Pengertian, Ciri-Ciri dan 24 Contoh Kalimat Retoris

Contoh Kalimat Retoris

Pernahkah kamu mendengar atau melihat contoh kalimat retoris? Ternyata kalimat retoris tidak sekedar majas yang hanya dipelajari dibangku pendidikan saja. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kalimat retoris ini juga sering kita temukan.

Bahkan saat kita melihat hiburan seperti sinetron atau stand up comedy, kita pun juga akan menemukan kalimat retoris ini loh. 

Atau mungkin, dalam pergaulan, kita pun juga sering melontarkan joke dan candaan berupa kalimat retoris juga. Lalu apa sih pengertian, ciri, fungsi kalimat retoris? Yuk simak ulasan lengkapnya di sini. 

Pengertian Kalimat Retoris

Kalimat retoris adalah majas atau gaya bahasa, baik berupa pernyataan maupun pertanyaan. Dimana kalimat tersebut sudah diketahui jawaban ataupun pertanyaannya. Menurut Keraf, bahasa retoris adalah bahasa yang menyimpang dari konstruksi biasanya untuk mencapai efek tertentu.

Jika umumnya penggunaan kalimat berupa pertanyaan ditujukan untuk memperoleh jawaban. Maka pada kalimat retoris dilontarkan untuk menyinggung suatu hal yang berfungsi untuk menonjolkan pesan, digunakan untuk mengkonfirmasi atau digunakan untuk mempertegas. 

Kalimat retoris yang berupa pertanyaan, biasanya akan melontarkan sebuah pertanyaan yang jawabannya hanya ada dua pilihan, yaitu “iya” atau “tidak”. Jadi pertanyaan yang dilontarkan adalah pertanyaan tertutup. Dimana orang yang diberikan jawaban tidak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan atau menjawab lebih panjang.

Ciri-Ciri Kalimat Retoris

Jika sudah mengetahui pengertian secara umum kalimat retoris. Berikut beberapa ciri-ciri kalimat retoris.

1. Tidak Membutuhkan Jawaban 

Jika diamati dari kalimat yang dituliskan, kalimat retoris tidak membutuhkan jawaban. Karena di dalam kalimat tersebut secara tidak langsung sudah mengetahui jawabannya. Bisa juga kalimat retoris ini dilontarkan karena sudah mengetahui jawabannya, dan hanya sekedar menyindir saja. 

Kalimat retoris yang digunakan dalam dialog atau komunikasi sehari-hari pun juga sering digunakan. Permasalahannya, tidak semua orang bisa membedakan kalimat tersebut sebagai kalimat retoris yang bersifat menyindir. Atau kalimat biasa. 

2. Pertanyaan Yang Bersifat Menegaskan 

Adapun ciri dari kalimat retoris yang lain. Ternyata kalimat retoris juga dapat digunakan sebagai pertanyaan yang bersifat menegaskan. Tentu saja bentuk kalimat penegasan ada banyak sekali caranya. Biasanya setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri.  Kamu bisa melihat contohnya di bawah. 

3. Sering Berbentuk Pertanyaan 

Kalimat retoris lebih sering disajikan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dimana pertanyaan tersebut hanya sebagai basa-basi dan sebagai penegas bagi orang yang dituju. Karena kalimat retoris ini juga bersifat sindiran, maka kamu harus hati-hati dalam penggunaannya. Terutama dalam berkomunikasi sehari-hari. 

Karena bagi sebagian orang, tidak suka jika disindir. Apalagi jika itu bentuknya kurang mengenakan dan dilakukan di depan banyak orang. Kecuali kamu mengenal orang tersebut dengan baik, kalimat retoris sah-sah saja dilontarkan kepadanya. 

4. Jawaban Sebenarnya Sudah Diketahui Oleh Penanya Atau Yang Di Tanya

Ciri yang terakhir, yang menurut saya cukup menonjol. Setiap kalimat atau pertanyaan yang dilontarkan sebenarnya tidak membutuhkan jawaban. Karena kedua belah pihak sudah tahu jawabannya. 

Dari keempat ciri di atas, maka dapat dilihat bahwasanya kalimat retoris sebenarnya kalimat yang sebenarnya hanya digunakan untuk menegaskan, dan bentuk sindiran halus.

Fungsi Kalimat Retoris

Kalimat retoris akan kamu temui di banyak kesempatan. Mulai dalam bacaan, debat, pidota, komedi seperti stand up comedy, bahkan dalam berkomunikasi dengan sesama teman. Nah, berikut ada beberapa fungsi kalimat retoris. 

1. Menjelaskan 

Kalimat retoris dapat berfungsi untuk menjelaskan. Menjelaskan tema, topik tertentu dengan cara yang tidak biasa. Tujuannya orang lain agar lebih peka dan sadar kehadiran dari kalimat yang disampaikan tersebut. 

2. Mempertegas

Kalimat retoris juga berfungsi untuk mempertegas. Baik untuk mempertegas pernyataan, mempertegas permasalahan yang terjadi ataupun bisa digunakan untuk banyak hal lainnya. 

3. Sindiran 

Dilihat dari fungsinya, maka kalimat retoris adalah kalimat yang selain sering digunakan untuk mempertegas sebuah jawaban atau kalimat. Ternyata juga berfungsi sebagai bentuk sindiran dan sebagai bentuk basa-basi. 

4. Menghidupkan Obyek Mati 

Fungsi lain dari kalimat retoris adalah menghidupkan obyek yang mati. Dimana objek yang tidak hidup dan tidak memiliki unsur nyawa, bisa seolah-olah seperti manusia. Dalam dunia komedi, kita akan sering menemukannya. 

5. Menimbulkan Galak Tawa 

Kalimat retoris pun juga berfungsi sebagai hiburan. Banyak comedian stand up comedy yang menggunakan sindiran-sindiran halus ataupun sindiran frontal, dan mampu membuat penonton tertawa terbahak-bahak. 

Tentu saja untuk bisa melakukannya, dibutuhkan cara. Mungkin jika ada diantara kamu yang ingin menjadi bagian di dalamnya. Kamu bisa mempelajari tentang bagaimana menjadi comedian. Siapa tahu kamu calon comedian terkenal. 

6. Hiasan

Fungsi kalimat retoris dapat pula berfungsi sebagai hiasan. Dimana sindiran yang dilontar hanya sebagai seni. Jadi bukan dalam konteks untuk menyindir atau mempertegas orang lain secara terang-terangan. 

7. Bersifat Persuasif 

Hal yang tidak kalah penting dari fungsi kalimat retoris adalah lebih sering digunakan untuk kalimat-kalimat persuasif. Maka tidak heran jika kalimat ini lebih kita dengar tidak sekedar untuk mempertegas. Tetapi juga menekankan pengaruh pada orang lain. 

Itulah beberapa fungsi dari kalimat retoris. Adapun fungsi lain yang belum disebutkan, yaitu dapat berfungsi untuk Menstimulasi Asosiasi.

Keluarga Kalimat Retoris 

Kalimat retoris salah satu majas pertentangan. Dimana di dalam majas pertentangan itu sendiri ada banyak sekali jenisnya. Dimana majas pertentangan inilah yang paling sering digunakan dalam kalimat retoris. 

Lalu ada apa saja sih majas yang sering digunakan untuk kalimat retoris? Yaitu, majas aliterasi, asonansi, anastrof, apofasi, apostrof, asindeton, polisindeton, kiasmus, ellipsis, eufemismus, litotes, histeron proteron, pleonasme, tautologi, perifrasis, prolepsis (antisipasi), silepsis, zeugma, hiperbol, paradoks, koreksio, dan oksimoron. 

Nah, buat kamu yang tertarik ingin mendalami lebih dalam tentang majas yang termasuk di dalam majas pertentangan ini, bisa baca artikel di sini.

20 Contoh Kalimat Retoris

Belum afdol rasanya jika belum disertai dengan contoh kalimat retoris. Agar lebih afdal, berikut beberapa contoh kalimat retoris yang harus kalian pahami. 

  1. Apakah kamu tega membiarkan adikmu putus sekolah?
  2. Bagaimana kamu bisa menelantarkan saudara sendiri? 
  3. Apakah kamu tidak ingat bagaimana orangtua mendidik susah payah, namun pada akhirnya kamu bersikap sewenang-wenang? 
  4. Simana rasa kemanusiaan pemerintah jika banyak rakyat kelaparan dan tercekik semua harga mahal?
  5. Apa iya kamu akan menghianati pengorbanan keluargamu? 
  6. Bagaimana bisa kamu bergabung dalam komunitas bar-bar seperti itu? 
  7. Apakah bisa kamu mengerjakan ini semua? 
  8. Apa pantas keluar rumah menggunakan baju seterbuka itu di acara nikahan? 
  9. Apakah anak itu masih waras, sampai berani membacok orang tidak bersalah hingga mati?
  10. Apakah kamu tahu, betapa susahnya ayahmu mencari pekerjaan dan mendapatkan uang demi biaya pendidikan-mu? 
  11. Dimana rindu yang aku kenal selama ini? 
  12. Apakah kamu tahu seberapa berharganya benda ini untukku? 
  13. Kenapa kamu berubah, sekarang semakin sulit di pahami? 
  14. Tidakkah kamu terlalu tinggi berkhayal? 
  15. Apa yang kamu harapkan dari perempuan seperti itu? Jika dia sekarang sudah membuatmu rusak seperti ini. 
  16. Kenapa kita memilih jalan kaki, padahal naik sepeda motor lebih cepat dan tidak melelahkan? 
  17. Harga minyak goreng dan bbm naik, rakyat semakin tercekik. Ingin mengkritik pemerintah tapi banyak hujatan. Apakah ini yang nama nya kebebasan berpendapat? 
  18. Kenapa kamu susah ayah menyalin dan mencatat buku? Bukankah lebih gampang jika difotocopy atau di foto pakai hp? 
  19. Kenapa masih menjalani hidup dengan flexing? Padahal gaya hidup dan pengeluaran tidak imbang? 
  20. Masih banyak orang yang tidak mampu membeli seragam sekolah. Kamu yakin baju sekolah akan bagus jika di corat coret seperti itu?  
  21. Jika seharian hanya bermain games, apa benar itu yang mnyebabkan nilai rapot kamu terjun bebas. Bukan karena itu kan?
  22. Jika bukan karena saudaramu yang sangat baik hati itu, sudah lama ingin saya katakan hal yang memalukan itu.
  23. Dan kemanakah aku harus pergi, dan mengadu nasibku, dan menumpahkan seluruh amarahku? 
  24. Rakyatkah yang harus menanggung akibat semua korupsi dan manipulasi di negara ini?

Itulah 24 contoh kalimat retoris. Tentu saja ada banyak sekali bentuk kalimat retoris yang bisa kamu buat sendiri dan kamu kembangkan sendiri. semoga sedikit ulasan ini memberikan gambaran dan manfaat. (Irukawa Elisa)

Baca artikel lainnya yang membahas tentang kalimat-kalimat

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis