Apa itu Fiksi Mini? Ini Sejarah dan Ciri-Cirinya

Apa itu Fiksi Mini

Cerita fiksi mini permainan kata yang menarik untuk digunakan untuk ajang sindir ataupun ajang kritik di media sosial. Akhir-akhir ini, istilah fiksi mini mulai mencuat. Ternyata, cerita fiksi mini sudah ada sejak abad 20 bahkan di beberapa negara sudah ada sejak abad ke-19 loh. 

Berbicara tentang cerita fiksi mini, mungkin ada diantara kamu yang asing dan tidak tahu apa sih? Nah, untuk mengetahui jawaban lebih lengkapnya, kamu bisa simak di sini. 

Definisi Fiksi Mini

Cerita fiksi mini adalah cerita fiksi yang pendek. Istilah cerita mini ini pun sebenarnya dari Inggris dengan istilah Flash fiction. Berbicara istilah fiksi mini, sebenarnya ada banyak sekali istilahnya. Ada yang menyebutnya cermin, cerpen singkat dan ada pula yang menyebutnya dengan cerita kilat. 

meskipun ada yang menyebutkan fiksi mini sebagai cerpen singkat. ternyata maksud dari fiksi mini bukanlah cerpen yang sering kita temukan pada umumnya. Jadi fiksimini merupakan cerita yang ditulis lebih singkat daripada cerpen. Mungkin ada di antara kamu yang bertanya, lantas sependek apa sih? 

Nah, jika menulis cerpen ditulis sekitar 1.000 kata sampai 10.000 kata. Nah, pada fiksi mini dapat ditulis hanya 250 kata maksimal 1.000. Bisa dibayangkan seperti apa fiksi mini? 

menulis fiksi mini dengan jumlah kata yang sangat singkat justru lebih sulit, dibandingkan cerpen. Kenapa demikian? Karena butuh seni dalam mengolah cerita, pengolah kata hingga mengolah alur dalam jangkauan lebih singkat, namun harus tetap menarik. Inilah yang sulit dari penulisan fiksi mini. 

Secara teknis penulisan, fiksi mini  harus ditulis seperti halnya menulis cerpen. Yaitu harus memiliki unsur intrinsik yang meliputi penokohan, setting, konflik dan penyelesaian.

Sampai di sini, apakah kamu ingin semakin yakin ingin mempelajari dan menjadi penulis fiksi mini? Nah, untuk mengawalinya, kamu bisa simak dasar ilmunya disini. 

Sejarah Fiksi Mini

Fiksi mini atau yang populer kita dengar dengan flash fiction sudah ada sejak akhir abad ke-20. Cerita fiksi mini sudah dikenal di beberapa negara seperti di amerika, jepang hingga perancis. Fiksi mini pun konon termasuk prosa mini.

Fiksi mini di perancis sudah dikenal sejak abad ke-19 yang dikenalkan oleh charles baudelaire. Kala itu fiksi mini termasuk ke dalam puisi prosa. Tepat kisaran tahun 1821-1869, charles baudelaire menulis fiksi mini yang condong dalam nuansa psikologi. Dimana ia menulis dalam bentuk kalimat singkat. 

Di amerika, fiksi mini sudah dikenal sejak tahun 1899 – 1961 yang dipopulerkan oleh sastrawan terkenal ernest hemingway, yang memiliki karya cukup populer kala itu, yang menuliskan tentang heroisme. Di jepang fiksimini dikenal sejak tahun 1899-1972 oleh yasunari kawabata. 

Seiring berkembangnya jaman. Fiksi mini berkembang lebih leluasa. Di indonesia misalnya. Fiksi mini sekarang mudah untuk diekspresikan, dan banyak yang memiliki bakat menulis menuliskan fiksi mini secara bebas di media sosial mereka. 

Dengan kata lain, kehadiran teknologi dan media sosial sekarang menjadi wajah untuk menyampaikan gagasan dan sarana untuk media menyalurkan menulis fiksi mini. Ada juga komunitas fiksi mini, yang memang khusus mengakomodir dan mengumpulkan penulis untuk menuliskan gagasan mereka. 

Jadi perkembangan fiksimini di era digital seperti sekarang, justru lebih fleksibel dan mudah untuk mengekspresikannya. Nah, kamu pun juga bisa mengekspresikan seni kamu menulis fiksi mini di media sosial kamu. Misalnya di twitter, banyak yang menulis fiksi mini dengan cara bermain hastag. Harapannya langsung disegmentasikan. 

Ciri-Ciri Fiksi Mini

Adapun ciri-ciri spesifik fiksi mini yang perlu kamu catat. Diantaranya sebagai berikut. 

1. Singkat 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jika fiksi mini ditulis lebih singkat daripada novel. 

2. Memiliki Panjang Karakter Tertentu 

Buat kamu yang masih bingung menentukan seberapa pendek fiksi mini. Di paragraf sebelumnya jika kategorisasi fiksi mini diantara 250-1.000 kata saja. Ternyata ada pandangan lain, yang ditulis hanya 4-10 kata atau sekitar 140 karakter saja. Dari sini bisa dibayangkan sependek apa fiksimini bukan? 

3. Imajinatif 

Adapun ciri fiksi  mini yang lain dan yang paling menonjol. Fiksi mini disusun atas dasar kemampuan berpikir imajinatif dari penulisnya. 

4. To The Point

Sudah pasti pemilihan kata pada fiksi mini tidak berbelit. Bahasa yang digunakan harus to the point, karena memperhatikan aturan kata atau aturan karakter.  

Struktur Fiksi Mini

Mungkin kamu penasaran, ingin membuat fiksi mini. Namun tidak memahami dan tidak mengetahui strukturnya. Nah, berikut ada tiga struktur unsur fiksimini yang perlu diperhatikan. 

1. Topik

Kehadiran topik sangat penting. Topik yang dipilih akan menentukan daya tarik pembaca. Jika topik yang diangkat adalah topik-topik populer, tentu saja memiliki potensi minat yang lebih tinggi. Kehadiran topik juga akan memudahkan penulis untuk mengeksplorasi ide dan gagasan. 

2. Judul 

Setelah menentukan topik, kamu bisa langsung menentukan judul. Jika kesulitan menentukan judul di bagian awal. Kamu bisa mengubah urutannya. Misalnya, menulis isi fiksi mini terlebih dahulu, baru menentukan judul. Di sini tergantung dari masing-masing selera penulis. 

3. Isi 

Struktur fiksi mini yang tidak boleh terlewatkan adalah bagian isi ditulis secara singkat, padat, jelas namun tetap memberi daya tarik kepada pembaca. penulis juga harus pandai dalam memilih diksi. Hindari kalimat dan kata-kata berbelit. Lebih disarankan untuk menggunakan bahasa to the point. 

Dari ketiga struktur unsur di atas, fiksi mini akan menjadi menarik apabila memenuhi dua hal, yaitu memperhatikan keterpaduan yang disampaikan secara tersurat maupun secara tersirat.

Fungsi Fiksi Mini 

Mungkin kamu sudah mengetahui apa manfaat dari novel dan cerpen. Namun tahukah kamu jika fiksi mini pun juga memiliki fungsi. Diantaranya sebagai berikut. 

1. Fungsi Emosi 

Fiksi mini berfungsi untuk mengeksplorasi atau upaya untuk mengekspresikan perasaan dan emosi dari si penulis. Tujuannya, pembaca juga ikut merasakan apa yang rasakan penulisnya. 

2. Retorika ataupun Sindiran 

Tidak banyak orang yang menyadari fungsi dari fiksi mini. Salah satu fungsinya sebagai retorika atau sering juga digunakan untuk ajang menyindir. Baik itu menyindir pemerintah, pribadi, atau menyindir kondisi sosial masyarakat yang sedang happening. 

3. Sebagai Kritik 

Adapun fungsi dari fiksimini lain, yaitu dapat dijadikan sebagai sarana untuk melontarkan kritik  terhadap situasi sosial, hingga masalah pemerintah. Dan cara ini pun ternyata sudah banyak dilakukan sudah jaman dulu. 

4. Fungsi Kognitif 

Kita tahu bahwa menulis fiksi dalam jumlah sangat singkat itu justru lebih sulit, dibandingkan menulis cerpen maupun novel. Jumlah karakter atau kata yang dibatasi inilah yang dibutuhkan seni untuk menyampaikan agar tetap menarik dan  pesan yang disampaikan terkena dan nendang. Dengan kata lain, kemampuan kognitif sangat dibutuhkan dan diperlukan. Kemampuan kognitif inilah menentukan kualitas tulisan kepada pembaca. 

5. Fungsi Poetic Speech 

Jadi poetic speech salah satu upaya untuk mengekspresikan gagasan dan imajinasi, dalam hal ini berbentuk tulisan. Adapun tujuan dari penulisan fiksi mini, sebagai humor dan hiburan.

Itulah lima fungsi fiksi mini. Ternyata ada banyak sekali fungsi yang selama ini tidak begitu kita perhatikan. 

Cara Membuat Fiksi Mini

Sampai di sini, kamu semakin yakin ingin membuat fiksi mini? Namun tidak tahu bagaimana sih cara dan takut memulai menuliskannya. Nah, berikut tips membuat fiksi mini yang bisa kamu coba. 

1. Menentukan Topik 

Tips cara membuat fiksi mini yang pertama, sudah jelas harus memiliki topik atau tema yang hendak kamu tulis. Nah, barangkali kamu merasa kesulitan menentukan topik? Saya ada beberapa tips. (1) Pikirkan apa yang terjadi disekeliling kamu (2) bertanya pada diri sendiri terhadap ketidaksetujuan pandangan orang lain, kemudian kamu bisa analisa, olah dan bisa ambil benang merah untuk dijadikan topik/tema (3) biasakan untuk berpikir sederhana (4) jangan berpikir terlalu jauh dan terlalu tinggi, karena topik yang menarik justru yang ringan dan dekat dengan kita. 

2. Menentukan Inti Cerita 

Tips yang kedua cara membuat fiksimini adalah menentukan inti cerita. Karena menulis fiksi mini berbeda dengan menulis sastra cerpen dan puisi. Maka, kamu bisa memulainya dengan menentukan inti cerita saja. Jadi kamu tidak perlu membuat kalimat yang panjang lebar. 

Justru sebaliknya. Kamu hanya fokus membuat kalimat ringkas, to the point namun tetap menarik perhatian, mudah dipahami dan ringkas. Ingat, menulis fiksi mini ada batasannya. Kamu akan menggunakan cara yang beberapa kata saja, atau yang menggunakan beberapa paragraf saja. 

3. Menulis

Tips membuat fiksi mini selanjutnya adalah memulai menulis. Keluhan yang paling umum saya temukan di lapangan adalah, banyak yang mengeluh tidak bisa memulai menulis. Padahal, sumber masalahnya bukan tidak menulis. 

Tetapi karena takut dengan pikiran sendiri. Dimana rasa ketakutan ini bersumber pada ketidakpercayaan diri terhadap kemampuannya. Bisa juga karena ketidakpercayaan diri terhadap pesaing atau penulis fiksi mini diluar sana. 

Hemat saya, di tahap ini, cukup tuliskan saja. hiraukan dan abaikan ketakutan yang kamu rasakan. Toh, belum tentu apa yang dikhawatirkan benar terjadi. Terkadang realita lebih sederhana dan lebih mudah dilalui. Jadi, coba terlebih dahulu. 

4. Editing

Tips terakhir adalah melakukan proses editing. Meskipun fiksi mini ditulis secara singkat. Maka harusnya proses editing ini lebih mudah dan lebih ringan, dibandingkan melakukan editing cerpen maupun novel. 

Saat melakukan editing fiksi mini. Kamu harus memfokuskan diri pada muatan pesan dan panjang pendeknya fiksi mini. Jika sekiranya fiksi terlalu panjang, bisa diringkas lebih sederhana dan lebih efektif dan efisien. 

Itulah beberapa tips cara membuat fiksi mini. Jika diperhatikan, sebenarnya menulis fiksi mini lebih mudah. Buat pemula yang ingin menjadi penulis, bisa mengawali dan melatih lewat mengasah kemampuan difiksi mini terlebih dahulu. 

Contoh Fiksi Mini

Nah, setelah mengetahui pengertian, sejarah, ciri, struktur dan cara membuat fiksi mini. Belum afdol jika kita belum melihat contoh secara konkrit. Nah, berikut saya tuliskan contoh fiksi mini yang diambil dari beberapa sumber. 

  1. TUAN : ”Tuan Tuhan, bukan?” Tunggu sebentar, saya sedang keluar.  (Sapardi Djoko Damono, 1980)
  2. PENJAHAT BERDASI : Ia mati dicekik dasinya sendiri.  (Joko Pinurbo, 2007)
  3. ELEGI SENJA. Lengking peluit memecah sunyi peron. Decit roda menggigit rel kereta. Entah mengapa aku selalu kembali ke sini. Padahal kutahu kau telah pergi. (Karya Ariga Sanjaya, dikutip dari www.mondayflashfiction.com)
  4. TINTA DI JARI-“Sah! Sila celupkan jari manis di botol tinta yang sudah disiapkan,” ucapan penghulu. (8 Juli 2014). Topik: Menanti Sebuah Jawaban
  5. PENANTIAN-Tujuh tahun kusiapkan jawaban terbaikku, nyatanya ia tak pernah menanyakan cintaku. (14 Juli 2014).

Itulah beberapa ulasan tentang fiksi mini. Jika diperhatikan, sebenarnya cerita fiksi mini lebih menarik digunakan untuk bermain kata di media sosial. Mungkin kamu akan mencobanya? Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat.  (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait Fiksi Mini

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis