Pengertian dan Jenis-Jenis Kata Ganti

Berikut contoh dan Jenis Kata Ganti

Jika ingin menjadi penulis yang handal maka perlu memahami banyak hal terutama jenis kata, dimana salah satunya adalah kata ganti. Kata ganti merupakan salah satu jenis kata dari sekian jenis kata di dalam bahasa Indonesia. 

Penggunaannya tentu sangat intens ketika menulis sebuah karya, sehingga seorang penulis perlu memahaminya dengan baik dan benar. Sebab pemahaman tentang jenis kata ini akan membantu membuat tulisan yang lebih mengalir, enak dibaca, dan mudah untuk dipahami. 

Kata ganti diketahui umum digunakan untuk menjelaskan sesuatu baik secara lisan maupun tertulis. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kata ganti? Kemudian apa saja jenis-jenisnya? 

Sebab, kata ganti bisa ditujukan untuk menggantikan orang, benda, dan lain sebagainya. Informasi detail mengenai jenis kata ini bisa menyimak uraian berikut. 

Pengertian Kata Ganti

Hal pertama yang akan dibahas adalah mengenai pengertian dari kata ganti, yang tentunya menjadi pembahasan mendasar. Secara umum, kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menunjuk subjek maupun objek pada kalimat tanpa perlu mengulang penyebutan nama. 

Misalnya saja dalam sebuah tulisan ada tokoh yang digambarkan bernama Rani, maka penggunaan kata ganti orang akan dilakukan. Supaya di kalimat berikutnya nama Rani tidak diketik atau disebutkan terlalu banyak. 

Jika menyebut nama tokoh terlalu sering hal ini akan menjadikan cerita kurang menarik dan bahkan terasa sangat mengganggu karena kurang enak dibaca. Lain halnya jika nama Rani tadi di kalimat selanjutnya digantikan dengan kata ia, dia, dirinya, dan sejenisnya. 

Menggunakan kata ganti dalam sebuah tulisan tidak hanya menjadikan tulisan lebih enak dibaca. Namun juga lebih mudah dipahami, sekaligus menghemat waktu dalam menulis cerita tersebut. Meskipun bisa ditulis dengan lebih cepat namun kalimat dipastikan tetap menjadi kalimat efektif yang mudah dipahami. 

Supaya lebih mudah memahami apa itu kata ganti, maka berikut beberapa definisi yang disampaikan oleh para ahli: 

1. Djajasudarma 

Ahli pertama yang mendefinisikan kata ganti adalah Djajasudarma. Menurut beliau, kata ganti adalah sebagai kata yang berfungsi sebagai nominal dan bisa menggantikan kedudukan kata benda.

2. Buring 

Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Buring, kata ganti menurutnya adalah sebuah konsep yang konkret.

Sehingga kata ganti menjadi sebuah konsep yang menjelaskan nama-nama tokoh dan karakter tertentu dalam cerita secara jelas. 

3. Kridalaksana 

Selanjutnya adalah definisi yang dipaparkan oleh Kridalaksana. Menurutnya, kata ganti adalah sebuah kata yang memiliki dua fungsi yakni kata yang berfungsi sebagai kata ganti yang menghubungkan dengan benda dan kata yang tidak berhubungan dengan kata benda. 

4. Frank 

Frank juga menjelaskan definisi dari kata ganti, menurutnya kata ganti adalah kata yang menggantikan posisi kata benda. Sehingga benda apapun di dalam sebuah cerita bisa digantikan dengan kata lain. 

Dimana kata ganti ini dibuat seragam dari awal sampai akhir cerita. Tujuannya agar pembaca tidak bingung dan kesulitan mengetahui siapa yang dibahas oleh penulis di dalam bab demi bab cerita. 

5. Dinneen 

Dinneen menjelaskan, kata ganti adalah suatu bagian dari kalimat yang digunakan sebagai pengganti kata benda.

Sehingga kata ganti merupakan sebuah kelas kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda dalam sebuah frasa atau kalimat.

Jenis-Jenis Kata Ganti

Setelah memahami apa itu kata ganti sesuai penjelasan di atas, maka bisa berlanjut pada pembahasan jenis-jenis kata ganti.

Sebagaimana yang dijelaskan di awal, kata ganti bisa digunakan untuk menggantikan orang, benda, dan lain-lain. Berikut detailnya: 

A. Kata Ganti Orang

Jenis kata ganti yang pertama adalah kata ganti orang. Sesuai dengan namanya, secara sederhana kata ganti ini digunakan untuk menyebut nama orang. Bisa menggantikan nama orang secara tunggal maupun secara jamak atau berkelompok. 

Kata ganti orang kemudian terbagi menjadi beberapa jenis lagi, karena dalam gaya bercerita ada sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan seterusnya. Berikut detail penjelasannya: 

Pengertian Kata Ganti Orang Pertama 

Jenis kata ganti orang yang pertama adalah kata ganti orang pertama, digunakan untuk menggantikan tokoh yang berperan sebagai subjek di dalam sebuah frasa atau kalimat. Kata ganti orang pertama bisa bersifat tunggal dan bisa bersifat jamak. 

Kata ganti orang pertama tunggal biasanya menggunakan kata aku, saya, dan sejenisnya. Sedangkan kata ganti orang pertama jamak bisa menggunakan kata kita, kami, dan sejenisnya. Berikut contohnya dalam bentuk kalimat: 

  • aku termasuk orang yang sangat menghargai waktu. 
  • saya sangat menghormati ibu mertua sebagaimana saya menghormati ibu kandung. 
  • kami sekeluarga ikut bahagia mendengar kabar baik ini.

Baca juga: Langkah Menulis Cerita Pendek A-Z

Kata Ganti Orang Kedua

Kata ganti orang yang kedua adalah kata ganti orang kedua yang digunakan untuk menyebut lawan bicara atau orang lain dalam sebuah frasa atau kalimat. Kata ganti orang kedua juga dibagi menjadi tunggal dan jamak. 

Pada kata ganti orang kedua tunggal biasanya menggunakan kata seperti anda, kamu, kau, dan sejenisnya. Sementara kata ganti orang kedua jamak menggunakan kata kalian. Berikut contohnya dalam kalimat: 

  • Anda bisa datang ke kantor besok jam 9 pagi untuk tanda tangan. 
  • kamu merasa bahagia dengan masalah ini? 
  • kalian harus semangat, agar besok bisa bertanding dengan baik. 

Kata Ganti Orang Ketiga 

Berikutnya adalah kata ganti orang ketiga, yaitu kata ganti yang digunakan untuk menyebut orang lain yang tidak terlibat dalam percakapan. Misalnya ada dua tokoh yang membicarakan tokoh lain. 

Tokoh lain ini bisa diganti namanya menjadi kata ganti orang ketiga. Misalnya menggunakan kata ia, dia, beliau, dan sejenisnya. Berikut contohnya dalam kalimat: 

  • Siapa tidak kenal Rasti, ia dikenal sangat manja sejak kecil. 
  • Bapak Hermawan dipersilahkan naik ke panggung, beliau merupakan salah satu pemuka di desa Durian. 

Kata Ganti Orang Ketiga Jamak 

Kata ganti orang ketiga bisa jamak dan bisa juga tunggal, untuk jenis tunggal seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya. Sementara untuk kata ganti orang ketiga jamak biasanya menggunakan kata mereka. Contoh kalimatnya adalah: 

  • Pertandingan semakin seru, karena mereka bermain dengan sangat baik di lapangan. 
  • Pemilu bisa adil, selama mereka tidak bertindak curang demi kemenangan yang haram. 

B. Kata Ganti Pemilik 

Jenis kata ganti yang kedua adalah kata ganti milik atau kepunyaan. Kata ganti pemilik adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukan kepemilikan terhadap sesuatu. Sesuatu disini bisa kepemilikan sebuah benda, keterampilan, semangat, dan lain-lain. 

Kata ganti milik sekilas akan tampak seperti imbuhan, sebab menambahkan beberapa kata yang melekat di suatu kata lainnya. Adapun contoh kata ganti milik ini adalah kata -ku, -mu, -nya, kami, mereka, dan seterusnya. Letaknya adalah di belakang kata. 

Supaya lebih mudah memahami pengertian dari kata ganti milik atau pemilik ini, maka bisa mencoba memperhatikan contoh-contoh berikut ini: 

  • Sejak dipinjam Iqbal, bukuku hilang entah kemana. 
  • Tulisanmu sangat rapi, seperti seorang guru. 
  • Masakanmu enak sekali, sudah berapa lama belajar memasak? 
  • Kerja kerasnya membuahkan hasil, semua anak-anaknya sukses meraih pendidikan tinggi. 

Dari contoh-contoh tersebut bisa dipahami bahwa kata ganti pemilik selalu diletakan di belakang kata. Beberapa bentuk kata ganti jenis ini terlihat seperti imbuhan, padahal bukan. Sebab merupakan kata ganti yang menunjukan kepemilikan sesuatu. 

C. Kata Ganti Penghubung

Jenis kata ganti selanjutnya adalah kata ganti penghubung, yaitu kata ganti yang menjadi penghubung antara induk kalimat dengan anak kalimat. Secara umum kata ganti penghubung ini adalah kata penghubung, paling sering digunakan adalah kata yang

Kata ganti jenis ini juga diketahui umum digunakan untuk kalimat majemuk karena kalimat ini memang pada dasarnya butuh kata penghubung. Berikut beberapa contoh kalimatnya: 

  • Hari ini, Ibu membuat masakan yang sangat lezat. 
  • Kemarin, rumah yang berwarna hijau itu dikunjungi banyak orang. 
  • Seseorang yang sedang berdiri di depan toko adalah orang penting di desa ini. 

Kalimat majemuk sekali lagi adalah kalimat yang pasti menggunakan kata ganti penghubung. Bisa dilihat dari beberapa contoh yang disebutkan di atas, yang memang ketiganya merupakan kalimat majemuk. 

D. Kata Ganti Penunjuk

Jenis kata ganti berikutnya adalah kata ganti penunjuk, yaitu jenis kata ganti yang digunakan untuk menunjukan lokasi, menunjukan suatu hal, atau menyatakan suatu perbuatan. 

Adapun jenis kata yang termasuk kata ganti penunjuk ini antara lain: 

  1. Penunjuk umum : ini, itu.
  2. Penunjuk tempat : sana, sini, situ, ke sana, ke sini, ke situ, di sana, di sini, di situ.
  3. Penunjuk hal/ ikhwal : begini, begitu.

Jenis kata yang digunakan disesuaikan dengan objek yang digantikan dengan kata ganti tersebut. Jika sifatnya umum dan digunakan menyebut benda maka bisa memakai kata ini atau kata itu

Sedangkan untuk menggantikan lokasi benda bisa memakai kata sana, sini, disana, disitu, dan sejenisnya sesuai penjelasan di atas. Adapun contoh penggunaannya dalam kalimat adalah sebagai berikut: 

  • Pergilah ke sana sementara aku akan tetap di sini!
  • Keadaan begini yang membuat Rani tidak merasa nyaman di rumah.
  • Alat itu tidak berfungsi sama sekali ketika gempa susulan terjadi.
  • Rumah ini adalah bukti perjuangan dan kerja keras ayah.
  • Udara disini sangat segar dan membuat hati nyaman.

Perbedaan Kata Ganti Persona dan Non Persona

Melalui penjelasan di atas maka bisa disimpulkan bahwa kata ganti secara garis besar terbagi menjadi dua. Pertama adalah kata ganti persona yang menunjuk pada orang, disebut kata ganti orang. 

Kedua, adalah kata ganti non persona yang digunakan untuk menunjuk atau menggantikan penyebutan selain orang. Dalam artian digunakan untuk menyatakan benda, lokasi, dan seterusnya. Lalu, apa perbedaan keduanya? Berikut beberapa perbedaannya: 

  1. Dilihat dari segi fungsi, kata ganti persona digunakan untuk menggantikan orang. Baik secara tunggal maupun secara jamak. Sementara kata ganti non persona digunakan untuk menggantikan sesuatu yang lebih umum. Seperti petunjuk umum, arah, dan juga tempat. 
  2. Menggunakan kata ganti yang merujuk pada manusia misalnya kata dia, aku, mereka, kalian, beliau, dan sejenisnya. Sementara kata ganti non persona menggunakan kata yang merujuk pada petunjuk umum, arah, dan tempat. Seperti kata ini, itu, disana, disitu, yang, -nya, -ku, -mu, dan sejenisnya. 

Pemahaman tentang kata ganti sangatlah penting, sebab membantu membangun kalimat efektif tanpa perlu mengulang banyak nama benda dan nama orang. Hal ini akan menjadikan tulisan lebih enak dibaca sekaligus mudah dipahami. 

Jika selama ini merasa kebingungan mengenai penggunaan kata ganti dan rancu mengenai jenis-jenisnya. Maka lewat penjelasan di atas bisa mempelajarinya dengan lebih mendalam agar bisa menggunakannya dengan baik dan benar. Salah satunya bisa didapat dari manfaat menulis buku harian.

Apakah kalian suka menulis atau bahkan sudah punya naskah cerita atau buku? Yuk terbitkan di Penerbit Bukunesia. Selain buku umum cerita, bisa banget juga menerbitkan kumpulan puisi.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis