⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Pengertian Cerpen – Unsur, Contoh, dan Ciri-Ciri Cerpen

cara menulis cerpen untuk menang lomba

Ingin menulis fiksi tapi masih bingung apakah ini cerpen, novel atau yang lain? Jika ingin menulis cerpen, pahami betul sebelum menulis dari pengertian cerpen, fungsi cerpen, hingga contoh cerpen.

Pengertian cerpen tidak sekedar memberikan pengertian definitif saja. Bagi yang suka sastra, cerpen memiliki perspektif yang menarik. Nah, mungkin kamu belum bisa menikmati cerpen? Nah, di artikel ini kamu akan temukan fungsi, ciri, unsur, dan contoh cerpen lebih detail. Namun akan lebih penting lagi mengetahui pengertian cerpen terlebih dahulu.

Pengertian Cerpen

Pengertian cerpen adalah cerita pendek yang menceritakan sebuah konflik atau permasalahan. Cerpen termasuk karya sastra yang mengenalkan karakter yang dikemas dengan cerita apik. Dikatakan sebagai cerita pendek karena cerita fiksi/khayalan hanya dibuat tidak lebih dari 10.000 kata. 

Berbicara tentang pengertian cerpen, ada banyak sudut pandang. Setiap ahli pun memiliki pandangannya sendiri-sendiri, salah satunya pendapat beberapa ahli berikut. 

  1. Sumardjo dan Saini 

Pengertian cerpen menurut Sumardjo dan Saini adalah cerita yang diangkat dari kejadian atau kisah yang terjadi di dunia nyata, kemudian dikemas menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas. 

  1. Hendy 

Berbeda dengan pandangan Hendy, yang mengartikan cerpen sebagai tulisan singkat yang berisi kisah tunggal, atau satu rangkaian kisah, atau satu permasalahan saja. 

  1. Aoh. K.H

Aoh mendefinisikan cerpen sebagai cerita pendek yang mengangkat satu kisah prosa pendek. 

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

  1. J.S  Badudu 

Sementara Badudu pun juga memiliki pendapatnya sendiri tentang cerpen. Menurutnya, cerpen adalah karangan cerita yang fokus pada satu peristiwa atau kejadian saa. 

Dari pendapat di atas, maka cerpen dapat disimpulkan sebagai cerita fiksi atau cerita rekaan yang fokus pada satu aspek cerita saja. Dikatakan sebagai cerita pendek (cerpen) apabila karya sastra tersebut ditulis tidak lebih dari 10.000 kata.

Baca juga Perlu Tahu, Sudut Pandang Dalam Cerpen Sebelum Menulis

promo akhir tahun bukunesia

Ciri Ciri Cerpen

Setelah mengetahui pengertian cerpen, mungkin kamu masih binggung bagaimana cara mengidentifikan cerpen yang baik itu. Berikut cara ciri-ciri cerpen

1. Bersifat Fiksi 

Sebagai karya sastra, maka ciri yang mendasari cerita pendek adalah sifatnya, yang bersifat fiktif, imajinatif dan rekaan. Sehingga apa yang dituliskan hanya khayalan semata. Sekalipun cerita tersebut dilatarbelakangi dari cerita nyata, namun secara penyajiannya, sudah direka dan banyak penambahan yang sifatnya rekaan. 

2. Mengupas 1 Aspek Cerita 

Karena cerita pendek ditulis tidak lebih dari 10.000 kata, bahkan ada yang ditulis hanya 2-3 halaman saja. Maka aspek cerita yang diangkat tidak boleh lebih dari satu masalah. Jika ingin mengambil dua aspek masalah, sulit rasanya diselesaikan dalam lembar yang singkat seperti cerpen. Maka dari itu, agar tetap fokus pada impresi dan emosi cerpen, lebih baik mengambil satu aspek masalah saja. 

3. Menyuguhkan Peristiwa Secara Cermat dan Jelas 

Ciri cerpen yang lain, dapat dilihat dari cara menyajikan peristiwanya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, cerpen ditulis dalam lembar terbatas. Maka butuh kecermatan dalam menyampaikan dan cerpen tetap ditulis secara jelas dalam menyajikan peristiwa. Maksud jelas dalam menyajikan peritwisa adalah, hindari menyampaikan yang bertele-tele. 

4. Cerita Singkat 

Seperti namanya, cerpen adalah cerita pendek yang memang ditulis secara singkat dan pendek. Meskipun pendek, tetap memperhatikan nilai seni dan membangkitkan emosi pembaca. Itu sebabnya, ada sebagian orang yang merasa menulis cerpen itu lebih sulit ketimbang menulis novel. Karena saat menulis cerpen, dibutuhkan skill menyuguhkan peristiwa secara singkat, tetapi juga tetap menarik dan impresif. 

5. Bahasa Bersifat Sugestif dan Provokatif 

Ciri cerpen juga dapat dilihat dari bahasa yang digunakan. Cerpen menggunakan bahasa yang lebih tajam, sugestif dan provokatif. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian dan membangun impresi para pembacanya. 

6. Tidak Banyak Melibatkan Tokoh 

Ciri cerpen yang tidak kalah penting lain adalah masalah tokoh. Cerpen hanya melibatkan 1-3 tokoh saja. Kenapa tokoh dibatasi? Karena agar cerita lebih terfokus, mengingat cerpen hanya ditulis dalam lembar terbatas.

Itulah ciri-ciri cerpen yang paling menonjol dan dapat dijadikan sebagai identifikasi cerpen yang baik. Barangkali kamu ingin membuat cerpen, perlu memperhatikan poin ini. 

Unsur Intrinsik Cerpen

Jadi selain ciri-ciri cerpen di atas, cerpen memiliki unsur intrinsik yang meliputi sebagai berikut. 

1. Tema 

Tema adalah ide pokok yang menjadi latar belakang terbentuknya cerita dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini pulalah yang dapat dijadikan sebagai penentu cerpen menarik, biasa saja atau membosankan. 

2. Sudut Pandang 

Selain tema, cerpen juga memiliki unsur intrinsik lain, yaitu sudut pandang. Sudut pandang adalah cara pengarang dalam menuliskan atau menyampaikan cerita. Adapun jenis sudut pandang dalam cerpen, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua dan sudut pandang campuran. 

3. Tokoh 

Jadi yang dimaksud tokoh pada cerpen adalah pelaku atau karakter dalam cerita. Karakter ini diciptakan untuk membangun impresi dan emosi pembaca dalam memahami permasalahan yang akan diangkat. 

4. Penokohan 

Sementara yang dimaksud penokohan adalah cara pengarang menampilkan si tokoh. Umumnya penokohan ada tokoh antagonis (menentang), tokoh protagonis (mendukung) dan tokoh tritagonis (membantu/menolong antagonis maupun protagonis). 

5. Latar 

Ada juga yang disebut dengan latar. Latar adalah setting atau tempat kejadian peristiwa, yang meliputi waktu dan suasana. Dan latar ini memiliki peranan yang cukup penting. 

6. Alur 

Ada juga yang disebut alur, atau rangkaian cerita agar lebih tertata. Ada beberapa jenis alur yang bisa kamu praktekkan, yaitu alur maju, alur mundur, atau alur campuran. Nah, umumnya alur maju dan alur mundur adalah alur yang paling banyak digunakan. 

7. Amanat 

Unsur intrinsik yang terakhir adalah amanat. Amanat adalah pesan cerita yang hendak disampaikan penulis pembaca. Amanat atau pesan moral dapat disampaikan secara langsung ataupun tidak langsung. Biasanya tergantung dari karakter masing-masing penulis.

Jadi, di dalam cerpen memiliki tujuh unsur intrinsik yang juga harus masuk didalamnya. Barangkali ada diantara kamu yang masih kesulitan memasukan unsur tersebut dalam praktek penulisan cerpen? Itu hal wajar, karena semua butuh proses. 

Fungsi Cerpen

Adapun fungsi cerpen yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak orang, yaitu berfungsi sebagai 

1. Rekreatif 

Jika dilihat dari pengertian cerpen di atas, sebenarnya dapat dilihat secara tersurat fungsi cerpen bagi pembaca. Salah satunya berfungsi sebagai rekreatif  yang sifatnya menghibur. Kita tahu, bahwa banyak genre dan cara pengarang menyampaikan cerita mereka. 

Ada yang disampaikan secara melankolis, secara action, hingga yang disampaikan secara humor pun juga banyak. Termasuk sebagai teman mengisi waktu dan kegabutan selama di rumah. Itu sebabnya cerpen bersifat menghibur. 

2. Estetis 

Jika kamu memperhatikan, cerpen yang baik harusnya cerpen yang memiliki nilai estetis. Sehingga nilai estetis inilah yang dapat dijadikan sebagai fungsi cerpen. Nilai estetis adalah nilai keindahan sehingga memberikan rasa kepuasan bagi pembacanya. Nah, untuk membangkitkan nilai estetis, setiap penulis memiliki caranya sendiri-sendiri. 

3. Didaktif 

Cerpen juga berfungsi sebagai didaktif. Didaktif adalah memuat pembelajaran, pendidikan dan pesan kepada pembaca. Tentu saja nilai pembelajaran yang akan diperoleh pembaca satu dengan pembaca lain akan berlainan. Ini semua tergantung dari pengalaman masing-masing pembaca, dan tergantung dari cara pandang si pembaca. 

4. Moralitas 

Cerpen juga berfungsi untuk memberikan pesan moral kepada pembaca. Dimana ada dua nilai pesan moral, yaitu moral baik dan moral buruk. Nilai pesan moral dalam cerita dapat diambil dari karakter atau watak tokoh yang diperankan dalam cerpen. 

5. Religiusitas

Cerpen juga memberikan nilai religiusitas, yaitu nilai pembelajaran yang sifatnya pada nilai-nilai keagamaan. Keagamaan di sini tidak merujuk pada satu agama. Tetapi lebih ke pengalaman/perasaan spiritual. Dimana setiap orang memiliki sensitivitas sendiri-sendiri. Sehingga dalam satu cerita, bisa saja akan dirasakan pembaca dengan perasaan yang berbeda pula. 

Dari kelima fungsi cerpen di atas, poin nomor berapa yang paling kamu rasakan? Atau mungkin kamu malah menemukan manfaat lain? Boleh tulis di kolom komentar ya. 

Contoh Cerpen

Dari pengertian cerpen beserta ciri dan unsur intrinsik di atas, kurang afdol jika tidak mengetahui contoh cerpen. Nah, berikut beberapa contoh cerpen yang ditulis oleh penulis ternama. 

  • “Kemarau” karya Andrea Hirata.
  • “Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-kata” karya Putu Wijaya.
  • “Kado istimewa” karya Jujur Prananto.
  • “Lelaki Sejati” karya Putu Wijaya.
  • “Dunia Gorda” karya Seno Gumira Ajidarma.

Setelah memahami pengertian cerpen diharapkan kamu bisa menulis cerpen sesuai keinginanmu. Agar cepat selesai menulis atau membuat cerpen download ebook disini.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis