Prosa Lama: Ciri-Ciri, Jenis-Jenis dan Contoh

definisi prosa lama

Mengenal pengertian prosa lama, ciri-ciri, jenis, contoh beserta dengan perbedaan prosa lama dan baru secara detail.

Prosa lama di era kemajuan teknologi memang tidak banyak yang menekuninya. Meski jarang kita temukan orang jaman sekarang menulis prosa apalagi yang aturan lama, ternyata kita sering bersinggungan dengan hal ini dalam kehidupan sehari-hari loh.

Sebelumnya, kita sudah bahas mengenai karya sastra popoler, nah pahami dulu pada artikel pengertian karya sastra populer.

Berbicara tentang prosa lama, memang sedikit berbeda dengan prosa baru. Dimana prosa baru di era sekarang masih banyak diminati oleh sastrawan ataupun penulis. Mungkin kamu salah satunya? Buat kamu yang ingin menjadi salah satu bagian di dalamnya, namun belum mengenal lebih dekat tentang prosa lama, kamu wajib baca artikel ini sampai selesai. 

Pengertian Prosa Lama

Secara umum, prosa dapat diartikan sebagai karangan bebas yang tidak terikat oleh aturan-aturan. Dikatakan prosa apabila karya tersebut belum terpengaruh oleh budaya barat, dan masih seputar budaya lokal. Kemudian pada akhirnya munculah istilah dua istilah, yaitu prosa baru dan prosa lama. 

Prosa baru adalah prosa yang ditulis secara bebas, tidak terpaku pada aturan yang ada. Sementara prosa lama adalah prosa yang ditulis secara sistematis, bersifat tradisional, diferensiasi, tidak terpaku pada masa lampau (sejarah), menggunakan diksi bahasa yang bersifat tradisional dan bersifat khayalan. 

Prosa ini umumnya lahir karena diciptakan oleh masyarakat sekitar. Misalnya, cerita bersumber dari cerita mulut ke mulut dari kakek ke orang, orang tua ke generasi kita. Jadi cerita muncul karena bentukan dari masyarakat. Umumnya setiap prosa memiliki pesan moral yang yang baik. 

Sekilas, saat membicarakan prosa lama, sepertinya sulit kita bayangkan dan sulit ditemukan. Padahal, dalam kenyataannya, kita sedari kecil pun sudah menikmati prosa jenis ini. Nah, adapun yang termasuk dalam prosa yaitu, dongeng, hikayat, dan kisah. Contoh, dongeng si kancil mencuri timun, kisah cerita rakyat timun emas, maling kundang, tangkuban perahu dan masih banyak lagi. 

Ciri-Ciri Prosa Lama

 Sudah disinggung di paragraf sebelumnya. Ada beberapa ciri prosa lama, yang akan dijelaskan sebagai berikut. 

1. Bersifat Statis 

Ciri prosa lama pertama bersifat statis, atau terjadi perubahan yang lambat daripada biasanya. Tidak hanya statis dalam konteks perkembangan ceritanya, tetapi juga tidak banyak yang mengalami perubahan. 

Dari segi bentuk juga memiliki kesamaan dan kemiripan. Tidak hanya itu, tetapi juga pola-pola kalimat, ungkapan dan tema cerita yang memiliki banyak kesamaan dan tidak banyak mengalami perubahan. Dari segi perkembangan masyarakat di dalam cerita pun terbilang lambat dan begitu-begitu saja.

2. Bersifat Tradisional 

Jadi yang dimaksud dengan bersifat tradisional karena dalam karya banyak kalimat maupun ungkapan yang sama dalam cerita yang berbeda. Jika diperhatikan lagi, kita pun juga sering menemukan cerita yang sering diulang-ulang. Meski terkesan pemborosan kata, tetapi inilah ciri khas dari prosa lama dibandingkan dengan prosa baru.

3. Sumber Cerita Bersifat Anonim 

Ciri ketiga dapat dilihat dari cerita yang disampaikan. Hampir semua prosa lama tidak diketahui siapa pencipta atau pengarangnya (anonym). Ketidaktahuan siapa pencipta cerita karena di cerita secara turun temurun. 

