Karya Sastra Populer: Definisi dan Contohnya

Karya Sastra Populer

Sastra populer merupakan salah satu jenis karya sastra, seperti sastra lama, sastra baru, maupun sastra modern. Sama seperti jenis sastra lainnya, sastra populer juga memiliki berbagai ciri, fungsi, dan jenis-jenisnya.

Agar dapat lebih memahami mengenai sastra populer, kalian harus ketahui berbagai penjelasan mengenai sastra populer berikut ini yang pastinya akan mudah dipahami.

Baca juga: Apa itu Karya Sastra Lama?

Pengertian Sastra Populer

Sastra populer disebut juga sebagai “sastra pop” atau juga dikenal sebagai novel picisan, yang merupakan karya sastra yang banyak memakai bahasa sehari-sehari dalam penulisan karyanya.

Kamu suka buat novel? coba baca ini supaya pembuka novelmu bagus: Pembuka Novel yang Bagus

Penggunaan kata populer dalam sastra populer ini sebenarnya disebabkan oleh karya sastra jenis ini yang dipengaruhi oleh budaya barat dan menjadikannya sebagai sastra yang mengikuti perkembangan zaman dan menjadi karya sastra yang populer di kalangan remaja.

Sastra populer menjadi jenis karya sastra yang diminati oleh remaja karena penggunaan bahasa yang ringan. Selain itu, tema karya sastra populer yang dekat dengan para pembaca juga menjadi salah satu hal yang membuat karya sastra populer banyak digemari.

Sejarah Singkat Sastra Populer

Sastra populer mulai berkembang di Indonesia sekitar tahun 1950-an dan bermula dari sastra yang berkembang di Amerika Serikat. Pada awal kemunculannya, sastra populer dipandang sebagai karya sastra yang bermutu rendah.

Anggapan ini muncul karena karya sastra populer digemari oleh banyak orang dan mengambil tema yang sedang tren saat itu. Akibatnya, karya sastra populer dianggap sebagai karya sastra yang hanya mementingkan kepuasan pembacanya untuk sesaat saja.

Definisi Menurut Para Ahli

Pengertian sastra populer tidak hanya dapat dipahami secara umum saja, tapi juga dapat dipahami dari pengertian yang dijelaskan oleh para ahli. Berikut ini adalah pengertian sastra populer menurut para ahli.

1. Budi Darma

Budi Darma, Sastra populer itu sebagai gambaran sosial yang realis harfiah. Budi Darma juga menuliskan bahwa karya ini merupakan karya sastra yang sifatnya menghibur, sebagai pelarian saat bosan, dari rutinitas, atau dari masalah yang sedang dialami.

2. Jakob Sumardjo

Jakob Sumardjo membandingkan karya sastra populer dengan sastra serius, dalam hal isi, tema, plot, hingga inovasi. Menurut Sumardjo, sastra populer hanya digunakan sebagai hiburan bagi pembaca dan tidak mengandung isi yang ‘bergizi’ yang penuh makna bagi pembacanya.

3. Nurgiyantoro

Menurut Nurgiyantoro, sastra populer merupakan jenis karya sastra yang populer, terutama bagi kalangan remaja. Hal ini disebabkan karena sastra populer tidak mengangkat masalah sehari-hari yang rumit.

Jika sastra populer menampilkan tema yang berat, maka hal ini akan membuat sastra menjadi serius.

Fungsi Sastra Populer

Beberapa ahli sering membandingkan sastra populer dengan sastra serius, yang sebenarnya memiliki sifat dan fungsi yang berbeda. Salah satu ahli yang membedakan keduanya adalah Jakob Sumardjo.

Sumardjo mengatakan bahwa sastra populer tidak berisi tulisan yang ‘bergizi’ bagi pembacanya. Sebenarnya, hal ini berkaitan dengan fungsi dari sastra populer, yaitu sebagai karya yang menghibur pembacanya. Bahkan sastra populer disebut juga sebagai sastra hiburan.

Fungsi sastra populer sebagai hiburan ini terlihat dari ciri-ciri karya sastranya, yaitu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, tema yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari, hingga tidak menampilkan cerita yang berat.

Membaca sastra populer akan membuat pembacanya merasa terhibur dan sastra populer juga menjadi cara pembaca untuk keluar dari masalah yang sedang dialaminya saat itu.

Ciri-Ciri Sastra Populer

Sastra populer memiliki berbagai ciri khas yang membedakannya dengan jenis sastra lainnya. Ciri-ciri ini mulai dari bentuk karya sastra, tema, tokoh dalam karya sastra populer, hingga fungsinya bagi pembaca.

1. Bentuk

Ciri pertama dari sastra populer dapat diketahui dari bentuk karyanya. Pada penulisan sastra populer, penulis tidak dibatasi oleh berbagai aturan, sehingga bentuknya cenderung bebas dalam penyampaian dan bentuk-bentuk tulisan, berbeda dengan karya sastra lama dan baru yang penuh dengan aturan di dalamnya.

2. Penggunaan Bahasa

Sastra populer terkenal sebagai karya sastra yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Salah satu penyebabnya dapat diketahui dari ciri yang kedua, yaitu karena penggunaan bahasanya.

Sastra populer cenderung menggunakan bahasa yang ringan dan keseharian, sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Bahasa yang digunakan pada sastra populer juga mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak jarang ada beberapa slang yang digunakan pada sastra populer.

Nanti pasti akan banyak karya populer yang mengadopsi bahasa jaksel yang sekarang ini sedang trend.

3. Tema

Tema yang digunakan pada sastra populer biasanya adalah tema yang relevan atau yang sedang tren pada saat karya sastra itu dibuat. Maka dari itu, tema karya sastra populer sering disebut sebagai masyarakat sentris.

Ini artinya, tema yang dituliskan dalam sastra populer diambil berdasarkan hal-hal yang terjadi sehari-hari.

4. Tokoh

Tokoh yang ada di karya sastra populer juga menjadi ciri khas dari sastra populer. Tokoh yang ditampilkan pada sastra populer kebanyakan adalah laki-laki yang tampan, perempuan yang cantik, atau tokoh yang kaya raya.

Selain itu, tokoh yang ada dalam sastra populer juga merupakan tokoh yang dicintai dan dikagumi.

5. Fungsi

Sastra populer memiliki fungsi untuk menghibur bagi pembacanya. Hal ini disebabkan karena tema, bahasa, juga struktur cerita yang mudah dipahami dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

6. Nama Pengarangnya Diketahui

Saat membaca karya sastra populer, kita dapat dengan mudah mengetahui atau menemukan nama pengarangnya.

Nama pengarang dari sastra populer akan dituliskan dengan jelas, baik itu nama sebenarnya atau nama alias dari pengarang.Hal ini berbeda dengan karya sastra lama yang nama penulisnya tidak diketahui

Jenis-Jenis Sastra Populer

Sama seperti karya sastra lainnya, sastra populer juga terdiri dari berbagai jenis. Apa saja jenis-jenis karya sastra populer? Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis karya sastra populer.

1. Sastra Populer Puisi

Puisi bukan hanya merupakan jenis karya sastra lama saja, tapi juga merupakan jenis karya sastra populer. Dalam sastra, puisi adalah karya sastra yang disusun sedemikian rupa, dengan penggunaan bahasa yang indah, serta terikat berbagai aturan, sehingga menghasilkan karya sastra yang indah.

Namun berbeda dengan puisi yang ada pada karya sastra lama, puisi pada karya sastra populer tidak terikat berbagai aturan. Hasilnya, puisi yang termasuk karya sastra populer ini memiliki bentuk yang lebih bebas.

2. Novel

Jenis karya sastra populer yang terkenal adalah novel, yang menceritakan tentang sebuah kisah kehidupan manusia.

Kisah kehidupan manusia yang diceritakan dalam novel ini tergantung dengan tema yang dituliskan oleh sang novelis. Pada novel karya sastra populer, biasanya akan berisi tentang kisah hidup seseorang yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Nah dalam menyusun sebuah novel, penting sekali untuk memperharikan unsur kebahasaan novel itu sendiri.

3. Cerpen

Cerpen atau cerita pendek adalah karya sastra yang isinya hanya sekitar 10.000 kata dan sifatnya adalah fiktif. Batasan jumlah kata pada cerpen memengaruhi struktur dari cerpen itu sendiri.

Biasanya, cerpen dibuat menjadi cerita yang padat, sehingga ceritanya cenderung langsung menuju inti cerita dan hanya berfokus pada satu konflik atau permasalahan cerita.

Baca juga: Panduan Lengkap Menulis Cerpen A-Z

4. Drama

Karya sastra populer dalam bentuk drama dihadirkan dalam bentuk pertunjukan, teater, atau pementasan panggung. Pementasan drama ini adalah cerita tokoh yang diceritakan dalam bentuk dialog oleh pemainnya.

Perbedaan drama dengan karya sastra populer yang lainnya adalah drama sifatnya yang sementara. Hal ini disebabkan karena naskah yang digunakan untuk drama memang ditulis khusus untuk pementasan.

5. Prosa

Banyak yang mengatakan kalau prosa memiliki kemiripan dengan puisi. Namun sebenarnya prosa berbeda dengan puisi.

Prosa merupakan karya sastra yang bentuknya seperti narasi, yang berisi monolog maupun dialog dan dekat dengan kehidupan.

Kesimpulan

Kesimpulannya, sastra populer adalah contoh karya sastra yang ringan dan memiliki sifat yang relevan atau dekat dengan kehidupan sehari-hari pembacanya.

Hal ini dapat dilihat dari ciri-ciri sastra populer, mulai dari gaya bahasa yang digunakan, tema yang dituliskan dalam sastra populer, hingga tokoh yang dituliskan dalam karya sastra populer itu.

Selain itu, pembaca dari sastra populer ini kebanyakan adalah remaja yang membutuhkan bacaan yang ringan dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, atau imajinasi mereka saat membacanya, sehingga menjadi karya sastra yang bisa menghibur saat dibaca (Tyas Wening).

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis