⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Apa itu Prosa? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh

prosa adalah

Siapa disini yang masih bingung apa itu prosa? Kenali dan pahami pengertian prosa, ciri-ciri prosa, jenis dan contoh lengkapnya disini.

Kehadiran prosa sering dianggap sebagai karya sastra yang menawarkan pesan lewat bahasa tulis. Padahal, kehadiran sastra sebagai bentuk proses bahwasanya jauh sebelum ada istilah artikel, novel, buku pendidikan, cerpen dsb sudah ada. 

Mungkin ada diantara kamu yang penasaran, ingin mengenal lebih dekat apa itu prosa? Kamu bisa temukan lengkap di artikel ini. 

Pengertian Prosa

Pengertian prosa adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk narasi yang berbentuk bebas namun juga masih memperhatikan aturan diksi, rima, irama dan majas. Prosa dapat pula diartikan sebagai karya sastra yang dapat mewakili banyak bentuk karya, mulai dari karya artikel, fiksi, esai dan masih banyak lagi. 

1. KBBI

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) prosa merupakan karya yang ditulis secara bebas, tidak terikat dalam aturan seperti halnya puisi yang memperhatikan aturan rima dan sajak. 

Jika diartikan secara garis besar, prosa adalah genre dalam karya sastra yang ditulis dan dikembangkan atas dasar cerita rekaan yang memiliki beberapa aspek yang harus ada. Diantaranya aspek tokoh, tema, alur dan aspek imajinasi pengarang. 

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

2. Aminuddin 

Prosa menurut aminuddin (2002) adalah kisah yang diperankan oleh seorang tokoh tertentu. Dimana di dalam kisah tersebut pemeran akan memperlihatkan latar, tahapan dan rangkaian. 

3. Herman j. Waluyo 

Sementara prosa menurut herman j. Waluyo (1987) adalah karya fiksi yang memiliki tiga bentuk yaitu bentuk roman, novel dan cerita pendek atau cerpen. 

4. Anton M. Muliono 

Tidak jauh berbeda dengan pendapat anton m. Muliono (1997) yang menyebutkan bahwasanya prosa adalah karya narasi yang memiliki plot. Dimana plot ini dihasilkan oleh imajinasi.

Dari beberapa pengertian prosa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prosa adalah karya sastra yang yang ditulis dan dikembangkan pengarang/penulis menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati oleh pembaca (Tergantung dari jenis prosa yang ditulis). Tujuannya bisa bersifat menghibur dan bersifat informatif. 

promo akhir tahun bukunesia

Ciri-Ciri Prosa

Ciri-ciri prosa dibagi menjadi dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut beberapa ciri-ciri prosa berdasarkan unsurnya. 

1. Unsur Intrinsik 

Ciri prosa berdasarkan unsur intrinsik, dibagi menjadi beberapa ciri yang sebagai berikut. 

a. Tema 

Tema adalah pokok permasalahan yang diangkat penulis. Pokok permasalahan inilah yang nantinya akan dikembangkan oleh pengarang. Tema dapat pula diartikan sebagai tema mayor yang dapat dijadikan sebagai persoalan di dalam cerita. 

b. Amanat 

Istilah amanat lebih familiar kita dengar dengan cara menyampaikan pesan. Tentu saja pesan yang disampaikan pengarang, umumnya memiliki nilai-nilai sentimentil dan mendalam untuk pembacanya. 

c. Alur 

Sementara yang dimaksud alur adalah jalan cerita yang diangkat oleh pengarang. Pentingnya jalan cerita yang tidak mudah ditebak, sehingga karangan prosa berkesan misterius dan membuat penasaran. 

d. Plot 

Ada juga yang disebut dengan istilah plot. Plot adalah benang merah yang mencoba untuk mengurai hubungan sebab akibat yang dijadikan permasalahan di dalam prosa. Trik membangun plot disertai dengan konflik, peristiwa dan klimaks.

Baca juga: 3 Bagian Alur Cerita

e. Tokoh dan Penokohan 

Ciri prosa dari unsur intrinsik harus ada tokoh dan penokohan agar cerita memiliki warna dan kesan. Tanpa kehadiran tokoh dan penokohan, cerita tidak akan menarik emosi pembaca.

Baca juga: Perbedaan Tokoh dan Penokohan

2. Unsur Ekstrinsiks 

Setelah mengetahui ciri unsur intrinsik di atas, ada yang nama nya unsur Ekstrinsik. Secara garis besar, ciri ekstrinsik dapat dilihat dari banyak aspek. Bisa diangkat dari aspek psikologisnya, dari sosiologi atau dapat pula diangkat dari aspek lain, yang sifatnya beragam. 

Termasuk mengangkat latar belakang si tokoh, pandangan hidup pengarang, kondisi masyarakat atau waktu pembuatan cerita, itu termasuk ke dalam unsur ekstrinsik. 

Itulah dua ciri-ciri prosa dilihat dari unsur-unsurnya. Bagi setiap penulis prosa, pasti dalam melahirkan sebuah karya, harus memuat unsur-unsur di atas. Nah, buat kamu yang sedang mengasah dan ingin mengembangkan, pastikan untuk konsisten melatih kemampuan. 

Perbedaan Puisi Dan Prosa

Mungkin ada diantara kamu yang masih bingung perbedaan puisi dan prosa? Nampaknya ada banyak beberapa orang yang menganggap bahwa puisi dan prosa dua hal yang sama. Untuk mencari jawabannya, berikut adalah perbedaan puisi dan prosa.

PuisiProsa
Jenis PenulisanPuisi memiliki unsur estetik yang mementingkankan keindahan.Kebalikan dari puisi, prosa ditulis lebih panjang dan menggunakan cara penulisan deskriptif 
BahasaSangat memperhatikan pemilihan bahasa atau diksi atau majas agar puisi memiliki kesanTidak begitu ketat dalam pemilihan majas atau diksi
Panjang TulisanPuisi ditulis secara singkat, tidak seperti prosaProsa lebih menekankan untuk menggambarkan suasana yang terjadi dan panjang.

Itulah beberapa perbedaan puisi dan prosa. Perbedaan yang paling menonjol dari keduanya, puisi bisa ditulis dalam satu lembar dan beberapa bait saja. Sementara prosa, ditulis lebih dari dua halaman bahkan ada yang ditulis mencapai puluhan hingga ratusan halaman. 

Apalagi proses lama seperti buku lawas tentang Centhini yang ditulis masih menggunakan bahasa sansekerta. Jumlah ketebalan halaman tidak hanya ratusan, lebih dari kata ratusan halaman.

Jenis-Jenis Prosa

Jenis prosa dibagi menjadi dua macam, yaitu prosa lama dan prosa baru. Jika dilihat dari kedua jenis prosa tersebut, prosa baru salah satu bentuk prosa yang paling sering dan mudah kita temukan. Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, bisa simak ulasan berikut. 

1. Prosa Lama 

Dikatakan sebagai prosa lama karena prosa ini dibuat masih bersifat statis, dan erat kaitannya dengan cerita seputar cerita kerajaan, istana dan cerita yang kental feodalnya. Adapun jenis-jenis prosa lama yang meliputi 

  1. Dongeng 
  2. Hikayat 
  3. Kisah 
  4. Sejarah 
  5. Cerita berbingkai 

2. Prosa baru 

Karena kehidupan bersifat dinamis, pastinya ada perubahan dari masa ke masa. nah, karya prosa yang baru disebut dengan prosa baru. Prosa baru adalah karya sastra yang ceritanya dipengaruhi oleh banyak dari cerita budaya barat, dan proses pengemasannya pun lebih modern dan lebih dinamis. Berikut yang termasuk ke dalam prosa baru. 

  1. Biografi
  2. Esai 
  3. Novel 
  4. Artikel 
  5. Opini 
  6. Riwayat
  7. Resensi 
  8. Roman

Itulah dua jenis prosa. Dimana dari masing-masing jenis prosa memiliki beberapa bentuk dan macam. Jika dibedah lagi satu persatu, ada banyak lagi jenis dan keterangan dari masing-masing jenis tersebut.

Jika dilihat, dari dua jenis prosa di atas, prosa baru lah yang paling sering kita temukan di berbagai media dan lini. Mulai dari bentuk buku, artikel online, hingga berita cetak hingga berita online. Semenara prosa lama, tidak semudah kita dapatkan di era sekarang. kecuali memang kamu book lovers yang familiar dengan dunia literasi. 

Contoh Prosa 

Setelah mengetahui tentang pengertian prosa, ciri-ciri prosa, perbedaan puisi dan jenis-jenis prosa. Belum afdol rasanya jika tidak disertai dengan contoh prosa. Dari sekian banyak jenis prosa, berikut adalah contoh prosa cerpen yang pernah saya tulis 14 tahun lalu dan dimuat di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat.


Pangeran Berkacamata

“Duhai cinta yang menelusup di puing-puing hatimu, kenapa tidak kau tampakkan saja padaku. Sudah cukup aku menanti luka yang ngilu. Tidakkah ada rasa sedikitpun padaku/ sering ku temui kau mencuri mataku, tetap saja kau tak mau mengaku. Entahlah apa yang harus aku lakukan, terserah padamu. Habis akal sehatku”. Selayang pesan ini ku kirimkan kepada pangeran berkacamata, namannya Mr. Windu. Sungguh nama yang indah dalam ingatanku. 

Sekumpulan bunga aku petik untuk pangeran berkacamata. Mawar putih dan merah. Kurangkai menjadi satu. Lalu duri aku buang agar tidak melukai hidungnya saat menciumnya. Dengan harapan dia akan tersipu malu setiap melihat rangkaian bunga dari taman yang ku tanam 8 tahun yang lalu. 

Seandainya dia tersenyum dan mengucapkan terimakasih padaku saat aku hulurkan bunga, kemudian memeluk erat tubuhku sambil berkata “Aishiteru”. Setidaknya itu mengobati luka lama saat masih 1 SMA dulu. Mr. Windu mengacuhkanku karena profesinya sebagai guru. “Apakah aku melanggar undang-undang percintaan?. Setahuku itu tidak ada, jadi apakah aku salah?”. Pikirku sat itu. 

—————–

Satu jam tidak ada pesan yang masuk di ponsel. Kegelisahanku semakin dimadu. Ingin sekali aku menghampiri mr. Windu. Seribu alasan akan aku tanyakan untuk bertemu. Sayang, seribu alasan pula keluar dari mulutnya yang kecil saat ditelepon tidak mau bertemu padaku. Aku tak berdaya memaksa pangeran berkacamata, karena sindrom asmara. Aku terkapar di atas ranjang lebar, kemudian terduduk kembali menatap rak buku yang harus aku kuasai untuk menata kuliahku yang sudah aku jalani selama 2 tahun. 

Saat aku membuka lembar ke lima buku mata kuliahku, hpku berdering. Segera Kuraih dan ku buka penuh tanya dan harapan datang darinya. 

“Sherlly agustin, bunga dan sms mu sudah aku terima. Dari selembar kertas yang tertempel di bunga juga sudah aku baca. Sudah cukup, dari gaya bahasamu menunjukkan ada sesuatu. Apakah kau sekarang sakit. Adakah yang bisa aku bantu?”. Pesan dari mr. Windu ini sungguh membuatku melayang ala kepayang. 

“iya, aku sekarang sakit parah. Adakah obat untukku? Maukah kau belikan untukku?” pesan ini aku kirimkan kepadanya secepat halilintar menggelegar di angkasa. 

“aku tidak tahu nama obatnya. Obat apa saja. Saat kau belikan aku obat, belilah yang mahal”. Aku beri jeda yang amat panjang di bawah pesan tadi. 

“sebenarnya obat yang aku butuhkan adalah dirimu. Jadi belilah hatiku seharga hatimu. Sanggupkah kau berikan untukku?”. Pesan balasan ini adalah pesan yang aku tulis tanpa sadar karena aku hanya merasa kehausan rasa rindu di ujung pulau seribu. 

Tiga puluh menit, tidak ada balasan darinya. Aku merasa menyesal telah mengirimkan pesan ini. “adakah kekecewaan di hatinya?, ataukah dia tak kuasa membacanya. Adakah sesuatu yang terjadi padanya?. Apa karena ada benteng yang pernah kita jalani selama dia menjadi guruku dulu. Ah.., tidak, dia tidak akan berpikiran seperti yang aku pikirkan”. Pikiranku melayang dalam spiral cinta.

“duhai yang tergila-gila padaku, kau adalah inspirasi bagiku, kau adalah penghibur sukma saat aku merasakan letih. 5 tahun kita saling mengenal, dan selama dua tahun kita saling bersua. Dalam diriku ada sesuatu yang terselip di serpihan hati, hingga pada akhirnya kita dipertemukan dan dipisahkan seperti ini. Selama tiga tahu aku memastikan perasaan ini, kini hatiku menjerit ingin berlari mendekap hatimu. Karena hatiku tak ingin lagi berbohong dalam kerapuhan hati pria yang mencoba untuk tegar. Maka dari itu untuk mengobati luka kita, aku bersedia membeli hatimu seharga hatiku”.


Itulah beberapa ulasan tentang pengertian prosa dan seluk beluknya bisa bermanfaat. Semoga sedikit ulasan ini memberikan manfaat dan pemahaman tentang prosa. (Irukawa Elisa)

Baca juga artikel terkait

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis