Teknik Menulis yang Harus Dikuasai Seorang Penulis

Teknik Menulis untuk Pemula

Banyak yang ingin menulis tetapi bingung cara menulis dimulai dari mana. Langkah pertama, pastikan mengetahui teknik menulis ini bagi pemula.

Bagi sebagian orang dengan hobi membaca, biasanya akan tertarik untuk menulis sehingga mempelajari teknik menulis bagi pemula. Wajar memang, karena setelah membaca karya orang lain tentu terlintas keinginan agar karyanya dibaca orang lain juga. 

Kamu punya keinginan atau pernah punya pemikiran yang sama? Tidak ada salahnya direalisasikan, karena pada dasarnya semua orang bisa menulis. Sebab menulis bukanlah bakat dari lahir melainkan suatu keterampilan yang bisa dipelajari. 

Jika masih pemula dalam dunia kepenulisan, maka harus belajar beberapa hal mendasar. Salah satunya adalah teknik dalam menulis dimana teknik ini perlu dipisah antara penulis pemula dan penulis yang sudah mahir. Berikut rangkuman informasinya. 

Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

Sebelum belajar tentang segala teknik menulis bagi pemula, maka pahami dulu pengertian dari menulis itu sendiri. Banyak ahli mengemukakan pendapatnya dalam mendefinisikan kegiatan menulis. Berikut beberapa diantaranya: 

Suyitno 

Ahli pertama yang menjelaskan definisi menulis adalah Suyitno, menurutnya menulis adalah upaya menuangkan pikiran, ide, ilmu, gagasan, dan pengalaman hidup dari penulis ke dalam bahasa tulis. 

Artinya, saat menulis seseorang akan menjelaskan apa yang ada di pikiran, suatu ide, atau bahkan pengalaman pribadi penulis tersebut dalam bentuk tulisan. Cara mereka menyampaikannya akan menentukan tulisan yang menjadi buah pikiran ini terbilang menarik atau tidak. 

Anang YB 

Dalam bukunya yang berjudul Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari, sosok Anang YB memaparkan detail panjang mengenai definisi menulis. Menurutnya menulis adalah proses mengenang dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Kenangan ini bisa dalam bentuk pengalaman pribadi, apa yang dibaca, apa yang pernah dilakukan, dan peristiwa yang pernah dilihat sendiri atau diceritakan oleh orang lain. Semua ini diingat dan dikenang penulisnya kemudian dibuat dalam bentuk tulisan. 

Hernowo 

Ahli ketiga yang mendefinisikan kegiatan menulis adalah Hernowo yang sosoknya tentu tidak asing di kalangan pecinta tulisan (pembaca) dan penulis. Menurutnya, menulis adalah upaya melahirkan perasaan dan pikiran lewat bahasa tulis. 

Apa yang dirasakan atau mungkin dipikirkan oleh seseorang kemudian dituangkan atau diungkapkan dalam bentuk tulisan. Isi tulisan kemudian menggambarkan dengan baik dari perasaan dan buah pikiran penulisnya. 

Abdurahman dan Sumarmo Markam 

Dua orang ahli mendefinisikan kegiatan menulis dengan definisi yang nyaris sama atau bahkan sangat persis, yakni Abdurahman dan juga Sumarmo Markam. Menurut keduanya, menulis adalah suatu bentuk komunikasi antara penulis dengan pembaca. 

Komunikasi ini dilakukan penulis untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan juga ide yang dimiliki dalam bentuk tulisan. Sehingga pembaca merasakan betul buah pikiran si penulis tanpa harus bertatap muka atau mengenal penulis secara langsung. 

Akhadiyah 

Ahli selanjutnya yang menjelaskan pengertian menulis adalah Akhadiyah. Menurutnya, menulis adalah proses menuangkan ide, gagasan, dan buah pikiran maupun perasaan penulis ke dalam sebuah tulisan. 

Melalui pendapat para ahli di atas, maka bisa disimpulkan bahwa menulis adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, apa yang dipikirkan, dan apa yang dirasakan dalam bentuk tulisan. Siapa saja bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan pikirkan dalam tulisan. Sehingga semua orang bisa menjadi penulis. 

Teknik Menulis yang Baik dan Benar

Meskipun semua orang bisa menulis, namun tidak semua orang bisa membuat tulisan yang menarik dan bisa diterima atau disukai oleh banyak orang. Bagi pemula, belajar mengenai teknik menulis bagi pemula sangatlah penting. Berikut beberapa teknik yang dimaksudkan: 

1. Memilih Angle Tulisan

Teknik pertama adalah memilih atau menentukan angle tulisan, angle disini adalah sudut pandang. Istilah ini lebih familiar digunakan di dunia fotografi, yang artinya sudut pengambilan gambar atau objek sebelum dibidik dengan kamera. 

Sudut pandang kamera yang tepat akan menghasilkan gambar yang menarik meskipun jika dilihat langsung objek tersebut tampak tidak estetik sama sekali. Secara umum angle bisa menghasilkan foto menarik jika fokus di satu objek saja. 

Menulis juga demikian, agar tulisan menarik maka perlu mempersempit sudut pandang. Misalnya dalam satu rumah ada 5 anggota keluarga, tentunya perlu mengerucutkan siapa yang akan diceritakan. 

Apakah sang ayah atau sang ibu atau salah satu dari anak mereka? Pilih salah satu dan nantinya bisa memilih angle tulisan yang bagus dan hasilnya lebih menarik.

Sebuah karangan yang bagus akan cepat pula dikenal oleh banyak orang. Pahami disini tentang 11 Rahasia Cara Mengarang Cerita.

2. Kriteria Layak Berita

Teknik kedua adalah menghasilkan tulisan yang memenuhi kriteria layak berita. Sekali lagi istilah ini lebih identik digunakan di dunia jurnalistik, dimana tidak semua artikel layak menjadi berita. Artikel seperti apa yang layak? 

Yakni yang akurat, lengkap, adil dan berimbang, ringkas, jelas, dan hangat. Gunakan semua dalam menulis, maka tulisan menjadi menarik dan bisa dikatakan layak untuk dipublikasikan. 

3. Riset dan Reportase

Dalam dunia jurnalistik, penulisan suatu artikel berita wajib melakukan riset dan reportase. Bentuknya bisa dengan wawancara ke narasumber, melakukan observasi atau pengamatan langsung ke lokasi, dan riset data dari sumber tertulis seperti laporan bulanan, tahunan, dan seterusnya. 

Supaya menghasilkan tulisan yang berkualitas maka teknik menulis bagi pemula adalah dengan melakukan riset dan reportase. Baik untuk tulisan ilmiah maupun non ilmiah agar lebih realistis dan enak dibaca oleh banyak orang. Sebab tulisan tersebut menarik, seperti membaca kisah hidup mereka sendiri. 

4. Wawancara

Teknik selanjutnya adalah melakukan wawancara untuk mendapatkan data yang akurat sebagai bahan tulisan. Hasil wawancara akan menghasilkan tulisan yang akurat, lengkap, dan tentunya kredibel sebab sumbernya dari sumber terpercaya. Oleh sebab itu, teknik wawancara perlu dicoba untuk menghasilkan tulisan yang realistis. 

5. Outline Tulisan

Selanjutnya adalah membuat outline tulisan atau kerangka karangan. Sehingga sudah menyusun detail isi tulisan ada berapa bab dan masing-masing bab membahas mengenai apa. Kerangka menjadi peta agar bisa terus bergerak maju dan menyelesaikan tulisan tanpa tersesat atau bingung di tengah jalan.

Pahami juga mengenai Sistematika Buku Non Fiksi, supaya tidak salah dalam menyusun sebuah tulisan.

6. Membangun Paragraf

Teknik keenam, adalah membangun paragraf yang bisa dilakukan setelah membuat kerangka karangan di poin sebelumnya. Membangun paragraf sama artinya dengan mengembangkan setiap bab dari kerangka karangan yang sudah dibuat. 

Susun kalimat yang menggunakan bahasa sederhana, sebagai langkah awal hindari menggunakan istilah asing dan tidak umum digunakan di Indonesia. Kemudian, susun paragraf dari beberapa kalimat tersebut yang perlu dipastikan jangan terlalu panjang. Lebih baik pendek tapi maksudnya jelas dibanding panjang tapi maksudnya malah kabur tidak jelas. 

7. Menyunting Tulisan

Selanjutnya adalah menyunting tulisan, bisa dikatakan proses mengedit tulisan atau memeriksa kembali tulisan yang sudah dibuat. Artinya, penulis berperan sebagai editor yang memeriksa kualitas tulisannya sendiri. 

Setidaknya bisa digunakan untuk mengatasi atau memperbaiki kesalahan minor. Seperti salah ketik, salah tanda baca, salah penyebutan tempat, dan lain-lain. Kesalahan minor ini bisa diperbaiki segera sebelum tulisan diserahkan ke penerbit. 

Menulis menjadi terasa mudah dengan menerapkan teknik menulis bagi pemula yang dipaparkan di atas. Jika sudah selesai jangan lupa dibaca ulang dan berusaha untuk mempublikasikannya.

Panduan Menulis lainnya

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis