Prosa Baru: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh

definisi prosa lama

Prosa baru menjadi karya sastra yang saat ini cukup diminati kawula muda. Hal ini dapat dilihat banyaknya karya-karya buku yang ludes di rak buku. Sampai-sampai banyak karya fiksi yang akhirnya diangkat ke layar lebar karena pesan dan cerita yang disuguhkan menarik perhatian. 

Saat berbicara prosa baru, mungkin ada yang mengernyitkan dahi. Tapi saat saya sebut jenis prosa baru seperti novel, cerpen, opini dan resensi. Maka banyak orang yang menganggukan kepala paham. Ternyata banyak diantara kita yang sampai saat ini masih kebingungan tentang prosa baru. 

Oleh sebab itu, aku akan mengajak teman-teman mengintip apa sih itu prosa baru, unsur prosa baru dan pengertian prosa baru.

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai prosa lama, yuk pahami mengenai apa itu prosa lama?

Pengertian Prosa Baru 

Prosa baru adalah karya sastra yang ditulis bebas, tanpa terikat pada aturan apapun. Dari segi isi pun sudah terpengaruhi dengan budaya asing, dalam hal ini budaya barat. 

1. Henry Guntur Tarigan 

Prosa baru adalah karya sastra fiksi yang bersifat realitas, bukan bersifat aktual. 

2. KBBI 

Sementara KBBI mendefinisikan prosa baru sebagai karangan begas yang tidak terikat oleh kaidah apapun. 

3. M. Saleh Saad dan Anton M. Muliono 

Sedikit berbeda dengan kedua tokoh ini, yang mengartikan prosa baru sebagai karya sastra yang dibentuk berplot dan menghasilkan karya imajinatif dan yang bersifat menghibur. 

Dari pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan sebagai karangan atau tulisan yang bersifat imajinatif, ditulis secara bebas tanpa terpaku pada aturan tertentu. Dimana hasil karya bertujuan sebagai hiburan. 

Ciri-Ciri Prosa Baru 

Lalu bagaimana cara mengetahui prosa baru dan prosa lama? Nah kamu harus tahu betul perbedaan keduanya, kamu bisa simak di artikel tentang “prosa lama”. Setelah mengetahui perbedaan diantara keduanya, berikut ciri-ciri spesifik.

  • Sifatnya berkembang sesuai kemajuan zaman (dinamis) 
  • Cerita yang diangkat memiliki cakupan lebih luas dan lebih realistis dalam penyampaian cerita 
  • Mudah dipahami semua orang
  • Pengarangnya jelas karena di setiap akhir tulisan ada nama terang si penulis 
  • Cerita atau gagasan yang ada di dalamnya sudah terpengaruh oleh kebudayaan barat 
  • Bertujuan menghibur 
  • Prosa lama tidak berorientasi pada komersial, karena jika dikomersialkan, siapa yang berhak menerima royalti, juga tidak jelas karena tidak ada nama terang. Sementara prosa baru baru bisa dikomersilkan, dan jelas siapa yang berhak menerima honor/royalty

Itulah beberapa ciri prosa baru yang belum semuanya disebutkan.

Jenis Prosa Baru

Jika di artikel sebelumnya sudah kita intip jenis-jenis prosa lama, kali ini juga akan membedah jenis prosa baru. Setidaknya ada beberapa jenis, sebagai berikut. 

1. Roman 

Roman adalah karya sastra yang menceritakan kehidupan tokoh lengkap dengan segala suka dan dukanya. Adapun ciri spesifik roman, ditulis secara tahap usia. Misal dari lahir, anak-anak, dewasa hingga meninggal dunia.

Roman juga dapat dilihat dari isi cerita yang lebih menekankan pada aspek kehidupan secara spesifik, ataupun menggunakan alur bercabang-cabang. Oh iya, romah juga sering mengungkap cerita tentang adat atau kebudayaan dari si tokoh yang diceritakan. 

2. Novel 

Novel termasuk prosa baru yang paling sering kita temukan hingga saat ini. Tidak hanya mudah mendapatkan buku-buku novel, ternyata banyak juga orang yang ingin menjadi penulis novel. Hanya saja untuk bisa mewujudkannya, butuh konsistensi, niat bulat dan berani melangkah.

3. Cerpen 

Antusiasme terhadap cerpen juga sampai detik ini masih banyak diminati. Cerpen adalah cerita pendek yang menceritakan satu babak atau satu kasus cerita saja. Dalam satu cerpen hanya melibatkan maksimal 3 tokoh. 

Karena cerpen adalah cerita pendek, maka ada batasan saat menuliskannya. Ada yang ditulis sejumlah 1,5 halaman atau ada juga 6 halaman. Intinya cerpen tidak ditulis hingga berpuluh-puluh lembar. Jika cerita sampai puluhan lembar, masuk ke dalam novel atau novel teenlit.

4. Riwayat 

Riwayat dalam prosa baru adalah karya sastra yang menceritakan pengalaman hidup si penulis (otobiografi) atau menceritakan pengalaman tokoh atau orang lain (biografi). Salah satu ciri spesifik dari riwayat, ditulis dari si tokoh lahir, dewasa hingga akhir hayatnya. 

Yap, dilihat cirinya, ini mirip dengan roman. Bedanya, doman bersifat fiktif semantara riwayat bersifat objektif dan benar-benar terjadi.

5. Kritik 

Prosa baru tidak melulu karya sastra berbentuk karya fiksi. Ada juga karya non fiksi yang disebut dengan kritik. Mungkin ada diantara kamu yang masih bertanya, emang ada karya kritik? 

Dalam surat kabar, kritik yang dimaksud di sini adalah tulisan opini, jurnal, artikel, tajuk, berita dan masih banyak lagi. 

6. Resensi 

Buat kamu yang suka membaca, pasti sudah tidak asing lagi dengan resensi bukan? Yap, betul sekali. Resensi adalah tulisan yang berisi review kritik tentang beberapa hal. Bisa dalam bentuk resensi buku, resensi film, resensi musik atau bentuk review yang lain.

Baca juga: Langkah Menulis Resensi

7. Esai 

Esai pun juga termasuk dalam prosa baru. Esai adalah ulasan masalah yang berisi pandangan subjektif si penulis. Esai bisa disampaikan dalam bentuk tanggapan, komentar, seni, hikmah hidup, politik, karya drama, hingga bisa juga ditampilkan dalam bentuk fenomena sosial.

Unsur Kebahasaan Prosa Baru

Unsur kebahasaan prosa baru ada tujuh poin, ketujuh poin tersebut dapat disimak sebagai berikut. 

1. Penokohan 

Penokohan adalah memberikan karakter dan watak pada si tokoh yang hendak dituliskan di dalam cerita. Kamu bisa membuat penokohan dengan cara analitik, yaitu dilakukan dengan menggambarkan kondisi fisik dan situasi si tokoh secara langsung. 

Bisa juga dengan cara dramatik, yaitu dilakukan dengan cara menggambarkan watak tokoh yang bisa ditunjukan dengan menonjolkan sikap, cara bicara, pandangan hidup, atau tingkah laku si tokoh. Di dalam penokohan pun memiliki tiga karakter tokoh yang bisa kamu ciptakan. 

Kamu bisa menciptakan tokoh yang protagonis atau tokoh yang baik, sebagai tokoh utama. Dalam sebuah cerita tidak akan menarik jika semua tokoh orang baik, maka harus ada lawan karakternya, yaitu tokoh antagonis atau tokoh jahat. Dan tokoh tambahan atau tokoh penengah yang disebut sebagai tokoh berkembang.

2. Alur 

Prasa baru, dalam hal ini konteksnya adalah fiksi (novel, cerpen, teenleet, dan cerita bergambar) perlu memperhatikan plot atau alur. Alur dapat diciptakan dengan membuat kerangka, yang terdiri dari tiga hal, yaitu pengenalan tokoh, mengembangkan konflik menuju ke puncak klimak dan penyelesaian. 

3. Setting 

Setting adalah latar yang berusaha menjelaskan masalah tempat waktu dan kondisi sosial yang diangkat di dalam cerita. Latar dalam hal ini bisa mengacu pada kondisi tempat yang diangkat, atau menggambarkan situasi sosial. 

Dalam menulis fiksi, penting sekali menuliskan setting secara jelas dan detail. Cara ini dapat memberikan kemudahan dan gambaran pembaca untuk membentuk imajinasi di dalam pikiran mereka, sekaligus membentuk pemahaman mereka. 

4. Diksi 

Unsur kebahasaan prosa baru yang keempat ada diksi atau gaya bahasa. Berbicara gaya bahasa, ada banyak sekali jenis gaya bahasa.

5. Sudut Pandang 

Khususnya saat menulis novel dan cerpen, kamu juga penting mempertimbangkan sudut pandang akan digunakan. Jika sejak awal ingin menggunakan sudut pandang orang pertama, maka kamu harus konsisten. Jika kamu ingin berganti-ganti sudut pandang, kamu bisa menggunakan sudut pandang campuran. 

Oh iya, berbicara sudut pandang, ada empat jenis sudut pandang. Yaitu sudut pandang orang pertama, orang kedua, orang ketiga dan sudut pandang campuran.. 

6. Tema 

Tema menjadi unsur dasar yang wajib ada disetiap prosa baru. Tema adalah ide yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah cerita yang menarik dan apik. Tema juga menjadi penentu pembaca bisa merasakan secara langsung, atau sekedar membaca tanpa ada emosi apapun. 

7. Amanat 

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis ke pembaca. Amanat dapat disampaikan secara langsung (tersurat) dan ada juga yang disampaikan secara tidak langsung (tersirat).

Jadi amanat cerita dapat disampaikan berdasarkan karakter masing-masing penulis, tidak ada aturan pasti. Itulah ulasan tentang prosa baru. Kamu pun bisa mencari tahu contoh prosa baru di google yang jumlahnya berseliweran. Semoga sedikit ulasan tentang prosa baru ini bermanfaat (Penulis: Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis