6 Cara Menulis Cerpen Untuk Lomba Agar Menang

cara menulis cerpen untuk menang lomba

Cara menulis cerpen untuk lomba memang sedikit berbeda dengan menulis cerpen untuk dikirimkan ke surat kabar. Dari segi aturan permainannya pun berbeda. Umumnya cerpen untuk lomba memiliki aturan yang lebih banyak dibandingkan untuk cerpen untuk surat kabar ataupun untuk portal online.

Buat kamu yang ingin mendapatkan nominasi di setiap mengikut perlombaan cerpen. Pada kesempatan kali ini aku akan berbagi pengalaman cara menulis cerpen untuk lomba. Penasaran? Langsung saja simak ulasannya berikut ini. 

Cara Menulis Cerpen Untuk Lomba

Siapa sih yang tidak bangga bisa membawa nominasi dalam ajang perlombaan cerpen? Hampir sebagian besar orang bangga akan hal itu. Mungkin kamu juga ingin merasakan moment membanggakan seperti itu juga? 

Ternyata untuk bisa mendapatkan prestasi tidak bisa dilakukan secara sederhana. Butuh kerja keras, konsistensi dan pantang menyerah. Lantas bagaimana sih cara agar bisa memenangkan perlombaan menulis cerpen? Menguasai cara menulis cerpen untuk lomba butuh kejelian dan ketelatenan dalam membaca aturan. Tidak hanya itu, masih ada beberapa poin yang perlu diperhatikan, sebagai berikut. 

1. Mengikuti Aturan Penyelenggara

Mengikuti aturan penyelenggara salah satu kunci rahasia mendapatkan nominasi kejuaraan. Berbicara tentang aturan penyelenggara cerpen, tiap penyelenggara memiliki aturan yang berbeda-beda. 

Ada yang memberi aturan yang sulit, banyak prasarana yang harus disiapkan dan terkadang mewajibkan untuk follow akun tertentu. selama aturannya masih tahap seperti itu tidak perlu khawatir. 

Akan menjadi perhatian khusus, jika syarat lomba mewajibkan peserta lomba membayar sejumlah uang. Apalagi jika jumlah uang tersebut dalam nominal besar. Saya pribadi, lebih sering mengikuti perlombaan yang membebaskan biaya pendaftaran.

 Karena ada yang berkedok penipuan, ada pula yang memang lombanya benar-benar ada.  Jadi, meskipun itu ajang perlombaan. Kamu tetap selektif dan hati-hati.

2. Menyesuaikan Tema Cerita

Setelah mengikuti aturan yang dibuat penyelenggara lomba, jika sudah merasa yakin akan lomba dan syarat ketentuan yang dibuat. Maka langkah selanjutnya menyesuaikan tema cerita. Hal yang paling menantang bagi saya saat mengikuti ajang perlombaan adalah menentukan tema cerita. 

Pastikan memilih tema yang sesuai dan tidak terlalu jauh dari apa yang sudah ditentukan. Jika masih buntu ide, maka dapat membuat turunan ide yang masih relevan. Di tahap ini saya sering memejamkan mata dan mencoba untuk memahami keinginan tim penyelenggara, lewat peraturan yang tertulis. 

Oh iya, jika di dalam peraturan ada juri yang akan menilai, maka kamu bisa cari informasi tentang juri. Kenali karakter si juri. Karena ini juga sangat membantu dalam menentukan tema dan gaya penulisan nanti.

3. Buat Cerita Yang Tak Terduga

Cara menulis cerpen untuk lomba yang ketiga, buatlah cerita yang tidak terduga. Bagaimana caranya? Caranya cukup tulis sesuai gagasan dan ide murni dari diri sendiri. Hindari penulisan yang mengadaptasi dari tulisan-tulisan yang pernah ada. 

Hindari pula pemilihan cerita yang pembahasannya umum. Juri tidak akan tertarik dengan cerpen yang pembahasannya hanya itu-itu saja. Dalam beberapa kasus, dihadirkan perlombaan menulis cerpen, sebagai upaya untuk mencari calon sastrawan berbakat, yang mampu melahirkan cerita-cerita yang unik, berbeda. 

Jadi, buat kamu yang terdorong mengikuti perlombaan dan menginginkan kemenangan, kamu harus mengasah kemampuan menciptakan cerpen dari ilmu atau gagasan murni. Ilmu dan gagasan murni yang saya maksud adalah, kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah diciptakan oleh orang lain. 

Meskipun itu terasa biasa dan sederhana, tidak masalah. menurut saya, itu lebih baik, daripada kita berkiblat pada gaya berpikir umum. Karena itu akan dirasa membosankan bagi para juri. 

4. Kerangka Yang Baik

Semua poin di atas sudah dikantongi semua. Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka. Buatlah kerangka cerita yang alur dan endingnya susah ditebak.  Selain itu, perhatikan pula seni dalam penyampaian. 

Salah satu daya tarik penulisan cerpen selain terletak pada penyusunan plot, penyemaian atau diksi menjadi unsur yang tidak kalah penting. Memang butuh seni untuk bisa mengelaborasi pemilihan bahasa. 

Adapun rahasia dan cara menulis cerpen yang menarik dewan juri. Pastikan cerpen memiliki kekuatan emosi dan ekspresi yang tinggi. Buatlah juri benar-benar merasakan impresi, emosi dan kesan yang mendalam terhadap cerpen kamu. 

Baca juga: Panduan Lengkap Menulis Cerpen A-Z

5. Menulis dengan Tenang

Rahasia yang kelima, yang harus kamu perhatikan juga. Tulislah cerpen dengan hati tenang, pikiran dalam kondisi prima. Jangan menulis diburu dengan waktu. Jadi, tidak ada salahnya menulis sejak jauh-jauh hari. 

Bahkan jika cerpen yang kamu tulis sudah selesai, kamu perlu membaca ulang dan melakukan proses editing. Tidak hanya sekali baca ulang. Kamu bisa melakukan beberapa kali baca. Nah, saat membaca ulang, tips dari saya, jangan dibaca ulang dalam satu hari dibaca berulang-ulang. 

Kamu bisa membaca di hari berikutnya, dalam kondisi hati, pikiran dan kondisi yang rileks. Lakukan selama beberapa hari. Pasti disana akan banyak ditemukan kalimat, bahasa atau alur yang perlu dibenahi. 

Ingat, cerpen yang sedang kamu baca dan edit ulang untuk ajang perlombaan. Pastinya banyak orang yang mengikuti perlombaan ini. di berbagai penulis dari berbagai daerah. Para peserta pun adalah mereka yang memiliki pengalaman menulis yang tidak kalah keren. Jadi, cerpen kamu pun benar-benar harus sempurna dan paripurna. 

6. Ada Pesan Yang Mendalam

Tips yang terakhir, pastikan cerpen yang kamu buat memiliki pesan yang jelas dan mendalam. Seringkali saat saya menjadi juri lomba cerpen. Banyak yang menulis cerita asal menulis. Dari segi bahasa, dari segi pesan sangat datar dan tidak ada impresi sama sekali. 

Namun, untuk perlombaan menulis cerpen yang dikhususkan untuk jurnalis, dan peserta umum, banyak cerpen-cerpen yang berkualitas baik. Bahkan sulit sekali menentukan siapa pemenang cerpen. 

Itu sebabnya, agar cerpen kamu lebih menonjol bagi para juri, kamu perlu membangun pesan cerita yang menarik, unik dan memiliki impresi yang mengesankan bagi juri. Tentu saja untuk bisa seperti ini, butuh proses latihan berkali-kali. 

Sebenarnya tidak ada cara khusus. Semua tergantung dari jam terbang. Semakin banyak gagal, semakin sering mencoba, tentu saja kualitas tulisan kamu pun juga akan berbeda. Semakin sering mengikuti ajang perlombaan, semakin besar pula peluang mendapatkan nominasi kejuaraan.

Ingat, keberhasilan tidak selalu ditentukan dari seberapa banyak kamu mendapatkan kemenangan dalam ajang perlombaan. Tetapi dari niat dan usaha yang konsisten. Serta pandai memilih jalan alternatif agar tetap terus menyampaikan ide dan gagasan yang bermanfaat/membangun bagi pembaca. Itulah beberapa cara menulis cerpen untuk lomba yang bisa kamu perhatikan.  Semoga bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca juga artikel mengenai cerpen lainnya

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis