logo penerbit bukunesia

Unsur Intrinsik Novel Sejarah – Pengertian Beserta Contohnya

Unsur Intrinsik Novel Sejarah
promo tahun baru 30%

Unsur intrinsik novel sejarah adalah unsur utama untuk membangun dalam cerita sejarah.

Meskipun genre ini kurang menarik bagi sebagian umum orang, tetapi novel sejarah memiliki peluang dan prospek yang cukup menjanjikan bagi penulis dan pembaca. Nah, pada kesempatan kali ini kita tidak akan mengulas hal itu. tetapi lebih fokus mengulas pada unsur intrinsik novel sejarah

Untuk mempersingkat waktu, langsung saja kita simak satu persatu. 

Download Ebook Cara Membuat Novel Tembus Gramed GRATIS

Unsur intrinsik novel sejarah

Dalam novel sejarah memiliki 8 untus intrinsik yaitu tema, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan pesan moral. Untuk pengertian dan contoh lebih detailnya sebagai berikut:

  1. Tema

Tema adalah ide pokok atau gagasan yang akan dikembangkan oleh penulis. seorang penulis dituntut mampu menjiwai cerita novel yang hendak tulis. Tujuannya, agar memunculkan impresi, sehingga pembaca pun ikut merasakan. 

Bisa dibilang, tema sebagai unsur terpenting dalam sebuah karya sastra. Karena tanpa adanya tema, maka tidak akan lahir karya. Tema pulalah yang mendorong sebuah karya memiliki unsur keindahan. Unsur keindahan inilah yang pada nantinya dinikmati oleh pembaca, yang menjadi selling poin terpenting, dan menjadi sebuah warna.

  1. Tokoh

Unsur intrinsik novel sejarah yang tidak kalah penting selain tema ada Tokoh. Seorang penulis wajib menentukan pelaku atau aktor di dalam cerita novel. Termasuk juga menentukan tokoh pendukung. 

Nah, dalam penentuan tokoh, penulis juga perlu memahami karakter tokoh. Ada tokoh protagonis (pemeran utama, memiliki sifat positif), antagonis (Pemeran utama, namun memiliki sifat negatif) dan tokoh tritagonis (tokoh yang memiliki karakter penengah). JIka memang dibutuhkan tokoh figuran juga bisa dimasukan.

  1. Penokohan

Ada juga yang disebut dengan penokohan. Penokohan adalah cara penulis mendeskripsikan/menyampaikan watak dari tokoh-tokoh yang sudah ditentukan tadi. Jadi penokohan dan tokoh dua hal yang berbeda. Penokohan lebih menggambarkan karakter/watak, sementara tokoh aktor/pelaku/karakter. 

Adapun cara membuat penokohan yang paling digunakan. Pertama, penokohan analitik, yaitu penokohan yang dibuat dengan cara menggambarkan kondisi secara fisik si tokoh, sehingga pembaca bisa tahu watak tokoh tersebut. 

Ada juga yang disebut dengan penokohan dramatik, yaitu penokohan yang dideskripsikan dengan memperlihatkan hubungan dengan tokoh-tokoh yang lain. caranya pun beragam, bisa dilakukan dengan mengungkapkan tingkah laku, reaksi ataupun gaya berbicara.

  1. Alur 

Alur juga termasuk unsur intrinsik novel sejarah. Ada beberapa bentuk alur yang dapat kamu gunakan. Yaitu ada alur maju (progresif), alur mundur (regresif) dan alur campuran dari alur maju dan alur mundur. Nah tiap penulis umumnya juga memiliki kenyamanan penyampaian yang berbeda-beda. Masalah pemilihan alur, dibebaskan berdasarkan tingkat kenyamanan dan penguasaan si penulis. Nah, kamu lebih suka alur mana? Boleh di tulis di kolom komentar ya.

  1. Latar/Setting 

Setting adalah tempat, suasana dan waktu dimana peristiwa itu terjadi. Nah, ada perbedaan antara novel sejarah dengan novel pada umumnya, terkait setting. Pada novel sejarah, setting menyesuaikan rujukan sumber yang sudah ada. Jadi penulis tidak memiliki keleluasaan menentukan setting sesuai imajinasinya. 

Baca juga: Struktur Novel Sejarah – Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Salah satu kelemahan menulis novel sejarah, penulis benar-benar bisa mensinergikan latar/setting pada masa lampau. Caranya gimana? Maka perlu kajian data dan akan lebih baik jika penulis melakukan wawancara dengan tokoh tersebut. Jika si tokoh sudah meninggal, bisa menggali keterangan dari ahli waris yang masih ada, sebagai pemilik hak apakah boleh dibuat cerita novel atau tidak.  

  1. Sudut Pandang

Sudut pandang atau point of view merupakan ideologi atau pandangan pengarang terhadap karya sastra yang hendak dituliskan. Sudut pandang dalam karya sastra yang paling sering digunakan menggunakan sudut pandang orang pertama, yang ditengarai lewat kata ganti “aku”, “kami” dan “kita”. Ada juga sudut pandang orang ketiga yang ditengarai lewat kata ganti “dia” dan “mereka”.

  1. Gaya Bahasa

Sementara yang dimaksud dengan gaya bahasa adalah keunikan penulis dalam memilih diksi atau pilihan kata. Gaya bahasa inilah yang menjadi pembeda mendasar karakter sebuah novel sejarah. Pastinya setiap penulis satu dengan penulis lain memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing, yang tidak bisa disamakan.

  1. Amanat atau Pesan Moral

Di Bagian paling akhir, terdapat amanat atau pesan novel sejarah. Di Bagian ini adalah ruang yang digunakan penulis untuk menyampaikan pesan (amanat) kepada pembaca. Memang secara teknis penulisan sebuah karya sastra dapat dituliskan secara tersirat atau dapat pula dituliskan secara tersurat.

Download ebook cara menulis novel

Itulah kedelapan unsur intrinsik novel sejarah yang perlu digaris bawahi. Nah, buat kamu yang tertarik ingin membuat novel sejarah, perlu mencatat kedelapan poin tersebut, guna memudahkan proses penulisan.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis