Majas Klimaks dan Antiklimaks: Pengertian dan Contoh

Majas klimaks dan antiklimaks

Majas klimaks merupakan majas untuk menyampaikan suatu hal yang mengalami proses secara berangsur-angsur naik. Ingin tau lebih tentang majas klimaks dan antiklimaks? Berikut pengertian majas klimaks, ciri-ciri dan contoh penggunaannya.

Dalam menyusun karya sastra, seorang penulis membutuhkan banyak waktu untuk mencari ide tulisan. Kemudian menentukan metode dalam menyampaikan ide tersebut ke dalam bentuk tulisan. Dalam menulis suatu karya, baik itu dalam bentuk novel, puisi, dan sebagainya. Umumnya penulis menggunakan kata kiasan atau majas. 

Dalam bahasa Indonesia, majas ini sendiri memiliki banyak jenis dan masing-masing memiliki metode tersendiri dalam mengungkapkan suatu ide atau gagasan. Jika ingin menyampaikan suatu proses yang menjelaskan urutan, tahapan, tingkatan, hirarki, dan sebagainya. Maka akan menggunakan majas klimaks maupun antiklimaks. 

Pengertian Majas Klimaks 

Majas klimaks merupakan majas atau gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan suatu hal yang mengalami proses secara berangsur-angsur, penyampaian urutan dimulai dari awal sampai akhir atau dari proses terendah sampai proses tertinggi. 

Pada majas ini proses disampaikan dari awal mula sampai memiliki bentuk atau kondisi akhir. Sehingga disampaikan penulis secara sistematis yang tentunya memudahkan pembaca untuk memahami apa maksud yang ingin disampaikan oleh penulis tersebut. 

Majas klimaks tidak hanya digunakan untuk menjelaskan suatu proses. Misalnya proses pertumbuhan buah mangga dari biji sampai menjadi pohon yang menghasilkan buah. Melainkan juga menyampaikan suatu hirarki, seperti umur (tua ke muda), bilangan (dari angka 1 sampai 100), jabatan (dari karyawan sampai ke manager), dan seterusnya. 

Jadi, jika menjumpai suatu gaya bahasa yang menjelaskan suatu proses maupun hirarki dari yang paling awal sampai akhir secara berurutan. Maka gaya bahasa yang digunakan adalah majas klimaks. 

Majas klimaks menjadi jenis majas yang tidak hanya bisa dijumpai pada karya tulis fiksi melainkan juga pada non fiksi. Ada banyak proses alami bisa dijelaskan dalam karya tulis ilmiah menggunakan majas jenis ini. Misalnya penelitian tentang pertumbuhan mangga dari biji. Maka penulis akan menjelaskan prosesnya dari biji, akar, batang, daun, dan buah. 

Pengertian Majas Antiklimaks 

Majas antiklimaks merupakan majas yang berkebalikan dengan majas klimak. Jadi, majas antiklimaks adalah majas atau gaya bahasa yang menyampaikan suatu hal atau proses dari yang tertinggi ke terendah. Suatu hal disampaikan dari yang besar menuju ke kecil, suatu proses dijelaskan dari hasil jadi ke proses sebelumnya produk jadi. 

Sehingga majas antiklimaks juga menjelaskan suatu proses dan hirarki, namun dimulai dari yang tertinggi ke terendah. Jika dianalogikan sebagai alur cerita, maka majas antiklimaks ini punya alur mundur. Sementara pada majas klimaks memiliki alur maju. 

Supaya tidak kesulitan membedakan antara majas klimaks dan antiklimaks. Maka analoginya adalah dari urutan pertama, kedua, dan ketiga. Majas klimaks dijelaskan dari pertama, menuju kedua, dan terakhir ketiga. Sementara majas antiklimaks dijelaskan dari ketiga, menuju kedua, dan terakhir adalah yang pertama.

Menurut KBBI, perbedaan antara majas klimaks dan antiklimaks bisa lebih mudah dipahami. Kata klimaks merupakan puncak dari suatu hal, kejadian, keadaan dan lain sebagainya yang berkembang secara berangsur-angsur.

Sementara kata antiklimaks adalah sebuah ungkapan kemerosotan atau kemunduran mendadak sampai taraf yang tidak berarti dan amat sangat mengecewakan, dan sangat berlawanan dengan kemajuan yang telah dicapai sebelumnya.

Jika majas klimaks sering dijumpai pada karya tulis ilmiah atau non fiksi. Maka pada majas antiklimaks lebih sering digunakan untuk karya fiksi atau non ilmiah. Sebab menjelaskan suatu hal secara tidak sistematis, sehingga susah untuk diterapkan pada karya ilmiah. 

Ciri-Ciri Majas Klimaks dan Antiklimaks 

Ciri-ciri dari majas klimaks maupun antiklimaks pada dasarnya sama, yang membedakan adalah bagaimana menjelaskan urutan. Apakah dibuat berurutan dari yang terendah ke tertinggi atau sebaliknya. Adapun ciri khas dari kedua majas ini antara lain: 

  • Menggunakan tanda koma (,), kedua majas ini digunakan untuk menjelaskan suatu proses dan hirarki maka identik menggunakan tanda koma. Tanda baca ini ditujukan untuk memudahkan pembaca mengetahui urutan dari suatu hal yang disampaikan oleh penulis. 
  • Menggunakan kata dari… sampai, sehingga suatu proses disebutkan dari awal sampai akhir jika memakai majas klimaks. Sedangkan jika memakai majas antiklimaks maka dijelaskan juga dari yang tertinggi menuju ke terendah. Keduanya sama-sama menggunakan dua kata tersebut (dari dan sampai)

Contoh Majas Klimaks 

Jika menjelaskan suatu proses dari awal sampai akhir, atau suatu hirarki dari yang terendah ke tertinggi. Maka bisa menggunakan majas klimaks, dan berikut beberapa contoh penggunaan majas satu ini: 

  1. Metamorfosis katak dimulai dari telur, kecebong, katak muda, sampai katak dewasa. 
  2. Pada kehamilan dari usia 3 sampai 4 bulan maka terjadi proses pembentukan pita suara oleh janin. 
  3. Sejak dari pagi sampai sore aku menunggu kedatangan bapak di depan rumah. 
  4. Jangankan seratus ribu, pinjam sampai 1 juta pun akan aku berikan kalau kamu minta. 
  5. Pendidikan tentang kecintaan terhadap tanah air perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, sampai pendidikan tinggi. 
  6. Kemampuan berbicara atau komunikasi sangat penting untuk dikuasai oleh kalangan akademik mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen
  7. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa mulai dari seluruh negara berkembang sampai negara maju yang ada di dunia. 
  8. Karya tulis yang diminta bu Ida ditulis berurutan dan lengkap mulai dari pendahuluan sampai kesimpulan
  9. Kemajuan bangsa Indonesia butuh sinergi dari masyarakat, pemerintah daerah, sampai pemerintah pusat. 
  10. Ida sudah menunggu suaminya sejak lama. Mulai dari hitungan minggu, bulan, sampai tahun. 

Contoh Majas Antiklimaks 

Jika ingin menyampaikan suatu proses dari tahap akhir ke tahap awal, atau menjelaskan suatu hirarki dari yang tertinggi menuju ke terendah. Maka bisa menggunakan majas antiklimaks. Berikut beberapa contoh penggunaannya: 

  1. Kesehatan lingkungan perlu dijaga oleh semua pihak baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan rakyat seluruh Indonesia. 
  2. Restoran di depan gedung ITC selalu ramai. Pengunjungnya mulai dari petinggi perusahaan, pegawai kantoran, mahasiswa, sampai pelajar datang saat makan siang. 
  3. Upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin dan wajib diikuti oleh Kepala Sekolah, guru, pegawai sekolah, sampai para siswa. 
  4. Kerja bakti di desa Sidomulyo dilakukan oleh kepala desa, ketua RW, ketua RT, dan juga warga. 
  5. Lomba sains untuk tingkat SMA, SMP, sampai SD dilaksanakan pada 20 Desember 2021 mendatang. 
  6. Toko tersebut melayani pembelian aneka kue kering dari kiloan sampai per ons
  7. Selama diet, Ika mencatat penurunan berat badannya dalam kurun waktu 3 bulan dari berat 70 kilogram turun menjadi 67 kilogram
  8. Tanaman yang tadinya segar dan bunganya mekar mendadak kering dan layu karena ditinggal mudik pemiliknya. 
  9. Menjelang akhir tahun pusat perbelanjaan di Jakarta banyak yang mengadakan promo diskon. Harga produk bisa turun dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta saja
  10. Restoran tersebut awalnya ramai kemudian sekarang sepi pembeli, alasannya ternyata pihak pengelola menaikan harga terlalu drastis. 

Melalui penjelasan di atas, maka bisa menyusun karya tulis yang menggunakan kedua jenis majas tersebut dengan mudah. Sebab antara majas klimaks dan antiklimaks pada dasarnya sering digunakan. Bisa jadi, selama ini tanpa sadar sudah menggunakannya dan baru tahu gaya bahasa tersebut masuk kategori majas klimaks maupun antiklimaks.

Baca artikel penting lainnya

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram

Artikel oleh

Artikel Terbaru