Sementara dari isi cerita, prosa lama dibuat sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat pada kala itu, yang masih akrab dengan tradisi masyarakat.  Tentu saja jika dibandingkan dengan prosa baru, maka prosa lama memiliki penuturan cerita yang jauh berbeda. Justru ini pulalah yang menjadikan ciri khasnya.

4. Tidak Menegaskan Jelas Tahun 

Prosa lama tidak pernah menegaskan secara jelas historis atau sejarah. Jadi tidak pernah menyebutkan tanggal kapan dan tahun kapan. Mereka hanya menyebutkan secara umum terjadi pada masa lampau. Itupun tidak disebutkan secara spesifik, masa lampau ketika zaman apa. Misal jaman majapahit, pada zaman kerajaan mataram islam. 

Banyak prosa lama yang menegaskan keterangan waktu, namun keterangan waktu secara umum. Bukan keterangan waktu spesifik secara jelas kapan, dan dimananya. 

5. Tidak Mengindahkan Sejarah 

Prosa lama jika kita cermati, mereka menceritakan masa lampau, atau sejarah masa lampau. Hanya saja, keterangan waktu dan keterangan tempat tidak jelas, dan banyak yang samar-sama. bahkan banyak pula yang tidak menyebutkan waktu dan tempat tersebut. 

Meskipun menceritakan “pada masa lampau” yang dapat diidentikan cerita sejarah, namun pada dasarnya bukanlah cerita sejarah. Karena prosa lama ditulis berdasarkan imajinatif, rekaan dan khayalan dari si penulis. 

6. Menggunakan Diksi Tradisional

Prosa lama dapat pula diketahui dari penggunaan bahasa. Bahasa yang digunakan terkesan tradisional dan jaman dulu banget. Rata-rata bahasa yang digunakan bersifat klise. Maksud yang menunjukan bentuk tradisional adalah bahasa yang masih dipengaruhi kesusastraan pada masa lampau, misalnya budha, hindu, dan masa-masa tertentu yang pernah terjadi masa lampau.

Nah, salah satu contohnya adalah sastra lama serat centhini versi asli. Dari segi penulisan, masih menggunakan bahasa sansekerta dan gaya bahasanya pun menyesuaikan pada abad v-ix yang lalu.  Jika dibandingkan dengan prosa modern, jelas berbeda jauh.  

7. Bersifat Khayalan 

Ciri yang ketujuh, prosa lama ditulis atas dasar khayalan, bersifat imajinatif dan rekaan. Jadi apa yang dituliskan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Apa yang dituliskan hanya cerita fiktif yang hanya ada di dunia khayalan. 

8. Diferensiasi Sedikit

Sementara dari unsur-unsur cerita, prosa lama memiliki ikatan unsur yang saling berhubungan satu sama lain secara mendalam dan kuat.

Itulah beberapa ciri prosa lama, ada pun beberapa jenis dari prosa lama yang akan kita ulas di sub bab di bawah. 

Jenis Prosa Lama

Meskipun prosa lama condong ke cerita-cerita masa lampau yang belum terjamah kekinian. Ternyata kamu pun masih sering menemui prosa lama. Berikut beberapa jenis prosa lama yang familiar kita dengar. 

1. Hikayat 

Pernah mendengar hikayat? Ternyata istilah hikayat ini berasal dari India dan arab. Dimana hikayat menceritakan sebuah kisah kehidupan para kerajaan, dewi, peri, raja atau hal-hal yang bersifat gaib. Termasuk juga cerita-cerita yang menonjolkan kesaktian atau kekuatan luar biasa, yang tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. 

Memang dari segi penyampaian cerita, terkesan tidak masuk akal. Namun itulah yang disebut dengan hikayat. Cerita yang termasuk ke dalam hikayat ada cerita si Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, dan Hikayat Indra Bangsawan. 

2. Sejarah 

Tambo adah cerita yang menceritakan sebuah peristiwa bersejarah. Dimana hasil dari cerita ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sejarah. Contoh cerita tambo ada datuk Bendahara Paduka Raja (Tun Sri Lanang) yang ditulis pada tahun 1612 yang lalu. 

3. Kisah 

Kisah merupakan sebuah karya sastra yang menceritakan perjalanan seseorang. Sifat cerita ini juga bersifat mulut ke mulut dari satu orang ke orang lain. Contoh cerita kisah ada cerita perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan dan kisah abdullah ke Jeddah

4. Dongeng 

Ternyata dongeng termasuk ke dalamnya.. Selama ini kita hanya tahu dongeng ya dongeng saja. Ternyata ada banyak sekali ragam dongeng loh.

Ada dongeng fabel (cerita binatang), mite (mitos), legenda, sage (menceritakan kepahlawanan/keajaiban/keberanian) dan parabel. Mungkin ada diantara kalian yang asing dengan parabel? Parabel adalah cerita rekaan yang menceritakan sikap moral maupun keagamaan.

Baca juga: Jenis Karya Sastra Lama

Unsur Kebahasaan

Ditinjau dari unsur-unsurnya, berikut unsur kebahasaan dalam prosa lama.

1. Tokoh dan penokohan 

Di dalam unsur penokohan, dibagi lagi menjadi berikut. 

  1. Protagonis 
  2. Antagonis 
  3. Tokoh berkembang 
  4. Tokoh statis

2. Alur

Alur dapat diartikan sebagai plot atau serangkaian peristiwa yang saling menghubungkan dengan sebab dan akibat. Ada tahapan membuat plot, yaitu sebagai berikut 

  1. Orientasi (pengenalan tokoh)
  2. Komplikasi (mengembangkan konflik menuju ke puncak klimaks)
  3. Resolusi (penyelesaian masalah/konflik)

Nah, mengenai alur, silakan perdalam dalam artikel jenis-jenis alur cerita.

3. Latar 

Latar merujuk pada keterangan waktu, tempat ataupun kondisi sosial yang akan diangkat si penulis. 

4. Diksi 

Unsur yang selanjutnya ada diksi atau pemilihan gaya bahasa yang menentukan sebuah karya menjadi lebih berimpresi 

5. Sudut pandang 

Sudut pandang dalam prosa, baik prosa lama ataupun prosa baru, ada beberapa macam berikut. 

  1. Sudut pandang orang pertama 
  2. Sudut pandang orang kedua 
  3. Sudut pandang orang ketiga 
  4. Sudut pandang campuran 

6. Tema 

Setiap karya sastra, termasuk prosa lama wajib ada tema atau gagasan yang diangkat. Kamu bisa mengambil tema tentang apapun, tidak ada batasan. 

7. Amanat 

Amanat di sini adalah pesan kebaikan yang ingin disampaikan penulis terhadap pembacanya.

Perbedaan Prosa Baru dan Lama

Berikut ada beberapa perbedaan antara prosa lama dan prosa baru yang paling menonjol. Untuk memudahkan pemahaman, saya buat dalam bentuk tabel.

A. Prosa Lama

  • Menggunakan bahasa daerah
  • Belum terpengaruh dengan adat dan budaya luar 
  • Bersifat statis
  • Sulit dipahami bagi sebagian orang 
  • Pengarang banyak yang anonim
  • Cerita disebarluaskan lewat mulut ke mulut
  • Dipengaruhi oleh budaya yang berkembang pada masa itu
  • Bertujuan menghibur saja 

B. Prosa Baru

  • Sifatnya berkembang sesuai kemajuan zaman (dinamis) 
  • Cerita yang diangkat memiliki cakupan lebih luas dan lebih realistis dalam penyampaian cerita 
  • Mudah dipahami semua orang
  • Pengarangnya jelas 
  • Kehidupan dipengaruhi oleh kebudayaan barat 
  • Bertujuan menghibur, komersial dan untuk kepentingan personal penulis

Itulah ulasan tentang pengertian, ciri, jenis, unsur dan perbedaan prosa lama dan prosa baru. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat dan banyak membantu. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis