidak cukup menulis satu, dua atau tiga kali novel saja. Tetapi harus berkali-kali bahkan bertahun-tahun. Karena proses dan seleksi alam yang keras ini pulalah, tidak banyak orang yang sanggup bertahan sampai perjuangan akhir.  Belum lagi kerasnya menembus penerbit mayor!

Baca lebih lengkap pada unsur intrinsik dan ekstrinsik novel

2. Puisi

Sudah banyak orang yang tahu bahwasanya puisi sebagai karya sastra yang imajinatif dan paling banyak ditulis oleh pemula. Selain karena lebih singkat, bahasa dan pemilihan diksi yang unik dan berbeda menjadi daya tarik tersendiri. 

Puisi sama seperti novel yang ditulis berdasarkan imajinatif dan mampu membangkitkan emosi pembaca. Perbedaannya antara puisi dan novel hanya pada jumlah lembarnya. Jika novel bisa ratusan lembar, maka puisi cukup selembar. 

Dari segi penulisnya, puisi dapat ditulis oleh siapa saja, asal memiliki seni mengolah kata dan makna saja. Bahkan orang yang sedang jatuh cinta atau patah hati, kemudian mendadak menjadi seorang pujangga, juga bisa.  Ada hal yang penting dari puisi nih. Jenis puisi dibagi menjadi dua jenis, 

A. Puisi lama 

Barangkali kamu penasaran, puisi lama itu apakah ada? Masak orang jaman dulu sudah ada puisi? Jawabannya sudah. Jadi yang dimaksud dengan puisi lama adalah puisi yang dibuat berdasarkan keyakinan terhadap animisme. Di era sekarang kita masih kenal dukung bukan? Bukan dukun bayi loh ya, tapi dukun per-santet-an. 

Nah, ketika dukun komat kamit atau membaca mantra dan ritual kebudayaan yang bersifat magis itu termasuk ke dalam puisi lama.  Jadi bentuk puisi lama masih berbentuk mantra atau ritual. Belum seperti puisi modern yang akrab kita kenal sekarang. 

B. Puisi modern 

Puisi yang kedua adalah puisi modern. Nah, puisi modern tentu saja kamu sudah tidak asing lagi. Puisi yang kita bisa baca dan kita dengarkan dalam ajang pertunjukan karya sastra, atau pentas seni. Nilai emosi yang ditonjolkan tidak bersifat magis dan horor. Tetapi lebih menekankan pada rasa emosional penikmat karya sastra puisi.

Dari kedua jenis puisi di atas, puisi modern yang paling sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari.  Karena memang puisi modern memiliki definisi dan peruntukan yang lebih luas. Sehingga lebih fleksibel untuk dinikmati dan untuk ditulis.

Baca unsur penyusun puisi pada unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi

3. Cerpen

Cerpen salah satu karya sastra yang tidak kalah populer dan banyak dipraktekan oleh pemula juga. Cerpen ini berbeda dengan puisi. Jika puisi fokus pada keindahan pemilihan diksi dan penyampaian makna yang penuh emosi. Sementara cerpen adalah karya yang menguras emosi pembaca dengan alur cerita yang singkat. 

Sesuai dengan namanya, cerpen diambil dari kata “cerita pendek” sudah cerita disajikan dalam jumlah yang lebih singkat. Ada banyak variasi panjang cerpen loh. Ada yang ditulis cukup satu setengah lembar atau sekitar 500 kata sampai 10.000 kata. Oh iya, untuk panjang cerpen, tiap media memiliki ketentuan panjang kata yang berbeda-beda. 

Salah satu keuntungan dari cerita pendek adalah, lebih mudah dipahami. Karena alur lebih simpel, ceritanya juga lebih mudah dipahami karena tidak rumit. Dari segi genre, cerpen pun ada banyak pilihan. Mulai dari genre percintaan, humor, kepahlawanan dan masih banyak lagi. 

Nah, barangkali kamu ingin menjadi calon penulis cerpen? Jika iya, saat menulis cerpen perhatikan struktur penulisan cerpen sebagai elemen paling penting, yaitu abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda.

4. Prosa

Sudah rahasia umum jika prosa termasuk karya sastra. Prosa memiliki bahasa yang lebih lugas dibandingkan dengan puisi. Buat kamu yang masih bingung, apa sih ciri dari Prosa? Berikut ciri-cirinya. 

  1. Memiliki alur cerita 
  2. Memiliki tema 
  3. Ada tokoh dan penokohan 
  4. Memiliki sudut pandang 
  5. Memiliki latar dalam penceritaan 
  6. Memiliki amanat

Itulah beberapa ciri prosa. Prosa itu sendiri jika dipecah lagi ada beberapa bentuk. Ada prosa lama yang terbagi lagi menjadi beberapa macam bentuk seperti hikayat, kisah, tambo, dongeng, dan masih banyak lagi. 

Ada juga juga yang disebut dengan prosa baru. Prosa baru terdiri dari roman, novel, cerpen, riwayat, kritik, resensi, dan esai. Dimana prosa baru ini juga sudah familiar kita baca, lihat dan kita dengarkan di tengah kehidupan harian kita.

5. Monolog

Banyak orang yang asiang dengan istilah monolog. Padahal aktivitas atau tindakan dalam keseharian sering melakukan monolog secara mandiri. Lantas, apa sih monolog? 

Monolog adalah berbicara pada diri sendiri, berbicara di depan cermin, berbicara dalam hati, dan masih banyak lagi. Karena konteksnya adalah karya sastra, maka monolog dalam bentuk pertunjukan yang dilakukan oleh seorang tokoh. Tentu saja tujuan dari monolog adalah menghibur, membangkitkan emosional penikmatnya. 

Monolog itu sendiri ternyata sebagai ilmu terapan yang sering digunakan untuk seni peran dan didalami. Seni ini dianggap lebih menantang, karena diperankan oleh satu orang saja. Dan peran dan harus menarik. Kita tahu bahwa ini hal yang sulit, justru karena inilah alasan monolog menantang bagi para seniman.

Itulah beberapa jenis karya sastra yang bisa kamu dalami. Dari beberapa jenis di atas, manakah yang membuat kamu tertarik ingin mendalami dan menekuninya? Jika kamu serius ingin mendalami salah satu jenis karya sastra di atas, pastikan untuk belajar lagi secara spesifik lagi. 

karena setiap cabang ilmu jika dipelajari secara terfokus, aka nada banyak hal-hal baru. Misal ingin jadi penulis novel, akan berbeda tips, trik dan cara, dibandingkan dengan cara menjadi seorang monolog. Karena berbeda bidang, akan berbeda pula ilmu yang akan kita peroleh. 

Semoga sedikit ulasan ini sedikit memberikan gambaran dan manfaat buat  kamu. Semoga mimpi kamu terwujud dan mengantarkan kamu menjadi seorang sastrawan cemerlang di generasi yang akan datang, dengan wajah yang baru. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis