⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Apa Itu Karangan? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

karangan

Masih bingung apa itu karangan? Ketahui pengertian karangan, ciri-ciri, jenis, dan contoh karangan

Mungkin selama ini Kamu sering mendengar kata karangan sebagai karangan fiksi. Ternyata karangan fiksi termasuk ke dalam jenis karangan non ilmiah. Jadi ada beberapa Jenis karangan. Nah, buat Kamu yang penasaran ingin mendalami ilmu dunia karangan, wajib baca artikel kali ini

Ada jenis karangan berdasarkan penyajiannya, ada juga jenis karangan berdasarkan keilmiahannya. Dari masing-masing jenis tersebut, masih memiliki beberapa ragamnya lagi. Nah, sebelum mengulas lebih dalam tentang kedua jenis karangan diatas, kamu wajib menelaah lebih dekat. Nah, untuk mengetahui lebih dekat tentang apa itu jenis karangan, Kamu juga bisa simak ulasan singkat di bawah. 

Pengertian Karangan

Karangan adalah hasil gagasan seorang penulis. Gagasan yang dihasilkan disampaikan menggunakan bahasa tulisan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Menurut beberapa ahli, ada banyak pandangan tentang pengertian karangan. 

1. Sirait 

Menurut Sirait (1985), karangan adalah sebuah tulisan yang ditulis secara terorganisasi, hingga menghasilkan sebuah kisi yang memiliki tujuan beragama, tergantung dari masing-masing orang. 

2. Widyamartaya 

Berbeda dengan pandangan Widyamartaya (1990) yang mengartikan karangan sebagai keseluruhan rangkaian gagasan yang ditulis secara tertulis guna menyampaikan sebuah gagasan kepada pembaca menggunakan bahasa yang mudah dipahami

3. Gie 

Sementara Gie mengartikan karangan adalah bentuk perwujudan gagasan seseorang yang disampaikan secara tertulis, sehingga bisa dibaca oleh orang lain.

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

Jika dilihat dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karangan adalah proses mencatat, dan menyusun. Dimana penulis berusaha untuk mengkomunikasikan agar pesan tetap interaktif  dan dapat dinikmati dan dipahami oleh pembaca.

Ciri-Ciri Karangan

Ciri-ciri karangan yang baik menurut para ahli:

  1. Menurut Akhidiah, dkk (1993:9), karangan yang baik itu memiliki ciri-ciri diantaranya, jelas, singkat padat, memiliki kaidah kebahasaan dan komunikatif, dan merupakan kesatuan yang bulat.
  2. Menurut Darmadi (1996:24), ciri-ciri karangan yang baik adalah jelas, signifikan, mempunyai pengembangan yang memadai, dan menggunakan bahasa yang bisa diterima dan mempunyai power.

Jenis Karangan Berdasarkan Penyajian

Jika dilihat dari jenis karangan berdasarkan penyajiannya, ada lima bentuk yang meliputi karangan deskripsi, karangan narasi, argumentasi, eksposisi dan persuasi. Berikut ulasan lebih lengkapnya. 

promo akhir tahun bukunesia

1. Jenis Karangan Deskripsi

Pengertian karangan deskripsi adalah karangan yang disampaikan dengan cara menggambarkan topik yang diangkat sedetail dan selengkap mungkin. Sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan dan ikut terlibat secara langsung.

2. Jenis Karangan Narasi

Karangan narasi adalah sebuah karya yang menceritakan serangkaian kejadian dan kisah, yang disusun secara sistematis dan menonjolkan adanya hubungan sebab akibat satu dengan yang lain. Disebut narasi karena tulisan ini bersifat naratif dan imajinatif. Dalam istilah lain, disebut karya fiksi yang meliputi cerita dalam bentuk novel, cerpen, biografi, kisah dan roman.

3. Jenis Karangan Argumentasi

Karangan argumentasi adalah tulisan yang diangkat penulis dengan menyertakan bukti, referensi yang dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan fakta. Karangan argumentasi berusaha mengajak pembaca menjadi sependapat dengan apa yang disampaikan oleh penulis lewat data dan fakta yang disampaikan.

4. Jenis Karangan Eksposisi

Sementara yang dimaksud dengan karangan eksposisi adalah karangan yang langsung membahas pokok masalah yang disertai dengan fakta, data-data yang mendukung. Fungsinya tidak lain agar pembaca yakin dan memahami tulisan tersebut sebuah informasi yang benar, sesuai fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Jenis Karangan Persuasi

Bagian terakhir, karangan persuasi, yaitu karangan yang ditulis dengan tujuan untuk mempengaruhi pembaca dengan cara membujuk dan merayu. Nah, tulisan persuasi ini lebih sering kita temukan dalam tulisan-tulisan soft selling. Buat kamu yang kerja di bagian marketing, pasti sering menemukan tulisan-tulisan seperti ini. Termasuk tulisan iklan yang tersebar di media sosial.

Dari kelima jenis karangan di atas. Karangan manakah yang sudah pernah atau paling sering kamu tuliskan? Boleh tuliskan di kolom komentar di bawah ya. 

Jenis Karangan Berdasarkan Keilmiahan

Ada dua jenis karangan berdasarkan keilmiahannya, yaitu: karangan ilmiah dan karangan non ilmiah. Nah, karangan ilmiah ini sendiri memiliki beberapa macam yang meliputi jurnal, skripsi, tesis dan disertasi. Langsung saja, intip ulasan berikut. 

Karangan Ilmiah

Buat kamu yang sedang sekolah di jenjang Perguruan Tinggi, pasti tidak asing lagi dengan karangan ilmiah. Atau mungkin ada diantara kamu yang sudah pernah menulis karangan ilmiah? Wah pasti itu sesuatu hal yang keren. 

Sementara buat kamu yang masih belum mengenal lebih dalam tentang karangan ilmiah, kamu bisa intip apa saja sih jenis karangan ilmiah berikut ini. 

1. Jurnal

Jurnal adalah karya ilmiah yang banyak ditulis untuk orientasi akademik. Misalnya untuk segmen pembaca akademisi, mahasiswa dan peneliti. Jurnal dapat diartikan sebagai buku catatan yang disusun berdasarkan rujukan dan hasil penelitian. Penulis jurnal pun tidak sembarang orang. Orang tersebut harus memiliki kredibilitas dan pakar di bidangnya. Jadi dalam satu jurnal, biasanya ada banyak kumpulan hasil penelitian dari banyak penulis yang memiliki kompetensi di bidangnya.

2. Skripsi

Bagi yang duduk di semester akhir, pastinya sudah tidak asing lagi dengan skripsi. Yap, betul sekali! Skripsi adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka atau syarat kelulusan Sarjana. Adapun cara menyusun skripsi, biasanya di akhir semesters sebelum melakukan penelitian, kamu akan diajarkan tentang metodologi penelitian. 

3. Tesis

Lain lagi dengan tesis. Jika skripsi diperuntukan untuk syarat kelulusan S1. Maka tesis adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian mahasiswa. Dimana tesis ini khusus dikerjakan oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan kelulusan S2. 

4. Disertasi

Sementara yang dimaksud dengan disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan penelitian mahasiswa yang sedang menempuh program S3. Sama halnya dengan S1 dan S2, disertasi sebagai syarat kelulusan mahasiswa menyelesaikan S3 mereka.

Itulah beberapa jenis karangan ilmiah yang sebenarnya sudah familiar ditemukan dalam dunia sehari-hari kita. Bahkan, mungkin kamu sudah pernah merasakan bagaimana melakukan penelitian. 

Karangan Non Ilmiah

Jika tadi disebutkan tentang karya ilmiah, maka ada juga istilah karangan non ilmiah. Jadi yang dimaksud dengan karangan non ilmiah adalah karangan yang hasil karya tulis susun lebih umum, dan diperuntukan untuk masyarakat umum, tanpa memandang apakah pembaca wajib seorang akademisi atau tidak. 

Bentuk karangan non ilmiah ini pun lebih beragam, dan lebih banyak diminati oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan akademis, anak-anak, remaja hingga masyarakat secara umum. Adapun yang termasuk ke dalam karangan non ilmiah yang meliputi puisi, cerpen, novel, dongeng, roman, drama hingga karya seperti komik.

Itulah dua jenis karangan berdasarkan keilmiahannya.  Dari dua jenis karangan di atas, kamu termasuk yang suka membaca karangan apa? Umumnya orang akan memilih dan senang membaca karangan non ilmiah. Namun pada realitanya, banyak juga loh yang senang membaca karangan ilmiah. 

Apapun itu pilihan dan selera kamu, tidak masalah. yang terpenting adalah budayakan untuk membaca. Karena membaca kita dapat menemukan banyak sekali manfaat. Semoga sedikit ulasan tentang jenis karangan di atas bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca juga artikel terkait

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis