7 Cara Menyusun Novel agar Cerita Lebih Menarik dan Terstruktur

cara menyusun novel

Cara menyusun novel sering kali menjadi tantangan bagi penulis pemula yang memiliki banyak ide, namun bingung bagaimana memulainya dan menuangkannya ke dalam bentuk cerita yang runtut dan menarik.

Untuk itu, penulis perlu memahami langkah-langkah penting seperti apa dan bagaimana cara menyusun novel yang baik. Untuk ulasannya, baca artikel ini sampai selesai. 

Langkah Langkah Menyusun Novel

Buat kamu yang punya mimpi menjadi seorang penulis novel, namun bingung memulainya dari mana. Berikut beberapa langkah menyusun novel yang bisa dipraktekan oleh pemula. 

1. Menentukan Ide Dasar Cerita

    Setiap novel selalu dimulai dari sebuah ide sederhana. Ide dapat muncul dari pengalaman pribadi, fenomena sosial, fantasi, atau bahkan pertanyaan “bagaimana jika?”.

    Pada tahap ini, penulis cukup merumuskan gagasan besar cerita dalam 1–3 kalimat, yang nantinya akan berkembang menjadi plot utuh. Ide dasar berfungsi sebagai pondasi yang menjaga alur cerita tetap fokus.

    2. Menyusun Premis yang Kuat

      Premis adalah ringkasan konflik utama dalam cerita. Premis biasanya memuat tokoh, tujuan, serta hambatan yang akan dihadapi.

      Premis yang baik mampu menggambarkan inti konflik sehingga memudahkan penulis mempertahankan arah ketika menulis. Premis juga membantu penulis mengetahui pesan utama apa yang ingin disampaikan kepada pembaca.

      3. Membangun Karakter 

        Karakter adalah elemen yang membuat pembaca betah mengikuti cerita. Penulis perlu merancang identitas, latar belakang, motivasi, kekuatan, hingga kelemahan tokoh.

        Semakin kompleks karakter, semakin hidup pula cerita yang disajikan. Penokohan yang kuat dapat menciptakan konflik yang natural dan berkesan.

        4. Membuat Outline atau Kerangka Cerita

          Outline merupakan panduan yang mengarahkan penulis dari awal hingga akhir cerita. Kerangka ini dapat berupa daftar bab, alur garis besar, atau mind map.

          Dengan outline, penulis bisa mempertahankan struktur cerita, memetakan konflik, dan menghindari kebingungan di tengah jalan. Banyak penulis profesional yang menganggap outline sebagai senjata utama dalam penulisan novel.

          5. Menentukan Sudut Pandang dan Gaya Bahasa

            Sudut pandang memengaruhi bagaimana pembaca memahami dunia cerita. Penulis harus menentukan apakah menggunakan sudut pandang orang pertama, kedua, atau ketiga.

            Selain itu, gaya bahasa juga perlu konsisten, apakah akan bersifat puitis, santai, humoris, atau realistis. Konsistensi gaya bahasa membantu membangun sesuai yang diinginkan.

            6. Menulis Draft Pertama Tanpa Mengoreksi Terlalu Banyak

              Draf pertama adalah tahap eksplorasi. Pada langkah ini, penulis disarankan menulis secara bebas tanpa terlalu sibuk mengoreksi. Fokus utamanya adalah mengalirkan cerita hingga selesai.

              Banyak penulis menyebut bahwa draf pertama bukanlah tentang kesempurnaan, tetapi tentang menuangkan ide sebanyak mungkin untuk kemudian disempurnakan di tahap berikutnya.

              7. Melakukan Revisi dan Penyuntingan Menyeluruh

                Tahap revisi adalah proses memperbaiki struktur cerita, alur, dialog, dan karakter agar lebih kuat. Setelah revisi besar (structural editing), barulah penulis memasuki proses penyuntingan bahasa (copy editing) untuk memperbaiki tata bahasa, pilihan kata, dan koherensi narasi.

                Revisi sering kali membutuhkan waktu lebih lama daripada penulisan draf pertama, tetapi proses ini sangat penting untuk menghasilkan novel berkualitas.

                8. Mendapatkan Umpan Balik dari Pembaca Beta

                  Feedback atau umpan balik dari pembaca awal (beta reader) membantu penulis melihat kelemahan cerita dari sudut pandang pembaca umum.

                  Mereka biasanya memberikan masukan tentang alur yang terasa lambat, karakter yang kurang jelas, maupun bagian cerita yang membingungkan. Umpan balik ini sangat berharga sebagai bahan penyempurnaan.

                  9. Menyempurnakan Manuskrip untuk Tahap Publikasi

                    Setelah semua revisi dilakukan, langkah terakhir adalah menyiapkan manuskrip untuk dipublikasikan. Penulis bisa memilih menerbitkan secara independen, mengirim naskah ke penerbit, atau mempublikasikan secara digital. Naskah perlu dipoles terakhir untuk memastikan kualitasnya benar-benar siap dibaca publik.

                    download ebook bukunesia

                    Baca Juga:

                    Cara Menyusun Novel yang Baik

                    Menyusun novel yang baik tidak hanya soal menulis cerita, tetapi juga tentang bagaimana seorang penulis mengatur alur, karakter, dan konflik sehingga mampu menggugah emosi pembaca.

                    Banyak penulis pemula memiliki ide besar, namun kesulitan menuangkannya ke dalam struktur naratif yang solid. Agar proses kreatif lebih terarah dan hasil akhir lebih kuat, ada beberapa langkah penting yang dapat menjadi pondasi dalam menyusun novel.

                    1. Tentukan Ide Utama dan Premis Cerita

                      Novel yang kuat selalu berangkat dari premis yang jelas. Premis adalah inti gagasan yang merangkum arah cerita, konflik utama, dan tujuan tokoh. Tanpa premis yang tegas, penulis mudah kehilangan arah atau menciptakan alur yang bertele-tele.

                      Premis yang baik biasanya terdiri dari tiga hal yang meliputi karakter utama, tujuan karakter, dan hambatan yang dihadapi. Dengan premis yang kuat, proses penulisan menjadi lebih fokus.

                      2. Susun Outline untuk Struktur yang Lebih Terarah

                        Outline adalah peta perjalanan bagi penulis. Melalui outline, penulis dapat menentukan urutan kejadian, menaikkan ketegangan, dan menjaga ritme cerita.

                        Struktur yang umum digunakan adalah tiga babak yaitu pembukaan, konflik memuncak, dan penyelesaian. Outline tidak harus kaku, namun sangat membantu agar cerita tetap konsisten dan menghindari plot hole.

                        3. Bangun Karakter yang Hidup dan Meyakinkan

                          Karakter adalah jantung dari novel. Pembaca akan terhubung pada cerita ketika karakter terasa hidup, kompleks, dan berkembang mengikuti alur cerita.

                          Berikan karakter latar belakang, tujuan, ketakutan, serta konflik internal. Teknik karakterisasi seperti dialog, gesture, dan keputusan-keputusan penting dalam cerita dapat memperkaya dimensi karakter sehingga lebih mudah diingat oleh pembaca.

                          4. Tentukan Sudut Pandang yang Tepat

                            Sudut pandang atau POV (point of view) menentukan cara pembaca memahami dunia cerita. Novel dapat ditulis dari sudut pandang orang pertama untuk menciptakan kedekatan emosional, atau orang ketiga untuk memberikan gambaran yang lebih luas.

                            Pilih sudut pandang yang paling mampu menyampaikan pesan cerita dan memberi ruang bagi pembaca untuk merasakan dinamika karakter lebih sentimen. 

                            5. Rancang Konflik Utama dan Konflik Pendukung

                              Konflik adalah penggerak cerita. Tanpa konflik, alur menjadi datar dan kehilangan daya tarik. Konflik utama biasanya terkait tujuan karakter, sementara konflik pendukung memperkaya dinamika cerita.

                              Kombinasi konflik eksternal (musuh, situasi berbahaya, hambatan fisik) dan konflik internal (keraguan, trauma, dilema moral) menghasilkan cerita yang lebih emosional.

                              6. Gunakan Deskripsi yang Seimbang dan Relevan

                                Deskripsi dalam novel harus membantu pembaca membayangkan suasana, setting, dan emosi karakter tanpa membuat cerita terasa berat. Gunakan detail yang relevan, hindari deskripsi yang terlalu panjang, dan utamakan pengalaman sensorik pembaca.

                                Teknik showing adalah teknik menampilkan peristiwa melalui aksi dan dialog. Dimana teknik ini biasanya lebih efektif daripada telling yang hanya menjelaskan.

                                7. Revisi dan Poles Naskah Secara Bertahap

                                  Tahap revisi adalah kunci agar novel menjadi lebih solid. Banyak penulis sukses melakukan 2–5 kali revisi. Yang meliputi revisi struktur, revisi gaya bahasa, revisi karakter, kemudian revisi teknis seperti tata bahasa dan ejaan.

                                  Membaca ulang dengan perspektif pembaca, meminta feedback, atau menggunakan editor profesional akan meningkatkan kualitas akhir naskah.

                                  Baca Juga:

                                  Jadi, dari ketujuh cara menyusun novel yang baik di atas, sebagai action untuk melahirkan tulisan yang bisa diterima. Menyusun novel yang baik membutuhkan kombinasi kreativitas, teknik, dan kedisiplinan.

                                  Dengan menerapkan langkah-langkah mulai dari menentukan premis, menyusun outline, membangun karakter, hingga melakukan revisi menyeluruh, proses menulis akan lebih terarah dan hasilnya lebih memikat.

                                  Novel yang kuat tidak lahir dalam satu malam, tetapi dari proses yang terstruktur dan keinginan untuk terus belajar.

                                  Kalau kamu masih merasa bingung memulai atau menyusun cerita, kamu bisa mengunduh ebook menulis gratis yang kami siapkan untuk membantu menata ide dan alur novel dengan lebih jelas.

                                  Buat kamu yang sudah memiliki naskah novel atau progres penulisan hingga 50%, sekarang kamu sudah bisa melangkah lebih jauh dengan menerbitkan buku melalui layanan cetak reguler Bukunesia.

                                  Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat untuk membantumu memahami cara menyusun novel dengan alur yang rapi dan proses menulis yang lebih terarah.

                                  Referensi

                                  Burroway, Janet. Writing Fiction: A Guide to Narrative Craft. Longman, 2015.
                                  Lamott, Anne. Bird by Bird: Some Instructions on Writing and Life. Anchor Books, 1995.
                                  Wood, James. How Fiction Works. Farrar, Straus and Giroux, 2008.
                                  Abbott, H. Porter. The Cambridge Introduction to Narrative. Cambridge University Press, 2008.
                                  Frey, James N. How to Write a Damn Good Novel. St. Martin’s Press.

                                  MAU NULIS TAPI BINGUNG MULAI DARI MANA?

                                  Ebook gratis ini akan membantu kamu menulis buku novel, biografi, fiksi, dan nonfiksi dengan lebih mudah. Dilengkapi panduan serta tips praktis agar proses menulismu makin percaya diri dan terarah.